Ada Makam Kabayan di Situs Gunung Padang ?

Ada Makam Kabayan di Situs Gunung Padang ?

Penampakan Makam "Kabayan" di Situs Gunung Padang, Cianjur

Penampakan Makam “Kabayan” di Situs Gunungg Padang, Cianjur

Perbincangan tentang situs Gunung Padang tak pernah berhenti. Tim arkeolog banyak menemukan temuan baru, yang tak jarang mengundang tanya.

Dua tahun ke belakang situs Gunung Padang cukup menyedot perhatian. Bentuk dan struktur Gunung Padang yang dianggap sama dengan Piramida Mesir atau Piramida di Amerika Selatan membuat masyarakat dan kalangan arkeolog kita terkejut. Mesti dibantah di sana-sini, situs ini memang sangat menakjubkan. Dengan skala nya yang segala wah, mulai dari besar, luas dan tingginya dibanding situs-situs serupa, membuktikan bahwa peradaban nenek moyang kita sangat tinggi.

Temuan yang cukup menghebohkan adalah penemuan makam kabayan di sana. Kabayan ? Apakah kabayan tokoh legenda Sunda yang selama ini kita kenal ? Ternyata makam “kabayan” itu hanyalah sebutan warga di sana. Menurut Tim persiapan Lacak Artefak Gunung Padang dari Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) terus mendata temuan-temuan baru di kawasan Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Kali ini, berupa menhir dan makam unik yang menggunakan Menhir sebagai nisannya. Masyarakat sekitar Gunung Padang menamainya, Makam Kabayan.

Seperti dilansir Portal Detik News (27/3/2015) lalu. Terdapat dua menhir dengan orientasi utara-selatan. Temuan ini dirawat oleh warga dan dikenal istilah kuburan atau makam Kabayan. Tidak ada tulisan pada menhir yang dijadikan nisan tersebut. Nama Kabayan tampaknya digunakan sebagai kata ganti untuk orang yang tidak diketahui namanya.

Orientasi dua menhir yang mengarah utara-selatan mengingatkan pada orientasi makam Islam,” jelas Ketua Masyarakat Arkeolog Indonesia (MARI) Ali Akbar, Jumat (27/3/2015).
Menurut Ali, dengan temuan ini indikasi bahwa Situs Gunung Padang dikelilingi situs-situs lain di sekitarnya semakin banyak buktinya. Untuk memudahkan penelusuran, tim juga memberikan pengarahan kepada warga mengenai jenis-jenis peninggalan purbakala yang lazim dihasilkan oleh masyarakat purba berciri megalitik.

Masyarakat megalitik menggunakan batu-batu besar untuk membuat bangunan dan menghasilkan tanda atau petunjuk tertentu. Tim Lacak Artefak juga bekerja sama dengan berbagai komunitas seperti Bike to Work (b2w) dan Geographical Mountaineering Club UI. Daya jelajah dan kemampuan pemetaan komunitas-komunitas tersebut diharapkan dapat membantu pendataan kepurbakalaan kawasan Gunung Padang.

“Menhir yang ditemukan berupa batu kekar tiang (columnar joint) itu yang serupa bentuknya dengan batu di situs Gunung Padang. Dua menhir tersebut berorientasi barat laut-tenggara. Orientasi ini seakan menghubungkan kampung Sukadana yang berada di barat laut dan situs Gunung Padang yang berada di tenggara kampung tersebut,” terang Ali.

Temuan-temuan tersebut akan dikaji lebih lanjut. Temuan-temuan oleh tim telah di-plot dan dimasukkan dalam Sistem Informasi Geografis (Geographic Information System) untuk memudahkan penelurusan jika tim ingin kembali ke lokasi. “Peta kawasan juga terus dibuat dan dilengkapi untuk mengetahui persebaran situs-situs di sekitar Situs Gunung Padang,” tutup Ali.

 

Comments

About author

You might also like

Jalan-Jalan 0 Comments

Museum Satwa Kota Batu, Malang.

Kota Batu yang dikenal sebagai Kota Apel, juga terkenal dengan tempat wisata dan rekreasi. Salah satunya adalah Museum Satwa, Jatim Park 2. Museum dengan bangunan ala Romawi ini menyuguhkan berbagai

Foto

Kartini Terkenal Di Belanda: Banyak Jalan menggunakan Nama R.A. Kartini (R.A. Kartinistraat)

Siapa sangka nama Kartini diabadikan menjadi beberapa nama jalan di negeri Tulip, Belanda.

Artikel

Di Manakah Perahu Nabi Nuh Berlabuh Terakhir Kalinya ?

Syahdan, tiga agama besar dunia, yakni Yahudi, Kristen dan Islam memunyai kepercayaan yang sama tentang Nabi Nuh. Nabi Nuh membuat sebuah bahtera atau perahu demi menyelamatkan peradaban dari banjir besar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply