Aturan Minuman Beralkohol, Belajar dari Inggris

Aturan Minuman Beralkohol, Belajar dari Inggris

Aturan mengenai minuman beralkohol sempat menjadi isu nasional di Indonesia. Siloka.com mencoba meninjau mengenai aturan minuman beralkohol di Inggris yang secara budaya lebih permisif terhadap minuman beralkohol.

Beberapa waktu yang lalu Indonesia memberlakukan larangan penjualan minuman beralkohol di minimarket melalui Permendag Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015, yang merupakan perubahan kedua atas Permendag No. 20/M-DAG/4/2014 tentang pengendalian dan pengawasan terhadap pengadaan, peredaran dan penjualan minuman beralkohol. Peraturan tersebut tersebut melarang minimarket untuk menjual minuman beralkohol golongan A (minuman dengan kadar alkohol kurang dari 5%) karena dianggap meresahkan masyarakat.

Sebelum memberlakuan peraturan tersebut, tidak ada legislasi yang melarang penjualan minuman beralkohol. Peraturan yang ada yaitu memberlakukan batasan usia yang diperbolehkan untuk membeli minuman ini. Dan saat ini, batasan usia untuk membeli minuman beralkohol di Indonesia adalah 21 tahun. Meskipun demikian penerapan aturan ini dilapangan masih belum benar-benar dijalankan. Jadi tidak perlu heran, sebelum pelarangan penjualan minuman beralkohol di minimarket, kita dapat melihat ABG usia sekolah menengah dengan mudahnya membeli minuman beralkohol di minimarket, bahkan meminumnya di tempat umum.

Jika membandingkan mengenai aturan penjualan minuman beralkohol di Inggris, negara ini menerapkan batasan usia 25 tahun untuk membeli minuman beralkohol. Penerapan batasan usia ini dilaksanaan dengan cukup ketat. Sebagai negara dengan budaya barat dimana minuman alkohol menjadi bagian keseharian bagi masyarakat Inggris, ternyata penjualan minuman beralkohol tidak semudah yang kita bayangkan.

Berdasarkan pantauan Siloka.com, minuman beralkohol dapat ditemui dengan mudah di pusat perbelanjaan ataupun mini market. Namun pada bagian minuman beralkohol tersebut selalu dipampang peringatan mengenai batasan usia. Para pembeli akan dimintai identitas mereka untuk membuktikan usia mereka sudah lebih dari 25 Tahun.

Peringatan mengenai pemeriksaan batasan umum disalah satu supermarket di Inggris

Peringatan mengenai pemeriksaan batasan umum disalah satu supermarket di Inggris

Supermarket di Inggris rata-rata menerapkan self check up, dimana para pelanggan memindai barang belanjaannya sendiri dan membayarnya pada mesin kasir otomatis. Namun untuk membeli minuman beralkohol, mesin tidak akan menerima pembayaran dari pelanggan sebelum mendapatkan persetujuan dari petugas supermarket.

Para petugas supermarket sangat ketat dalam menerapkan aturan mengenai batasan umur. Mereka tidak segan-segan membatalkan transaksi jika ditemukan usia pembeli masih kurang dari 25 tahun. Menurut pantauan Siloka.com, bahkan jika umur pelanggan tersebut hanya kurang dari satu tahun pada waktu pembelian, mereka tetap akan menolaknya.

Selain itu, jangan pernah coba-coba membelikan minuman beralkohol untuk mereka yang berumur kurang dari 25 tahun. Ancaman hukuman denda yang cukup besar menanti. Lima ribu pound sterling atau setara dengan 100 juta rupiah harus dibayarkan oleh si pelaku. Pusat-pusat perbelanjaan di Inggris juga memajang peringatan mengenai hal ini di bagian ‘liquor‘ atau minuman keras.

Peringatan akan denda bagi mereka yang membeli minuman beralkohol bagi yang masih dibawah umur

Peringatan denda bagi mereka yang membeli minuman beralkohol untuk orang dibawah umur 25 tahun

Belajar dari Inggris mengenai aturan minuman beralkohol mungkin dapat mengatasi keresahan masyarakat mengenai minuman beralkohol di Republik ini. Namun tentu saja perlu kesadaran dan ketegasan dalam menerapkan aturan. Sehingga tidak perlu terjadi lagi segerombolan ABG yang nongkrong di depan minimarket sambil meminum minuman beralkohol.*

About author

You might also like

Napak Tilas

Keajaiban Candi Borobudur, Candi Budha Terbesar di Dunia

Pastinya semua tidak asing lagi dengan Candi Borobudur. Hampir dipastikan, Anda pernah mengunjunginya, meski sekali seumur hidup.

Artikel 1Comments

Belajar Dari Nepal : Bangunan Tradisional Lebih Tahan Gempa

Gempa Nepal yang berkekuatan Mw 7,8 sungguh begitu menakutkan. Sejauh ini tercatat menewaskan, 3.617 jiwa dan melukai 6.833 orang. Jumlah ini masih bisa membengkak dalam hari-hari ke depan. Berada pada

Artikel 0 Comments

Angkringan, Belajar Iso Rumongso

Mungkin salah satu yang dimiliki Yogyakarta berbeda dengan daerah lain, adalah angkringan. Angkringan berasal dari kata angkring atau nongkrong sering disebut juga warung HIK, singkatan dari Hidangan Istimewa Kampung, merupakan