Benarkah Hitler Melarikan Diri dan Mati Indonesia ? (2-tamat)

Benarkah Hitler Melarikan Diri dan Mati Indonesia ? (2-tamat)

Sosok dr. Poch, apakah dia sebenarnya Hitler ?

Sosok dr. Poch, apakah dia sebenarnya Hitler ?

Cerita tentang kematian Hitler di Indonesia sungguh menarik. Jika benar Poch adalah Hitler, pada saat bertemu Sosro dia berusia 71 tahun.

Sebab, Hitler lahir pada 1889. ”Saya kira usianya seperti itu, sesuai dengan penampilan fisiknya. Saya ingat betul kondisi fisiknya, karena bukan hanya sekali bertemu dengannya dan berbicara tentang hal itu,” kata Sosro.

Keanehan lain yang membuatnya heran, ternyata Poch tidak memiliki ijazah kedokteran, akan tetapi, ternyata dia bisa memimpin satu rumah sakit. Sehari-hari Poch sering memakai seragam putih, pakaian khas dunia kedokteran.

Sebagai seorang dokter, Sosro pernah memancing Poch dengan percakapan soal kesehatan.

“Poch ternyata tidak menguasai dunia medis, saya tahu itu. Dari pembicaraannya, dia tidak mengerti soal kedokteran. Ini makin misterius saja. Lalu siapa yang mengangkatnya menjadi pemimpin rumah sakit tersebut. Tentu tidak sembarang orang bisa menjadi pimpinan salah satu lembaga penting seperti itu,” kata Sosro.

Keyakinan dan sekaligus rasa penasaran Sosrohusodo muncul kembali, setelah lebih dari dua puluh tahun kemudian dia menemukan informasi-informasi baru.

Maka dia pun melakukan rekonstruksi pengalamannya, membuka kembali catatan-catatan, dan menuangkannya dalam bentuk tulisan. Sosro benar-benar tertantang untuk mengungkap misteri dr. Poch. Saat itu, dia memperlihatkan sejumlah tulisan yang dibuatnya seperti diktat.

Pada satu kesempatan berkunjung ke kediaman Poch, banyak hal dikemukakan dokter tua tersebut yang justru memperkuat dugaan Sosro. Misalnya saat ditanya tentang pemerintahan Hitler, Poch secara terang-terangan memujinya.

Dia juga menolak anggapan terjadinya pembantaian besar-besaran terhadap orang Yahudi di Kamp Auschwicz. Padahal, dalam sejarah dunia kamp yang satu ini merupakan cerita horor legendaris pada masa kejayaan Nazi.

Hitler, Sang Fuhrer

Hitler, Sang Fuhrer

Poch juga mengaku tidak tahu-menahu, ketika ditanya tentang kematian Adolf Hitler pada 1945 di Berlin. Dia hanya bercerita, keadaan saat itu benar-benar kacau-balau dan setiap orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Poch seperti menghindar jika ditanya terlalu jauh soal sosok Hitler dan sepak terjang Nazi.

Hampir sepanjang perbincangan berlangsung, lelaki tua yang gemar memotret itu mengeluhkan tentang tangan kirinya yang gemetar. Sosro kemudian meminta izin untuk memeriksa saraf ulnarisnya.

Ternyata tidak ada kelainan. Demikian pula dengan tenggorokannya sehat-sehat saja. Saat itu, Sosro menyimpulkan kemungkinan “Hitler” hanya menderita parkinson, berkaitan dengan usianya yang lanjut.

Lalu Sosro berasumsi, kemungkinan penyakit itu muncul karena trauma psikis. “Dugaan saya langsung diiyakan Poch. Saya kaget juga. Akan tetapi, ketika saya tanya lebih jauh sejak kapan penyakit itu menghinggapinya, Poch malah bertanya kepada istrinya dalam bahasa Jerman. “Ini terjadi ketika Jerman kalah di pertempuran dekat Moskow. Saat itu Goebbels mengatakan bahwa kau memukuli meja berkali-kali.” ujar istrinya seperti ditirukan Sosro.

Siapa Goebbels? Apakah yang dimaksud adalah Joseph Goebbels, wartawan yang banyak membantu gerakan Nazi dan kemudian menjadi Menteri Propaganda pada pemerintahan Hitler?

“Tidak tahu keceplosan atau bagaimana, beberapa kali istrinya memanggil Poch dengan sebutan ‘Dolf’. Apakah ini merupakan kependekan dari ‘Adolf’ atau bukan, saya tidak begitu pasti. Namun, itulah yang saya dengar langsung,” katanya.

Cerita mengenai pertemuan atau interaksi dr. Sosrohusodo dan dr. Poch ini pernah dimuat dalam surat kabar Pikiran Rakyat tahun 1983.

Misteri Hitler memang masih perlu penyelidikan yang lebih dalam. Yang penting, semua pihak jangan merasa “keukeuh” dengan kebenarannya masing-masing dan terbuka dengan segala kemungkinan. Hipotesis Hitler lari dan meninggal di Indonesia bisa jadi sebuah kebenaran baru.

Dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Gaya Hidup 0 Comments

Motor Antik: Legenda, Jati Diri dan Investasi (1)

  Motor antik atau motor klasik merupakan sebutan bagi motor-motor yang sudah berumur ujur. Walaupun sebenarnya tidak ada batasan apa yang disebut antik atau klasik tersebut hanya diukur dari tahun

Jalan-Jalan 0 Comments

Ada Makam Kabayan di Situs Gunung Padang ?

Perbincangan tentang situs Gunung Padang tak pernah berhenti. Tim arkeolog banyak menemukan temuan baru, yang tak jarang mengundang tanya. Dua tahun ke belakang situs Gunung Padang cukup menyedot perhatian. Bentuk

Jalan-Jalan 0 Comments

Masangin : Ritus Mengukur Kelurusan Hati

Datang ke Yogya tidak mantap kalau tidak merasakan ritus masangin di Alun-alun Kidul (Alkid), selain berwisata kuliner malam hari di sana. Kalau waktu siangnya memang tidak begitu ramai. Biasanya orang