Anne Frank dan Buku Harian Seorang Gadis Kecil Korban Holocaust (2-tamat)

Anne Frank dan Buku Harian Seorang Gadis Kecil Korban Holocaust (2-tamat)

Foto Anne Frank sampai tahun 1942

Foto Anne Frank sampai tahun 1942

Teman-teman dan kolega Otto Frank, Johannes Kleiman, Victor Kugler, Jan Gies serta Miep Gies sebelumnya telah membantu menyiapkan tempat persembunyian itu dan menyusupkan makanan dan pakaian ke keluarga Frank dengan risiko besar mempertaruhkan nyawa mereka sendiri.

Sayang, hari yang suram itu datang juga. Pada tanggal 4 Agustus 1944, Gestapo (Polisi Rahasia Negara Jerman) menemukan tempat persembunyian tersebut setelah mendapat bocoran informasi dari seorang penelepon Belanda tanpa indentitas.

Pada hari yang sama pula, pejabat SS Gestapo Sersan Karl Silberbauer dan dua polisi Belanda sekutunya menangkap keluarga Frank; Gestapo mengirim mereka ke Westerbork pada tanggal 8 Agustus.

Buku harian asli Anne Frank

Buku harian asli Anne Frank

Sebulan kemudian, pada September 1944, SS dan aparat polisi menempatkan keluarga Frank, dan empat orang lainnya yang turut bersembunyi bersama mereka, di kereta api yang bergerak dari Westerbork menuju Auschwitz, sebuah kompleks kamp konsentrasi di Polandia yang tengah diduduki Jerman.

Dipilih untuk menjadi buruh kasar karena usia mereka yang masih belia, Anne dan saudarinya, Margot, dipindahkan ke kamp konsentrasi Bergen-Belsen dekat Celle, di Jerman utara pada pengujung Oktober 1944.

Kedua kakak-beradik itu meninggal karena tifus pada bulan Maret 1945, hanya selang beberapa minggu sebelum pasukan tentara Inggris membebaskan Bergen-Belsen pada tanggal 15 April 1945.

Korban Holocaust di Kamp Bergen-Belsen berserakan di setiap penjuru

Korban Holocaust di Kamp Bergen-Belsen berserakan di setiap penjuru

Para pejabat SS juga memilih orang tua Anne menjadi buruh kasar. Ibu Anne, Edith, meninggal di Auschwitz pada awal Januari 1945. Hanya ayah Anne, Otto, yang selamat dari perang tersebut. Pasukan militer Soviet membebaskan Otto di Aushwitz pada tanggal 27 Januari 1945.

Selama dalam persembunyiannya, Anne menyimpan buku hariannya di mana dicatatkannya ketakutan, harapan, dan pengalaman-pengalamannya.

Terakhir kali Anne menulis buku hariannya pada tanggal 1 Agustus 1944. Selang tiga hari kemudian, yakni pada 4 Agustus delapan orang yang bersembunyi di Secret Annex ditangkap.

Buku harian itu ditemukan di apartemen rahasia setelah keluarga tersebut ditangkap, buku harian tersebut disimpan oleh Miep Gies untuk Anne, salah seorang yang telah menolong menyembunyikan keluarga Frank.

Seusai perang buku harian itu diterbitkan dalam berbagai bahasa dan digunakan di ribuan kurikulum sekolah menengah dan sekolah lanjutan di Eropa dan Amerika. Anne Frank telah menjadi sebuah simbol untuk harapan yang hilang dari anak-anak yang tewas dalam Holocaust.

Inilah warisan abadi dari Anne Frank untuk dunia, meski dunia memerlakukan gadis kecil ini sedemikian kejamnya, namun ia selalu berpikiran positif terhadap semua orang.

dari beragam sumber.

About author

You might also like

Lingkungan

Menyelamatkan Laut Indonesia

Sebagai negara maritim, tentu kita wajib untuk menjaga wilayah perairan dan laut Indonesia seutuhnya. Bukan hanya perikanan, tapi juga ekosistem laut. Apa yang telah dilakukan oleh Ibu Susi Pudjiastuti dalam hal kelautan

Artikel

Dan Mesut Ozil pun Mengucapkan “Happy 70th Independence Day Indonesia !

Ucapan selamat hari Kemerdekaan tidak hanya bergema di tanah air, bahkan pesepakbola dunia sekelas Mesut ozil pun mengucapkannya.

Artikel

Kenangan Suasana Ramadhan Bandung Tempo Dulu

Memasuki Bulan Ramadhan, banyak hal unik yang terjadi di tengah masyarakat kita. Budaya ngabuburit, takjil, bedug dan lainnya.