Benarkah Amerika Serikat Berhutang 57000 Ton Emas Pada Indonesia ?

Benarkah Amerika Serikat Berhutang 57000 Ton Emas Pada Indonesia ?

Asumsi ini datang dari sebuah dokumen yang menggemparkan dunia. Nama dokumen ini adalah “The Green Hilton Agreement”

Perjanjian ini disinyalir melibatkan dua tokoh besar dunia, yakni Presiden Soekarno dari Indonesia dan Presiden Kennedy (JFK) dari Amerika Serikat.  Disebutkan, perjanjian itu dibuat pada 14 November 1963 di Geneva, Swiss. Presiden Indonesia Soekarno sepakat menandatangani The Green Hilton Agreement dengan Presiden Amerika John F Kennedy. Dengan penuh kebanggan Sukarno menyerahkan sekitar 57.147 ton emas murni 24 karat kepada State Treasury. Itulah harta nasional dan konon titipan atau amanat dari kerajaan-kerajaan Asia.

Tahun 1967 dinyatakan sah oleh pemerintah Amerika, tapi sayangnya pada 24 November 1963 Kennedy tewas terbunuh dan pada 1965 Sukarno digulingkan dari istana. Presiden Johnson, penerus Kennedy, membatalkan perjanjian. Yaitu perjanjian cetak dollar dengan dukungan emas tersebut. Sejak itu nasib 57.147 ton emas amat misterius, nyangkut dalam kekuasaan The Fed (Federal Reserves) bank sentral Amerika.

Di Indonesia, dokumen ini mungkin baru heboh pada tahun 2013 lalu.  Namun di Amerika, berita ini sudah beredar sejak tahun 2008 lewat situs bibliotecapleyades.net. Ketika sampai ke Indonesia, beritanya dibuat menjadi lebih bombastis. Misalnya, kalimat pembuka dalam sebuah situs berita memuatnya seperti ini :
“Inilah perjanjian yang paling menggemparkan dunia. Inilah perjanjian yang menyebabkan terbunuhnya Presiden Amerika Serikat John Fitzgerald Kennedy (JFK) 22 November 1963. Inilah perjanjian yang kemudian menjadi pemicu dijatuhkannya Bung Karno dari kursi kepresidenan oleh jaringan CIA yang menggunakan ambisi Soeharto. Dan inilah perjanjian yang hingga kini tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah ummat manusia.”
Lantas, apa isi dari perjanjian tersebut ? Bagi mereka yang kurang memahami persoalan ekonomi mungkin akan sedikit kebingungan membacanya.  Emas sebesar itu dipinjamkan oleh Presiden Soekarno kepada Amerika untuk digunakan sebagai cadangan supaya pihak Amerika bisa mencetak uang dolar.
Singkatnya seperti ini:
1. Presiden Soekarno memegang kuasa atas emas-emas (yang disebut sebesar 57.000 ton) tersebut.
2. Lalu Presiden Soekarno memindahkan emas itu ke Amerika.
3. Sebagai gantinya, pihak Amerika akan memberikan bunga senilai 2,5 persen dari harga emas.
4. Karena Presiden Soekarno tumbang maka pembayaran bunga tersebut belum pernah dicairkan sampai sekarang dan emas tersebut lenyap dari pantauan radar.
 Nah, ternyata banyak kalangan yang menganggap dokumen The Green Hilton ini palsu belaka ! Alasannya beragam,  salah satunya adalah keberadaan Kennedy pada tanggal tersebut dia sedang berada di Washington DC,  bukan di Geneva.Kejanggalan lainnya adalah bahwa stempel kepresidenan Amerika Serikat dalam perjanjian tersebut berbeda dengan stempel resmi, logo burung Garuda yang berbeda dengan stempel resmi dan mirip hasil cropping, tanda tangan Presiden Soekarno yang memiliki perbedaan dalam hal penulisan dan ejaan dengan tanda tangan resmi. Serta keberadaan Presiden Soekarno yang kemungkinan besar masih berada di Jakarta saat tanggal perjanjian.

Jadi, bagaimana kita menyikapinya ? Asli atau palsunya dokumen ini perlu penelitian lebih lanjut oleh pakar yang ahli di bidangnya. Dan semoga, dokumen ini tidak dijadikan alat penipuan yang selama ini beredar yang mengatasnamakan “Dana Revolusi.”

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Artikel 1Comments

Jenis Batu Akik Indonesia Yang Paling Dicari Kolektor

Demam batu akik terus bergulir. Di momen KAA (Konferensi Asia Afrika ) 2015 kemarin, batu akik lebih diangkat pamornya. Adalah Ridwan Kamil, sang Walikota Bandung yang hendak memberikan cinderamata berupa

Jalan-Jalan

Resort Kampung Sumber Alam, Resort Berbasis Green Tourism

Membincangkan Garut seakan tak pernah habis. Garut memang sudah menjadi tujuan pelancong sejak zaman “baheula.”

Napak Tilas 2 Comments

Ada Apa Dengan Situs Gunung Padang.

Situs Gunung Padang. Penemuan Situs Megalitikum Gunung Padang membuktikan bahwa peradaban leluhur bangsa Indonesia adalah yang paling tua di Dunia. Itulah salah satu harapan dari peneliti yang tergabung dalam Tim