A Tribute to R.A.Kosasih

A Tribute to R.A.Kosasih

Setelah demam “K-Pop” mulai pudar, belakangan masyarakat dibawa kembali ke epos Mahabharata, Ramayana. Sebuah stasiun televisi swasta membobardir serial dari negeri Hindustan ini setiap hari di tengah ruang keluarga masyarakat Indonesia. Bagi masyarakat kita, tayangan ini bukanlah hal baru. Tahun 90-an, serial Mahabrata versi lama juga telah tayang. Baik versi lama maupun yang baru sekarang ini berhasil menyedot perhatian pemirsa di tanah air.

Sesungguhnya cerita atau epos Mahabharata atau Ramayana tidak asing sama sekali. Bahkan melalui akulturasi budaya yang berlangsung ribuan tahun, cerita ini seakan-akan menjadi milik rakyat negeri ini, tentu dengan bumbu di sana sini yang berbeda dengan versi aslinya dari India. Namun, membicarakan Mahabharata dan Ramayana orang mungkin lupa dengan jasa R.A Kosasih. Siapakah RA Kosasih ? Dan apa jasanya ? Untuk menjawab pertanyaan ini, kata-kata sastrawan muda kita, Seno Gumira Adjidarma mungkin dapat mewakili. Menurutnya, “siapapun yang jadi PRESIDEN, sebaiknya ia tidak lupa memberi penghargaan kepada R.A. Kosasih dengan Bintang Mahaputra.”

Kata-kata Seno tadi terdapat dalam artikelnya berjudul “R.A. Kosasih : Sang Mahaputra.” Yang dimuat di majalah D’Maestro (September 2004). Dalam artikelnya itu Seno lebih lanjut mengungkapkan bahwa jasa terpenting Kosasih adalah penggubahan komik Ramayana dan Mahabharata, karena dengan ini Kosasih telah mengakrabkan suatu mitologi vital kepada seluruh bangsa Indonesia. Sebelumnya, baik Mahabharata maupun Ramayana lebih dikenal sebagai kebudayaan daerah. Melalui komik wayang berbahasa Indonesia, Kosasih berhasil mengenalkan Kedua epos besar ini ke tengah-tengah rakyat Indonesia selama hampir satu dasawarsa dari 1950 hingga akhir 1960-an.

Sayangnya, harapan Seno mungkin hanya tinggal harapan. Kosasih telah berpulang pada 24 Juli 2012 lalu. Ibarat pepatah “gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, maka manusia mati meninggalkan karya.” Karya inilah yang ditinggalkan manusia bernama RA.Kosasih. Ia layak dijuluki, “BAPAK KOMIK INDONESIA.”

Akhmad Faizal Reza

About author

You might also like

Tokoh

Death Mask Dari Tujuh Orang Terkenal (Bagian I)

Kehidupan setelah kematian memang selalu akan menjadi, dikarenakan tidak pernah ada satu orangpun yang pernah kembali dan menceritrakan bagaimana gambaran kehidupan setelah kematian. di budaya barat ada beberapa kebiasaan bagi orang

Tokoh

BB King; The Blues Legend.

Riley B King, gitaris sekaligus penyanyi blues yang dikenal sebagai BB King.

Belajar Dari Kartini : Habis Gelap Terbitlah Terang

  Setiap tahun, setiap 21 April kita memeringati hari Kartini. Yang muncul ke permukaan, kita berbatik atau berkebaya ria tetapi lupa akan makna sesungguhnya. Emansipasi yang diperjuangkan R.A Kartini merupakan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply