Anda Sudah Dewasa ? Silakan Lompati Batu Setinggi 2 Meter

Anda Sudah Dewasa ? Silakan Lompati Batu Setinggi 2 Meter

Satu lagi tradisi unik yang dimiliki Nusantara, tepatnya di Pulau Nias adalah Fahombo, atau tradisi lompat batu bagi yang sudah dewasa.

Ya, jika anda sudah merasa dewasa, silakan lompati batu setinggi 2 meter dan ketebalan 40 cm. Tradisi Fahambo ini berasal dari pulau Nias yang terletak di sebelah bagian barat Sumatra, di desa Bawomataluo tepatnya di puncak bukit yang ada di Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan.

Acara Fahombo ini merupakan ritual budaya sebagai simbol kedewasaan pemuda di Nias. Untuk melakukan lompatan dengan sempurna para pemuda Nias harus berlatih dengan rutin. Jika pemuda tersebut dapat melewati batu besar dengan sempurna, maka pemuda tersebut dapat dianggap telah dewasa dan matang secara fisik.

Dengan adanya hal tersebut para pemuda dapat memasuki masa pernikahan dan menjadi prajurit desa jika terjadi konflik atau peperangan antar desa. Penyiapan ini dilakukan sejak dini,  bahkan, sejak usia 10 tahunan, anak lelaki di Pulau Nias akan bersiap melakukan giliran fahombo mereka.

Sebagai ritual, fahombo dianggap serius dalam adat istiadat. Nias. Anak lelaki akan melompati batu tersebut untuk mendapat status kedewasaan mereka, dengan mengenakan busana pejuang Nias, menandakan bahwa mereka telah siap bertempur dan memikul tanggung jawab sebagai laki-laki dewasa.

Batu yang harus dilompati dalam fahombo berbentuk seperti sebuah monumen piramida dengan permukaan atas datar. Tingginya tidak kurang dari 2 meter, dengan lebar 90 cm, dan panjang 60 cm. Pelompat tidak hanya harus melompati tumpukan batu tersebut, tapi ia juga harus memiliki teknik untuk mendarat, karena jika dia mendarat dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan cederat otot atau patah tulang.

Saking seriusnya tradisi atau ritual ini sehingga pada masa lampau, di atas papan batu bahkan ditutupi dengan paku dan bambu runcing, sehingga apabila gagal maka nahas lah nasibnya.

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Gaya Hidup

Rokok Di Persimpangan Jalan

Di minggu pagi yang cerah, saya mengajak anak dan isteri ke salah satu taman di Bandung, yang kebetulan letaknya tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat.

Jalan-Jalan 0 Comments

Melacak Industri Perak di Kota Gede, Yogyakarta

  Munculnya kerajinan perak di Kotagede bersamaan dengan berdirinya Kotagede sebagai ibu kota Mataram Islam pada abad ke-16. Ada bukti yang menunjukkan bahwa seni kerajinan perak, emas, dan logam pada

Kesehatan

Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Masih Relevankah ?

Lebih dari dua dasawarsa lebih gerakan ini, bagaimana dengan realisasinya ?