AS Akui Pernikahan Sejenis, #Lovewins dan Perdebatan di Indonesia

AS Akui Pernikahan Sejenis, #Lovewins dan Perdebatan di Indonesia

Beberapa hari ini Amerika Serikat atau AS menjadi pusat perhatian dan bahan perbincangan setelah Mahkamah Agung AS, mengakui pernikahan sejenis. Hal ini tidak hanya menimbulkan perdebatan di publik Amerika namun juga di Indonesia. Tagar ‘#lovewins’ langsung menjadi trending topic ketika Mahkamah Agung AS melegalkan pernikahan sejenis. Hal ini disambut dengan gembira oleh para Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) serta para aktivis pembela hak LGBT di negeri Paman Sam itu. Mereka menari dan berpesta dengan simbol-simbol pelangi yang terlihat semarak didepan gedung Makamah Agung AS.

Perayaan keputusan Mahkamah Agung AS soal pernikahan sejenis

Perayaan keputusan Mahkamah Agung AS soal pernikahan sejenis

Gedung-gedung yang mendukung keputusan ini juga menunjukkan dukungannya dengan berbagai macam cara. Gedung putih secara resmi menunjukkan dukungan mereka terhadap keputusan ini. Berbagai figur publik juga menunjukkan dukungan mereka dengan tagar ‘#lovewins’ di media sosial. Perusahaan-perusahaan besar di Amerika seperti Apple, Google, Facebook, Amazon, AT&T, McDonald’s, Coca-Cola, Disney, Macy’s, Target, Visa and Budweiser juga tidak mau ketinggalan untuk menunjukkan dukungan.

US #lovewins White House

Dukungan Admin Gedung Putih Terhadap Keputusan Supreme Court dengan Tagar #lovewins

Namun tidak semua orang di AS bergembira terhadap keputusan ini, kubu konservatif yang biasanya diwakili oleh partai Republik -atau dikenal juga dengan Grand Old Party (GOP), menyesali kekalahan dalam pengadilan pernikahan sejenis ini. Seperti yang dilansir oleh Hufftington post banyak pihak menyayangkan kekalahan ini.

Hal ini senda dengan yang dinyatakan oleh Russell Moore, Presiden The Southern Baptist Ethics & Religious Liberty Commission. Moore menyampaikan kekecewaannya dengan menyatakan bahwa mereka perlu memberitahukan kepada khalayak ramai bagaimana mengartikulasikan visi Kristen terhadap seksualitas yang akan semakin jauh dari kebudayaan sejak saat ini.  Kelompok konservatif menyayangkan para politisi GOP tidak mempersiapkan diri terhadap perubahan persepsi masyarakat Amerika. Mereka berasumsi kalau kaum tradisionalis di negeri itu akan selalu mendukung mereka perihal pernikahan sejenis ini.  Mereka mau tidak mau harus menerima kekalahan ini.

Perdebatan mengenai pernikahan sejenis ini juga memasuki babak baru di AS.  Seperti yang dipantau oleh Siloka.com dari perbincangan di media sosial. Beberapa pendukung pernikahan sejenis menjadi lebih agresif dari sebelumnya.

Seperti halnya yang terjadi pada JR Salzman, seorang veteran perang Iraq yang kehilangan tangannya. Salzman dalam akun twitter-nya @jrsalzman menyatakan kekecewaannya atas keputusan Mahkamah Agung AS tersebut. Kicauan ini sontak mendapatkan komentar pedas.

US #lovewins Salzman Tweet

US #lovewins Salzman Tweet @jrsalzman yang mendapatkan response keras dari pengguna media sosial lainnya yang mendukung keputusan Supreme Court US

Keputusan Mahkamah Agung Amerika ini juga memicu perdebatan di tanah air. Media sosial dan dunia maya beberapa hari ini diramaikan dengan perdebatan bagi mereka yang mendukung dan mereka yang menolak pernikahan sejenis. Hal ini cukup unik karena Amerika Serikat bukanlah negara pertama, ada 24 negara lainnya yang sudah lebih dahulu melegalkan pernikahan sejenis. Bahkan Belanda sudah melegalkannya sejak lebih dari satu dekade yang lalu.

Perdana mentri Belgia, Elio de Rupo mengakui kalau dirinya adalah penyuka sesama jenis. Namun mungkin bagi sebagian besar orang-orang di Indonesia menganggap Amerika Serikat sangat penting, mereka baru benar-benar heboh ketika negeri adidaya ini melegalkan sesama jenis.

Menjadi LGBT di Indonesia tentu tidak mudah. Dengan latar belakang kultur dan agama yang kuat, perilaku LGBT masih dianggap sebagai hal yang tabu dan memalukan. Para LGBT di Indonesia juga kerap mendapatkan perlakuan yang buruk. Mereka tidak hanya mendapatkan hinaan dan ejekan,  bahkan mereka kerap mendapatkan tindakan kekerasan.

Beberapa kasus bahkan menunjukkan bahwa LGBT diperlakukan secara tidak manusiawi, bahkan oleh keluarganya sendiri. Seperti yang diungkapkan oleh pembela hak LGBT, terkadang pelaku LGBT diperkosa atas ijin keluarganya agar mereka ‘sembuh,’ atau ditelanjangi dan dipermalukan agar mereka ber-‘taubat’.

Menerima dengan alasan kemanusiaan dan menolak dengan alasan agama terhadap legalisasi pernikahan sejenis memang menjadi konflik diametral yang tidak mungkin ada titik temunya. Kedua belah pihak memilki alasan yang tidak mudah diganggu gugat terhadap pendapatnya masing-masing.

Amerika Serikat menjalani proses yang sangat panjang untuk keputusan Mahkamah Agung ini. Keberhasilan para aktivis sehingga membuat 60% publik Amerika akhirnya menerima legalisasi pernikahan sejenis ini dilakukan dengan pendekatan humanis. Meskipun saat ini dikhawatirkan berubah dimana para penolak pernikahan sejenis menjadi tersingkir sehingga merekalah yang mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan karena kepercayaan mereka.

 

 

Comments

About author

You might also like

Artikel

Bicara Soal Seks, Kamasutra Jawa Ini Jauh lebih Dahsyat

Bagi pembaca membicarakan “Kamasutra” mungkin tidaklah aneh. Namun, bicara soal seks, Kamasutra Jawa dalam Serat Centhini ternyata lebih dahsyat.

Artikel

Duo Batu Akik Dari Tanah Sulawesi Yang Begitu Ajaib

Khazanah batu akik di Indonesia seakan tidak pernah habis. Begitu pula dengan keunikannya yang mengundang takjub para pemerhati batu.

Artikel

Royal Princess Itu Bernama Charlotte Elizabeth Diana

Akhirnya Pangeran William dan Kate Middletone memberi nama putri mereka dengan nama Charlotte Elizabeth Diana, Istana Kensington mengatakan putri kerajaan ini akan dikenal dengan sebutan putri Charlotte dari Cambridge. Putri Charlotte