30 Maret, Hari Film Nasional.

30 Maret, Hari Film Nasional.

Film Nasional Indonesia

Film Nasional Indonesia

Hari ini, tanggal 30 Maret diperingati sebagai “Hari Film Nasional”.

 

Tepat tanggal 30 Maret 1950, merupakan hari pertama proses pengambilan gambar film berjudul “Darah dan Doa” atau “Long March of Siliwangi” yang disutradarai oleh Usmar Ismail. Film pertama yang mencirikan Indonesia, selain disutradarai oleh orang Indonesia, juga diproduksi oleh perusahaan film dari Indonesia.

Film pertama yang diproduksi di Indonesia adalah film berjudul “Loetoeng Kasaroeng” pada tahun 1926, yang disutradarai oleh G. Kruger dan  L. Heuveldorp. Film bisu ini didukung oleh aktor-aktor lokal Indonesia, lalu tayang perdana tanggal 31 Desember 1926 di Teater Elite and Majestic, Bandung.

Periode tahun 1970 hingga 1990 disebut sebagai era keemasan Film Indonesia. Maraknya pembangunan bioskop di kota-kota besar membuat produktifitas perfilman meningkat drastis. Hal ini ditandai dengan dominannya film-film dari periode ini yang menjadi “Film Indonesia Terbaik”. Diantaranya “Tjoet Njak Dhien” (1986), “Naga Bonar” (1986), “Gita Cinta di SMA” (1979), “Si Doel Anak Betawi” (1973).

Produktifitas Perfilman Indonesia mengalami penurunan di tahun 90-an. Ketika itu film-film Indonesia yang diproduksi bertema sex, sehingga dianggap meresahkan masyarakat.

Pada akhir era 90-an, yaitu tahun 1999 dikatakan sebagai era kebangkitan Film Nasional Indonesia. Diawali dengan “Cinta Dalam Sepotong Roti” karya Garin Nugroho, “Petualangan Sherina” karya Mira Lesmana, serta “Ada Apa Dengan Cinta” karya Rudi Soejarwo yang begitu fenomenal di awal millenium kedua.

Hingga kini Perfilman Indonesia terus berkembang, melahirkan karya-karya baru, dan juga mengangkat bintang-bintang baru. Sebut saja “The Raid” dan “The Killers” yang mewakili genre film action. Film drama kolosal seperti “Negeri 5 Menara” dan juga film mengenai perjuangan seorang pastur dalam kemerdekaan Indonesia “Soegija” karya Garin Nugroho.

Perfilman Indonesia saat ini memang belum sebesar Hollywood, bahkan untuk menyaingi Bollywood India pun belum tercapai. Namun kita wajib untuk tahu bahwa banyak sekali anak bangsa dibalik kesuksesan Hollywood. Animator film “GI Joe” serta “Transformer 3”, Christiawan Lie.  Animator “Adventur of Tintin”, “X-Men”, serta “The Hobbit”, yaitu Rini Sugianto.

Film "Soegija" karya Garin Nugroho, menceritakan perjuangan seorang pastur dalam kemerdekaan Indonesia.

Film “Soegija” karya Garin Nugroho, menceritakan perjuangan seorang pastur dalam kemerdekaan Indonesia.

Dian Sastrowardoyo, bintang film "Ada Apa Dengan Cinta"

Dian Sastrowardoyo, bintang film “Ada Apa Dengan Cinta”

Comments

About author

You might also like

Gaya Hidup 0 Comments

Onani, Dari Zaman Mesir Purba Hingga Abad 21

  Jika ada perbuatan yang dilakukan banyak orang, namun tidak banyak diakui, maka onani salah satunya. Istilah Onani sendiri memunculkan perdebatan, sebagian orang menganggap “Onani” adalah istilah dari bangsa Jepang

Artikel

Cerita-Cerita Lucu di Seputar Bung Karno (2-tamat)

Siapa yang tidak mengenal Bung Karno ? Founding Father, proklamator, pahlawan nasional dan seabrek predikat yang melekat pada dirinya.

Budaya

Bukti-Bukti Adanya Perang Nuklir 15000 Tahun Yang Lalu

Mungkinkah terjadi perang nuklir ribuan tahun yang lalu, sementara teknologi nuklir sendiri belum terlalu lama ditemukan ?

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply