7 Rekor Global Warming di Tahun 2014

7 Rekor Global Warming di Tahun 2014

Indikator perubahan iklim terjadi dimana-mana. Berbagai rekor terburuk pemanasan global telah terpecahkan di tahun 2014.

State of the Climate Report from the National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) dan American Meteorological Society secara resmi telah mempublikasikan hasil studinya dalam paket laporan tahunan berjudul ‘State of the Climate in 2014’.

Hasil studi tersebut membahas hal-hal teknis sebagai hasil dari penelitian empat ratus lebih ilmuwan mengenai perubahan suhu, cuaca ekstrim serta pencairan es. Kesimpulan utama dari serangkaian penelitian tersebut menyatakan bahwa bumi telah berubah drastis.

Berikut adalah 7 rekor yang terpecahkan di tahun 2014:

1. Tahun terpanas sepanjang masa
Sepanjang 2014, hampir seluruh permukaan darat dan laut mengalami pemanasan diatas rata-rata. Menggunakan pada empat analisis terpisah, hasil penelitian menunjukkan suhu rata-rata bumi yang tertinggi sejak pertengahan 1800-an.

Eropa dan Meksiko mengalami tahun terpanasnya. Sementara Argentina dan Uruguay mengalami tahun terpanas kedua, sedangkan Australia mengalami tahun terpanas ketiga secara berturut-turut sejak 2012. Demikian juga dengan Asia dan Afrika yang memiliki suhu diatas rata-rata.

2. Peningkatan gas rumah kaca di atmosfer
Gas rumah kaca merupakan salah satu penyebab terjadinya peningkatan suhu global. Gas tersebut antara lain; karbondioksida, metana dan dinitrogen oksida yang tercatat mencapai rekor konsentrasi tertinggi di atmosfer.

Pada bulan April-Juni 2014, kadar karbon di Hawaii mencapai 400 ppm dari rata-rata 397,2 ppm. Konsentrasi metana pun mengalami peningkatan yang lebih besar dari rata-rata selama 10 tahun terakhir.

3. Kenaikan suhu permukaan laut dan meningkatnya siklon
Kehangatan permukaan laut Atlantik, Pasifik Timur serta Pasifik Tengah pada 2014 juga mengalami peningkatan yang signifikan. Tahun lalu, para ilmuwan sudah memprediksi bahwa kenaikan suhu permukaan laut tersebut tidak menyebabkan El Nino. Namun mereka menyatakan bahwa El Nino akan terjadi di tahun 2015, di Pasifik Tropis seperti yang kita rasakan saat ini.

Pada periode 1981-2010, rata-rata terjadi 82 badai siklon tropis setiap tahunnya. Namun di tahun 2014, badai siklon tropis terjadi sebanyak  91 kali. Badai siklon tropis terjadi akibat terjadinya kenaikan suhu permukaan laut.

4. Kenaikan suhu lautan
Kenaikan suhu lautan juga terjadi di perairan dalam, bukan hanya di bagian permukaan. Tahun 2014 juga mencatat rekor tertinggi suhu panas lautan.

Kenaikan suhu lautan merupakan cerminan fakta bahwa lautan telah menyerap 90 persen hawa panas yang terperangkap di atmosfer bumi, sebagai akibat dari gas rumah kaca. Semakin tinggi kadar konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer, maka suhu laut pun akan ikut meningkat.

5. Kenaikan tinggi permukaan air laut global
Faktor-faktor penyebab terjadinya kenaikan permukaan air laut diantaranya karena pencairan gletser dan es di permukaan laut, terjadinya pencairan es di daratan sehingga airnya mengalir ke laut, serta mengembangnya molekul air pada saat suhu hangat. Sejak tahun 1993, diperkirakan permukaan air laut global saat ini mencapai 67 milimeter.

6. Mencairnya es di Greenland dan Arktik yang memanas
Saat musim dingin berakhir, es abadi yang ada di daratan Greenland mencair lebih cepat dari biasanya. Hasil penelitian para ilmuwan, 90 persen es abadi Greenland mencair. Es di permukaan Greenland berfungsi untuk memantulkan cahaya matahari. Jika es tersebut mencair, maka pantulan cahaya matahari akan menurun karena minimnya es di permukaan. Titik terendah cahaya matahari yang terpantulkan terjadi pada Agustus 2014.

Sementara di bulan September 2014, luas wilayah es Arktik tercatat ‘hanya’ 1,9 juta mil persegi dari normalnya 8,6 juta mil persegi. Selain itu juga tercatat bahwa suhu di lingkar kutub utara semakin menghangat.

7. Kawasan laut Antartika tertutup es
Berbanding terbalik dengan kutub utara, Antartika yang terletak di kutub selatan justru semakin tertutup es. Sebuah fenomena yang membuktikan terjadinya perubahan iklim. Selama 3 tahun berturut-turut, terus terjadi pemecahan rekor luas permukaan es di Antartika. September 2014 tercatat ada 7,8 juta mil persegi, memecahkan rekor di tahun sebelumnya seluas 7,5 juta mil persegi.*

(sumber: mongabay)

Comments

About author

You might also like

Foto

Warisan Dunia dengan Kondisi Mengkhawatirkan (1)

Pengelolaan pariwisata yang tidak tepat akan menjadi boomerang yang akan merugikan destinasi wisata itu sendiri.

Hits

Kuliner Wajib Yang Kudu Ada Saat Lebaran

Lebaran tinggal menghitung hari. Di hari istimewa ini, keluarga muslim di Indonesia biasanya memersiapkan kuliner khas lebaran.

Budaya

Bicara Soal Seks, Kamasutra Jawa Ini Jauh lebih Dahsyat

Bagi pembaca membicarakan “Kamasutra” mungkin tidaklah aneh. Namun, bicara soal seks, Kamasutra Jawa dalam Serat Centhini ternyata lebih dahsyat.