1 Mei Bukan Hanya Hari Buruh, Tapi Juga Hari Cinta

1 Mei Bukan Hanya Hari Buruh, Tapi Juga Hari Cinta

Indonesia dan juga sebagian besar negara lain pada umumnya memperingati tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh. Maka tidak heran jika sebagian besar orang membayangkan tanggal 1 Mei sebagai hari yang macet oleh karena demonstrasi serempak di seluruh kota, sebagai bentuk ‘perayaan’ hari buruh.

Tanggal 1 Mei atau hari buruh di Republik Ceko (Czech Republic) sedikit berbeda. Meskipun tanggal 1 Mei merupakan hari libur nasional untuk memperingati hari buruh, namun masyarakat negara Eropa Tengah ini lebih condong merayakan tanggal 1 Mei sebagai Hari Cinta atau “Day of Love”.

“Hari Cinta” atau Day of Love memang terdengar sama seperti hari kasih sayang atau valentine yang dirayakan tanggal 14 Februari.
Menurut penuturan seorang warga setempat, masyarakat Ceko baru mengenal hari valentine sejak tahun 1989. Saat negara itu masih bernama Czechoslovakia.

Tradisi merayakan Hari Cinta di tanggal 1 Mei telah berjalan sejak lama, lebih tepatnya pada awal abad ke-19. Saat penyair romantis Ceko yang bernama Karel Hynek Mácha membuat sebuah puisi berjudul “Máj” atau Mei dalam Bahasa Indonesia. Puisi ini menceritakan sebuah kisah cinta tragis antara sepasang mojang bujang di zaman Ceko klasik.

Tradisi ini mengharuskan seorang perempuan untuk diberi ciuman dibawah pohon cherry yang sedang berbunga, dengan tujuan agar tetap cantik dan berseri selama satu tahun. Menurut beberapa legenda, perempuan yang tidak mendapatkan ciuman pada tanggal 1 Mei akan menjadi kusam bahkan meninggal dalam kurun waktu satu tahun.

Tapi bukan perkara mudah juga untuk mendapatkan pohon cherry dengan bunga bermekaran di kota Praha (Prague). Sehingga tradisi hari cinta saat ini hanya diharuskan memberi ciuman dibawah pohon apapun yang sedang berbunga.

patung-karel-hynek-macha-di-bukit-petrin

Patung Karel Hynek Mácha di bukit Petřín. Prague

Di Praha juga ada tradisi lain untuk merayakan hari cinta, yaitu pergi ke bukit Petřín pada tanggal 1 Mei dan mengunjungi patung Karel Hynek Mácha. Disana para pria harus mencium wanita yang dicintainya tepat dihadapan “puisi cinta” karangan Karel Hynek Mácha, yang dimaksudkan supaya cinta mereka akan sekuat batu yang menjadi bahan patung Mácha.

Sebagai orang Indonesia tentu agak sedikit aneh melewati hari buruh di Ceko. Karena warga Ceko tidak ber-demonstrasi menuntut kenaikan upah seperti pada umumnya, melainkan duduk ditaman bersama pasangannya.

Tertarik untuk merayakan hari cinta di hadapan patung Mácha? Bukit Petřín dapat diakses dari Praha menggunakan trem (6, 9, 12, 20, 22, 23) dari stasiun Ujezd.

Bagaimana dengan para lajang?
Sebelum tanggal 1 Mei, para pria lajang pergi ke hutan mencari batang pohon untuk membuat Maypole. Batang ini dirapikan lalu dihias menggunakan pita, syal serta rangkaian bunga. Maypole didirikan di alun-alun desa serta harus dijaga selama satu malam supaya tidak dicuri oleh sekelompok pria dari desa-desa tetangga.

Tradisi ini merupakan sebuah kompetisi antar desa, targetnya yaitu mencuri maypole sebanyak mungkin.
Pemenang akan diumumkan pada hari minggu pertama di bulan Mei. Yaitu desa yang bisa mempertahankan maypole-nya. Sebagai pemenang, maka pria lajang di desa tersebut berhak untuk berkeliling dan mengunjungi wanita lajang di desa tetangga untuk memberi hadiah.

Comments

About author

You might also like

Artikel

Candi Jiwa dan Candi Blandongan, Usianya Melebihi Borobudur

Di Jawa Barat tidak banyak peninggalan Candi, selain yang sudah dikenal, yakni Candi Cangkuang. Namun, ternyata Jawa Barat pun gudangnya Candi.

Artikel

Sagu, Makanan Pokok yang Terlupakan

Sebagian besar masyarakat Nusantara mengandalkan beras sebagai makanan pokoknya. Tapi tidak semua, di beberapa tempat beras diganti Sagu.

Jalan-Jalan

Resort Kampung Sumber Alam, Resort Berbasis Green Tourism

Membincangkan Garut seakan tak pernah habis. Garut memang sudah menjadi tujuan pelancong sejak zaman “baheula.”