Babancong, Garut Kota Intan dan Bung Karno

Babancong, Garut Kota Intan dan Bung Karno

Mungkin pembaca bertanya-tanya, apa kaitan di antara ketiganya ? Dan apakah yang di maksud Babancong ? Nama yang terdengar asing bagi awam.

Jika anda berkesempatan ke Garut, kunjungilah alun-alunnya. Selain tentu saja Mesjid Agung Garut yang menonjol, ada bangunan kecil lain yang menjadi ikon kota Garut. Bangunan itu adalah babancong.

Bangunan tersebut berupa sebuah bangungan kecil monumental nan unik yang konon hanya ada satu-satunya di Indonesia.

Babancong yaitu sebuah bangunan kecil mirip pesanggarahan berbentuk panggung di sisi selatan alun-alun atau Lapangan Oto Iskandardinata Garut. Luasnya mencapai kurang lebih 15 meter persegi dengan tinggi panggung atau kolong sekitar 2 meter. Terdapat delapan tiang penyangga atap berketinggian sekitar 7 meter.

Bagian mukanya persis menghadap Alun-alun. Sedangkan bagian belakangnya mengarah ke Gedung Pendopo, dan rumah dinas Bupati yang disebut Pamengkang. Di bagian belakang itulah terdapat tangga dan pintu masuk Babancong.

Dahulu babancong berfungsi sebagai tempat bagi bupati beserta pejabat pemerintahan lainnya menyampaikan pidato di depan publik serta sebagai tempat untuk para pejabat menyaksikan keramaian di alun-alun.

bung karno dan babancong
Sampai sekarang pun, babancong masih digunakan untuk tempat duduk para pejabat, jika di alun-alun diselenggarakan berbagai upacara. Di Babancong inilah Presiden Soekarno, pernah berpidato disaksikan ribuan warga Garut.
Pada waktu itu, Soekarno mengunjungi Garut untuk memberi penghargaan Adipura karena Garut dinilai sebagai kota terbersih di Indonesia. Sejak Garut menerima Adipura Pertama di Indonesia itulah, Garut dijuluki kota Intan Oleh Bung Karno, julukan yang begitu indah.
Itulah sekelumit sejarah Babancong, bangunan kecil namun sarat sejarah dan makna. Dan inilah salah satu keunikan Garut yang tidak dimiliki daerah lainnya di Nusantara.
Disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Tokoh

Soekarno dan Pidato Yang Menohok Kolonial

Pidato pembelaan Soekarno di depan pengadilan kolonial sungguh fenomenal, karyanya ini kemudian dibukukan dengan judul Indonesia Menggugat.

Hits

Hari Buku Nasional: Napak Tilas Sejarah Buku di Dunia

Hari Buku Nasional merupakan ide dari masyarakat pecinta buku, bertepatan dengan peresmian Perpustakaan Nasional tanggal 17 Mei 1980

Hits

Bermain Agar.io, Menyegarkan Otak dan Pikiran

Disela-sela kepadatan aktifitas kita yang menguras pikiran serta bikin mumet, tak ada salahnya kita bermain game.