Anak Angkat Cristiano Ronaldo Ini Masuk Akademi Sporting Lisbon !

Anak Angkat Cristiano Ronaldo Ini Masuk Akademi Sporting Lisbon !

Masih ingat dengan Tsunami Aceh 26 Desember 2004 lalu?

Peristiwa tragis ini membawa hikmah tersendiri bagi Martunis.

Ya, ia kini bukan bocah lagi. Martunis kini beranjak dewasa. Martunis (17 tahun), korban tsunami Aceh yang menjadi anak angkat Cristiano Ronaldo, diperkenalkan sebagai pemain baru akademi Sporting Lisbon dalam acara malam ulang tahun klub tersebut yang ke-109, Rabu (1/7) waktu setempat.

Siapa sangka, klub sepakbola terkenal ini bakalan merekrut Martunis. Sporting Lisbon merupakan salah satu klub raksasa Liga Portugal yang berdiri pada 1 Juli 1906 silam. Klub ini menjadi awal karir bintang sepakbola negara itu dan Real Madrid, Cristiano Ronaldo.

“Saya senang berada di Sporting Lisbon, yang mewujudkan impian saya. Saya mengapresiasi kesempatan ini. Viva Sporting!” – ujar Martunis.

Martunis

Seperti dikutip dari laman, sapujagat.com. Awalnya, Martunis hanyalah bocah laki-laki biasa yang tumbuh besar di Banda Aceh, Indonesia. Seperti banyak remaja laki-laki lainnya, ia gandrung bermain bola dan mengidolakan tokoh Cristiano Ronaldo, pemain asal Portugal yang sedang naik daun. Akhir tahun 2004, peristiwa bencana tsunami besar yang menewaskan lebih dari 230.000 orang dari 14 negara termasuk Indonesia mengubah hidupnya secara drastis.

Uniknya, saat peristiwa naas itu terjadi, Martunis sedang bermain sepak bola dengan mengenakan kaos tim kesebelasan Portugal. Martunis, Pemuda Korban Tsunami Yang Berhasil Mengikuti Jejak Cristiano Ronaldo Berkarir di Sporting Lisbon.

Saat itulah gelombang tsunami yang luar biasa besar menyapu seluruh bangunan dan manusia di kotanya. Sedihnya lagi, bencana itu menewaskan ibu dan kedua saudara kandungnya.

Daya tahan Martunis sungguh luar biasa. Martunis berhasil bertahan hidup, dan dengan sisa-sisa tenaganya bocah kecil itu bertahan di genangan air raksasa yang telah menenggelamkan seisi kota. Setelah itu, Martinus juga masih berhasil bertahan hidup selama 21 hari dengan makan mie kering yang bisa ditemukannya serta minum air dari genangan sisa bencana!

Semangat hidup dan daya tahannya memang patut diancungi jempol, ya. Padahal, saat itu Martinus masih berusia 6 tahun, namun kemandiriannya dalam mempertahankan diri sungguh luar biasa.

Saat ini, Martunis yang telah genap berusia 17 tahun melanjutkan permainan bolanya yang terhenti pada saat tsunami. Tidak tanggung-tanggung, ia berhasil melangkahkan kakinya ke lapangan Sporting Lisbon, yang setuju untuk menerima kontrak dengan pemuda tangguh tersebut.

Sebelas tahun setelah bencana tragis yang menimpa dirinya, keluarganya, dan seluruh kotanya, kesebelasan impian yang dulu telah membina bintang idolanya, Cristiano Ronaldo, setuju menerima dan membina Martunis menjadi pesepak bola profesional.

“Martunis akan bekerja di akademi ini,” tutur presiden Sporting, Bruno de Carvalho. “Kami akan bekerjasama dengan Martunis untuk pengembangan dirinya sebagai seorang lelaki dan seorang manusia,” lanjutnya.

“Ini adalah mimpi menjadi kenyataan!” seru Martunis dengan penuh antusias. Sebelumnya, setelah ditemukan setelah bencana, bocah kecil berpakaian kaos kesebelasan Portugal ini diterbangkan untuk bertemu tim Portugal pada 2005 yang membantu dirinya memperbaiki tempat tinggal bagi dirinya di Indonesia.

Setelah itu, Cristiano Ronaldo sendiri datang mengunjungi Martunis dan membantu membiayai pendidikannya, sampai sekarang dirinya berhasil memantapkan posisi di salah satu tim sepakbola bergengsi di Portugal. Sungguh hebat !

Comments

About author

You might also like

Makanan

Jangan Remehkan Menu Sahur Anda !

Puasa menjadi kewajiban bagi muslim yang sudah memasuki akil baligh. Namun ritual ini yang sering dilewatkan, yakni sahur.

Hits

Warisan Dunia dengan Kondisi Mengkhawatirkan (1)

Pengelolaan pariwisata yang tidak tepat akan menjadi boomerang yang akan merugikan destinasi wisata itu sendiri.

Artikel

Impian Meraih Emas Sea Games Sepakbola Terkubur Lagi

Penantian yang cukup lama dan belum terbayar dimana Timnas Sepakbola Indonesia terakhir kali mendapatkan emas pada tahun 1991