Braga Tempo Dulu

Braga Tempo Dulu

Braga sebuah kawasan yang sejak zaman “baheula” sampai “kiwari” menjadi ikon kota Bandung.

Jalan yang pernah dijuluki Jalan Culik karena terkenal kerawanannya ini disebut juga Jalan Pedati pada 1900-an. Disebut jalan pedati dikarenakan fungsi utama jalan ini adalah sebagai sarana transportasi pedati-pedati yang mengangkut biji kopi ke gedung utama.

Jalan Braga mulai berkembang ketika para pengusaha Belanda membangun pertokoan-pertokoan, bar, dan tempat hiburan di jalan ini. Pada 1920-1930-an Jalan Braga dihiasi dengan sederet butik-butik yang mengikuti model di Paris, Perancis. Kemasyhuran dan Keramaian Jalan Braga bertambah dengan dibangunnya Societet Concordia (Sekarang Gedung Merdeka) Hotel Savoy Homann dan gedung-gedung perkantoran.

Kini, berpuluh tahun kemudian tarikan magnetnya masih terasa. Jika kita melewati jalan ini, sisa-sisa kejayaannya masih menggema. Di bawah Kang Emil, keramaian Braga coba dihidupkan kembali. Event Braga Cullinary Night sering digelar di jalan bersejarah ini. Kepedulian masyarakat dan pemerintah kota Bandung masih harus dibuktikan agar jalan ini bisa mencapai lagi era keemasannya.

Seratus tahun kemudian, jangan sampai anak cucu kita tidak lagi mengenali jalan Braga. Jangan sampai mereka tidak mengetahui bahwa di Bandung ada sebuah jalan yang pada suatu masa pernah terkenal ke seantero dunia, namun kini jalan itu beserta seluruh warisannya telah punah ditelan masa. Semoga.

Comments

About author

You might also like

Artikel

70 Tahun Lalu, Hiroshima Luluh Lantak Akibat Little Boy

Pada pagi 6 Agustus 1945 aktivitas di kota Hiroshima Jepang berjalan seperti biasanya, sampai beberapa saat kemudian semuanya berubah.

Jalan-Jalan

Revitalisasi Situs Penjara Banceuy

Mulanya terkesan kumuh, kotor dan tak terawat. Namun, kesan ini seolah hilang. Bahkan patung Bung Karno telah melengkapi situs ini.

Napak Tilas

Charlie Chaplin Pernah Mampir Ke Garut Dua Kali

Garut ternyata sudah kesohor sejak zaman baheula. Pemandangan alamnya nan eksotik telah memukau banyak orang, salah satunya Charlie Chaplin.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply