Ada Swiss di Kota Intan

Ada Swiss di Kota Intan

Pada umumnya setiap daerah dan kota di Indonesia memiliki ikon-ikon dengan ciri khas yang menjadi daya tarik. Keanekaragaman budaya nusantara, kondisi geografis, budaya dan produktifitas masyarakat membuat setiap wilayah memiliki julukan tersendiri.

“Swiss Van Java” adalah julukan yang disandang Kota Garut yang dilatar belakangi oleh keindahan panorama alam yang menyerupai Switzerland (Swiss). Sebuah kota yang dikelilingi oleh gunung-gunung vulkanik, sehingga memberikan hawa sejuk dan tentu saja pemandangan yang memanjakan mata karena keindahannya.

Pada abad ke-20, Garut sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit. Bukan hanya wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan dari mancanegara. Bahkan pada saat itu sudah terdapat banyak penginapan-penginapan serta adanya pengelolaan pariwisata yang cukup mumpuni. Selain penginapan, Garut telah memiliki “Tourist Bureau” yang berlokasi didepan Stasiun Garut. Tourist Bureau ini bertujuan membantu para wisatawan untuk mendapatkan informasi tentang Garut.

Keindahan Kota Garut diabadikan oleh Herman Benjamins dan Johannes Snelleman dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie (Ensiklopedia Hindia-Belanda) yang terbit pada tahun 1917. Sebagai destinasi terkenal pada masa itu, muncul julukan Mooi Garoet atau Garoet Mooi sebagai ungkapan kekaguman dari bahasa Belanda. Mooi Garoet yang berarti Garut Elok atau Garut Endah. Sebuah pujian klasik terhadap ke-asrian tanah jajahan Belanda.

Pada tanggal 8 Desember 1960, Soekarno, presiden Indonesia saat itu berkunjung ke Garut. Pada kunjungannya, Soekarno merestui julukan Kota Garut sebagai “Kota Intan”. Julukan kota intan bukan berarti Garut sebagai penghasil intan. Pantulan cahaya lampu kota membuat sungai Cimanuk gemerlap pada malam hari, layaknya butiran intan.
Bupati Gahara yang memimpin Garut pada saat itu juga berhasil menjaga kebersihan kota, sehingga Garut saat itu sangat bersih dan asri. Bahkan termasuk salah satu kota paling bersih di Indonesia. Hal ini membuat masyarakat Garut terpanggil dan sering melakukan kerja bakti tanpa harus diberi perintah.

“Kota Intan” pun dapat diartikan sebagai Kota Indah, Tertib, Aman, Nyaman.

About author

rina susana
rina susana 2 posts

Simple, think smart!

You might also like

Budaya

Perang Tomat, Ritual Mensyukuri Hasil Bumi

Perang kali ini tidak berdarah-darah. Perang ini juga tidak terjadi di luar negeri, namun di Indonesia, tepatnya di Lembang, Jawa Barat

Nasional

Polwan Iptu Dhayita Daneswari ini Jadi Kapolsek Termuda di Jawa

Polwan Iptu Dhayita Daneswari Ini Jadi Kapolsek Termuda di Jawa, Yang masih berusia 23 tahun. Semarang – Polwan ini masih sangat muda. Dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya, ia

Artikel 0 Comments

Badak dengan Pengawalan oleh Pasukan Khusus Bersenjata.

Di Kenya, seekor badak bernama Sudan selalu dikawal oleh pasukan pengamanan khusus bersenjata lengkap kemanapun ia pergi, selayaknya seorang Presiden. Sudan adalah seekor badak putih utara  atau Northern White Rhino, dengan nama