Abah Edong, Pancawarna dan Garut

Abah Edong, Pancawarna dan Garut

Gaung batu akik tidak begitu kuat lagi, namun kini Garut dikenal sebagai penghasil batu akik berkualitas, salah satunya pancawarna.

Jenis batu akik yang berasal dar Kabupaten Garut ini memang tidak kalah dari berbagai macam jenis batu akik lainnya, dan bahkan batu akik pancawarna ini terkenal hingga ke mencanegara karena memang memiliki nilai yang tinggi baik dari sisi harga maupun kualitas.

Hal tersebut tentu saja karena ciri khas batu Pancawarna Edong yang sudah melegenda, yaitu kerap bergambar seperti sebuah lukisan baik bermotif abstrak hingga yang membentuk seperti foto ataupun gambar.

Dinamai Pancawarna Edong, sebab penemu batu ini adalah Abah Edong. Seperti dikutip dari laman tempo.co, Abah Edong, 80 tahun, tak menyangka batu pertama hasil galiannya akan menjadi mahal dan diburu para pencinta akik. Padahal, 10 tahun lalu, batu seberat satu kuintal yang pertama kali ditemukannya itu hanya dihargai Rp 4 juta.

pancawarna-garut-400x230

Kini batu, yang dikenal dengan batu pancawarna, yang seukuran batu cincin saja harganya bisa mencapai sekitar Rp 3 juta. “Abah tidak tahu kalau batu itu akhirnya jadi berharga,” kata Edong.

Batu pancawarna memang menjadi primadona. Keindahan warna batu menjadi daya tarik para pencinta batu akik. Batu Garut Edong atawa batu pancawarna memiliki lima warna, yaitu merah cabai, hijau, hitam, kuning, dan putih tulang.

Menurut Maman Soedarman, pemilik Galeri Batu Garut Al Hijr, batu Garut memiliki keindahan tersendiri. Dalam setiap bongkahan memiliki karakteristik yang berbeda, karena itu setiap batu akik Garut tidak akan ada yang sama.

Selain warna, batu Garut yang paling banyak diburu adalah yang memiliki corak atau gambar lukisan, baik menyerupai pemandangan alam, benda, hewan atau orang. “Batu yang bergambar ini yang harganya fantastis. Baik gambar yang terlihat di permukaan atau gambar yang tersembunyi di dalam batu,” katanya.

Nama Pancawarna belakangan semakin terangkat namanya ketika batu pancawarna itu menjadi suvenir untuk peringatan KAA (Konferensi Asia Afrika) yang digelar April 2015 lalu.

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Artikel

Royal Princess Itu Bernama Charlotte Elizabeth Diana

Akhirnya Pangeran William dan Kate Middletone memberi nama putri mereka dengan nama Charlotte Elizabeth Diana, Istana Kensington mengatakan putri kerajaan ini akan dikenal dengan sebutan putri Charlotte dari Cambridge. Putri Charlotte

Artikel

Di Manakah Perahu Nabi Nuh Berlabuh Terakhir Kalinya ?

Syahdan, tiga agama besar dunia, yakni Yahudi, Kristen dan Islam memunyai kepercayaan yang sama tentang Nabi Nuh. Nabi Nuh membuat sebuah bahtera atau perahu demi menyelamatkan peradaban dari banjir besar

Napak Tilas

Arti Kujang Bagi Masyarakat Sunda

Sejak duduk di bangku sekolah dasar kita diajarkan bahwa masyarakat Nusantara memiliki senjata tradisional. Salah satunya yang terkenal adalah Kujang.