Benarkah Hitler Melarikan Diri dan Mati Indonesia ? (1)

Benarkah Hitler Melarikan Diri dan Mati Indonesia ? (1)

Berita tentang kematian Hitler di surat kabar dunia

Berita tentang kematian Hitler di surat kabar dunia

Siapa yang tidak mengenal Hitler ? Ya, Hitler, pemimpin Nazi Jerman ini dianggap sosok horor abad ke-20.

Karier politiknya bermula sebagai kopral muda (Gefreiter) pada Perang Dunia 1 dan melonjak menjadi “Sang Fuhrer” pada Perang Dunia 2.

Dimulai ketika menjabat Kanselir dari 1933 hingga kekalahan Jerman dari pihak sekutu dan Uni Sovyet pada 1945.

Hitler dianggap bertanggung jawab sebagai pencetus Perang Dunia Ke-2 yang menyebabkan kematian kurang lebih 40 juta jiwa itu. Seperti tercatat dalam sejarah, Hitler dan Eva Braun, istri yang baru dinikahinya itu mengakhiri hidup dengan bunuh diri pada 30 April 1945 di sebuah bungker di Berlin menjelang kejatuhan Jerman.

Namun, sejarah kematian Hitler sendiri masih diselimuti kontroversi. Beragam versi lain yang beredar dan menyangkal versi kematian resmi seperti yang sudah dicatat dalam buku-buku sejarah.

Dalam Surat Kabar “The Daily Telegraph” terbitan 28 September 2009 menurunkan satu laporan, tengkorak yang selama ini diduga milik Hitler dan disimpan di Rusia ternyata, bukanlah tengkorak tokoh tersebut.

Dalam Program History Channel Documentary, koran yang terbit di Inggris itu menjelaskan, tengkorak tersebut merupakan tengkorak perempuan yang meninggal di bawah usia 40 tahun.

Laporan ini tentu saja menggemparkan. Beragam versi mulai bermunculan kembali. Sebagian kalangan beranggapan, Hitler berhasil melarikan diri bersama Eva Braun, kemudian menghabiskan masa tuanya di Brasil, Argentina, atau wilayah lainnya di Amerika Selatan.

Seperti diketahui, banyak tokoh-tokoh Nazi yang melarikan diri ke Amerika Selatan. Negara Israel terus mengejar tokoh-tokoh ini untuk dihukum karena mereka dianggap bertanggung jawab dalam “Holocaust” atau pemusnahan etnis Yahudi pada PD 2 lalu.

Selain versi yang sudah lama dikenal dunia, terdapat versi Indonesia yang boleh jadi merupakan versi terbaru. Dalam versi itu dijelaskan tentang kemungkinan Hitler melarikan diri ke Indonesia dan meninggal di Surabaya. Dugaan ini didasarkan pada penuturan seorang dokter warga Bandung, Sosrohusodo.

Tentunya, jadi diri atau sosok Hitler disembunyikan. Namun, tetap saja, Sosro merasakan kejanggalan terhadap sosok yang pernah ia temui di Pulau Sumbawa pada 1960 an itu.

Sosok yang dimaksud Sosro adalah dr. Poch, pemimpin salah satu rumah sakit umum di Pulau Sumbawa Besar. Sosro sempat bertemu langsung beberapa kali dengan Poch, saat bertugas sebagai tenaga kesehatan di kapal Hope yang dijadikan rumah sakit pada 1960.

“Melalui perbincangan tentang masa lalunya dan ciri-ciri fisik, saya semakin yakin Poch bukan orang sembarangan. Saya curiga dialah Adolf Hitler yang misterius itu. Apalagi, dia ditemani seorang perempuan yang menurut saya wajahnya mirip Eva Braun, kekasihnya. Akan tetapi, keyakinan ini saya pendam sangat lama. Hingga saya selesai bertugas di kapal Hope, rasa penasaran itu belum terjawab,”

Salah satu ciri yang meyakinkan bahwa dr. Poch adalah Hitler ketika Sosro melihat kakinya. Dari perjumpaannya dengan Poch, Sosro mengetahui kaki kiri dokter tersebut tidak normal. Jika berjalan harus diseret.

Sementara tangan kirinya selalu gemetar. Kumisnya dipotong pendek dan hanya tersisa di tengah. Persis seperti yang ditirukan komedian terkenal Charlie Chaplin. Tidak tersisa rambut di kepalanya alias plontos…BERSAMBUNG

 

Dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Artikel

Si Jalak Harupat

Fotonya memang menghiasi uang pecahan Rp.20.000,- Namun, sepak terjang Pahlawan satu ini seolah terlupakan. Padahal Ia adalah tokoh besar pada masanya. Siapakah Ia sebenarnya ? Selepas Proklamasi, Ia pernah didapuk

Artikel

Tabuik, Ritual Memeringati Gugurnya Cucu Nabi Muhammad Saw

Ada ritual unik ketika datang 10 Muharram setiap tahunnya. Ritual ini disebut juga “Tabuik” dan dilakukan di Pariaman setiap tahunnya.

Napak Tilas 0 Comments

Death Mask : Dari Firaun Hingga Napoleon

Kematian menghampiri semua orang tak terkecuali. Namun, kematian disikapi berbeda oleh setiap orang dan setiap kebudayaan. Di dunia Barat sendiri ada kebiasaan yang unik ketika seseorang meninggal. Terutama apabila yang