Bandung, Kota Yang Lahir Tanpa Sengaja.

Bandung, Kota Yang Lahir Tanpa Sengaja.

“Rome wasn’t built in a day” Pepatah itu bukannya tanpa pengecualian, kota Bandung contohnya. Semula Daendels tak pernah terpikir jika ambisinya membangun jalan raya pos malah melahirkan sebuah kota baru.

Gubernur Jenderal yang juga masih anak buahnya Napoleon Bonaparte ini memiliki nama lengkap Herman Willem Daendels. Ketika negara Belanda di okupasi Napoleon, Daendels diutus Napoleon untuk menjadi Gubernur Jenderal di Hindia Timur (Nusantara). Sepanjang 1808 hingga 1811, praktis Nusantara di bawah penguasaan Perancis.

Salah satu tugas utama Daendels adalah mempertahankan tanah Jawa dari serbuan Inggris, musuh bebuyutannya. Langkah pertama yang dilakukannya adalah membangun Jalan Raya Pos (Groote Posweg) dari Anyer di ujung barat Provinsi Banten hingga Panarukan di ujung Jawa Timur, sepanjang 1000 km. Pembangunan jalan ini untuk mempermudah pergerakan tentaranya.

Dalam jangka 1 tahun, jalan raya pos selesai dibangun, namun harus dibayar mahal dengan memakan banyak korban jiwa rakyat pribumi yang dijadikan pekerja paksa. Menurut sebuah sumber, diperkirakan 12000 rakyat tewas dan menurut Pramoedya Ananta Toer digolongkan sebagai genosida.

Ketika pembangunan jalan raya itu memasuki daerah kabupaten Bandung, ternyata jalan ini sangat jauh (kurang lebih 11 km) dari ibukota Kabupaten Bandung yang berlokasi di Krapyak (Dayeuh Kolot). Hal ini tentu akan menghambat pembangunan jalan dan menyulitkan komunikasi pusat dengan pemerintah kabupaten (A.Sobana Hardjasaputra, Pikiran Rakyat, 25 Februari 1998). Lewat surat perintah, Daendels menugaskan Bupati RA Wiranatakusumah II untuk memindahkan ibukota Kabupaten Bandung ke tepi Sungai Cikapundung, sekitar Alun-Alun Bandung dewasa ini.
Dengan ditemani Bupati Bandung, Daendels berjalan melintasi Cikapundung, dan pada titik kilometer ”0” di depan Hotel Homan sekarang, Daendels menancapkan tongkatnya seraya berkata, ”Zorg, dat als ik terug kom hier een stad is gebouwd!” (Usahakan, bila aku datang kembali ke sini, sebuah kota telah berdiri ).

Akhmad Faizal Reza

Comments

About author

You might also like

Napak Tilas

Ditemukan Jam Swiss di Kuburan Kuno Berusia 400 Tahun?

Sungguh aneh bin ajaib ! Sebuah artefak mirip jam swiss ditemukan di pekuburan kuno berusia 400 Tahun ! Benarkah demikian ?

Napak Tilas 0 Comments

Braga Tempo Dulu

Braga sebuah kawasan yang sejak zaman “baheula” sampai “kiwari” menjadi ikon kota Bandung. Jalan yang pernah dijuluki Jalan Culik karena terkenal kerawanannya ini disebut juga Jalan Pedati pada 1900-an. Disebut

Napak Tilas 2 Comments

Ada Apa Dengan Situs Gunung Padang.

Situs Gunung Padang. Penemuan Situs Megalitikum Gunung Padang membuktikan bahwa peradaban leluhur bangsa Indonesia adalah yang paling tua di Dunia. Itulah salah satu harapan dari peneliti yang tergabung dalam Tim