70 Tahun Lalu, Hiroshima Luluh Lantak Akibat Little Boy

70 Tahun Lalu, Hiroshima Luluh Lantak Akibat Little Boy

Pada pagi  6 Agustus 1945 aktivitas di kota Hiroshima Jepang berjalan seperti biasanya, sampai beberapa saat kemudian semuanya berubah.

Tepat 70 tahun lalu atau 6 Agustus 1945, Kota Hiroshima dibumihanguskan oleh bom atom ‘Little Boy’ milik Amerika Serikat. Menurut stasiun berita BBC, misi bom atom itu berdasarkan instruksi langsung dari Presiden AS, Harry S. Truman. Mengumumkannya di atas kapal perang USS Augusta, yang berada di Laut Atlantik, Truman mengatakan, bom atom itu berkekuatan 2.000 kali lebih dahsyat dari bom terbesar yang pernah ada pada saat itu.

Awalnya, yang menjadi sasaran misi bom atom AS adalah Jerman. Namun, berhubung Jerman sudah menyerah pada awal Mei 1945 –yang sekaligus mengakhiri Perang Dunia Kedua di Eropa–, maka sasaran dialihkan ke Jepang, sekutu Jerman di Asia Pasifik.

Kota Hiroshima, Jepang menjadi target pertama, karena dianggap sebagai salah satu pusat logistik bagi pasukan Jepang, yang gigih berperang di Asia Pasifik. Bom atom itu mencerminkan sikap AS, yang ingin segera mengakhiri Perang Dunia Kedua di kawasan itu.

Hari nahas itu datang juga. Pada 6 Agustus 1945, AS mengerahkan pesawat pengebom jarak jauh B-29 Superfortress untuk menjatuhkan bom di Hiroshima. Menurut perhitungan AS, senjata pemusnah massal itu meledak pada pukul 8.15 waktu setempat.

Bom Atom ini berkekuatan setara hingga 15.000 TNT, diameter daya hancur bom itu hingga seluas 13 kilometer persegi. Lebih dari 60 persen bangunan yang ada di Hiroshima langsung rata dengan tanah.

Menurut data pemerintah Jepang, tragedi itu menewaskan sedikitnya 118.661 jiwa. Namun, angka itu bertambah menjadi 140.000 jiwa, baik karena terkena ledakan langsung bom atom maupun radiasi yang ditimbulkan. Kalaupun ada yang selamat, banyak warga di kota yang berpenduduk 350.000 jiwa itu menderita sakit jangka panjang maupun cacat seumur hidup.

Semoga peperangan, apalagi penggunaan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki menjadi tragedi yang terakhir. Sayangnya perlombaan senjata justru semakin mengkhawatirkan belakangan ini, seperti dinyatakan Willy Brandt, mantan kanselir Jerman dalam bukunya World Hunger and World Armament, dunia lebih banyak menghabiskan uang untuk membeli dan mengembangkan senjata ketimbang membeli dan mengembangkan produk sandang-pangan-papan. Saat ini, misalnya, jumlah senjata nuklir yang disimpan dunia cukup untuk memusnahkan, jika ada, delapan planet bumi.

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Jalan-Jalan 1Comments

6 Perairan Jernih di Dunia.

6 Destinasi wisata air yang memikat hati dengan kebersihan dan kejernihan airnya. Hampir mustahil rasanya di zaman sekarang ini untuk melihat perairan yang bersih dengan air yang jernih. Maraknya industri

Artikel

Daftar Negara Dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi

Seberapa puaskah kehidupan seksual Anda dengan pasangan ? Nah, ternyata puas atau tidaknya kehidupan seksual Anda tidak lagi diukur per individu, melainkan sampai tingkat negara. Belakangan muncul-lah sebuah survey, negara

Tokoh

Makna Sebenarnya Dibalik “Habis Gelap Terbitlah Terang” dan Jasa R.A. Kartini yang tidak Terekspos

Makna Dibalik Habis Gelap Terbitlah Terang Ternyata, makna sebenarnya dari kalimat Door Duisternis Tot Licht yang merupakan kalimat yang selalu diulang-ulang ketika R.A. Kartini berkirim surat kepada sahabat Pena nya di Belanda adalah