Bukti-Bukti Adanya Perang Nuklir 15000 Tahun Yang Lalu

Bukti-Bukti Adanya Perang Nuklir 15000 Tahun Yang Lalu

Mungkinkah terjadi perang nuklir ribuan tahun yang lalu, sementara teknologi nuklir sendiri belum terlalu lama ditemukan ?

Nah, fakta inilah yang kini sedang di dalami para ilmuwan. Kita tentu ingat kisah pertarungan antara Kurawa dan Pandawa. Kedua pihak yang sama-sama bersaudara ini akhirnya berperang di sebuah padang luas yang bernama Khurhusetra.

Kisah Mahabharata ini adalah kisah yang berhasil tercatat dalam sejarah umat manusia. Dalam kisah tersebut menceritakan bahwa telah terjadi konflik besar-besaran antara keturunan Pandu dan Dretarastra dalam memperebutkan tahta kerajaan.

Menurut sumber mengatakan, epos ini ditulis pada tahun 1500 SM. Namun fakta sejarah yang dicatat dalam buku tersebut masanya juga lebih awal 2.000 tahun dibanding penyelesaian bukunya. Artinya peristiwa yang dicatat dalam buku ini diperkirakan terjadi pada masa ± 5.000 tahun yang silam.

Namun yang membuat orang tidak habis berpikir adalah kenapa perang pada masa itu begitu dahsyat? Padahal jika dengan menggunakan teknologi perang tradisional, tidak mungkin bisa memiliki kekuatan yang sebegitu besarnya, hingga banyak yang berspekulasi dan dengan berani menyimpulkan bahwa perang Mahabharata adalah perang nuklir.

Lantas, pertanyaannya ? Apa mungkin di tahun 1500 SM, ada perang nuklir dan peradaban manusia sudah sedemikian tinggi? Padahal, teknologi nuklir merupakan teknologi hi-tech yang dikerjakan oleh para ahli fisika di jaman modern. Sungguh merupakan spekulasi yang tidak masuk di akal.

Namun, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Michael Cremo tahun 2003, seorang arkeolog senior dari AS. Selama 8 tahun, penganut agama Hindu ini meneliti narasumber dari kitab suci Weda dan Jain, yang ditulis pendeta Walmiki, ribuan tahun lalu. Cremo tertarik menginvestigasi dan mendalami dua kitab suci tersebut.

Ia menemukan nama-nama yang tertera di kitab tersebut ada di India. Ditemani tim dan rekannya, Dr. Rao, arkeolog terkemuka India, ia meneliti dengan perangkat canggih “penjejak waktu” (thermoluminenscence dating method) untuk setiap obyek yang ditemukan.

Dengan karbon radio isotop, keakuratan umur objek mampu dijejak hingga miliaran tahun ke belakang. Kitab Weda ternyata bisa menjadi nara sumber akurat, mengungkap kisah-kisah sebenarnya beribu tahun lalu. Dan membuktikan bahwa kitab itu tak semata kitab suci belaka.

Perang besar itu hanya berlangsung 18 malam saja. Meskipun demikian menurut cerita itu , korban yang jatuh bukan main besarnya, yaitu 9.539.050 jiwa belum termasuk para panglima perang ( senapati ) serta korban yang berujud binatang-binatang pembantu perang seperti gajah, kuda dan sebagainya.

Michael Cremo mengadakan penelitian di daratan, diantaranya ; Indraprasta, Hastinapura, dan padang Khurusethra, bekas perang itu terjadi. Seperti diketahui, Indraprasta merupakan tempat bermukim keluarga Pandawa di awal perjuangan merebut Hastina. Khurusethra adalah bekas pertempuran dahsyat keluarga Bharata. Para ahli menemukan banyak bukti yang mengejutkan. Tanah tegalan luas itu ternyata tak ditumbuhi tanaman apa pun, karena tercemar radio aktif. Pada puing-puing bangunan atau sisa-sisa tengkorak manusia yang ditemukan di Mohenjo Daro tercemar residu radio aktif yang cukup pekat.

Nah, lho ? Jadi bagaimana, apakah benar ribuan tahun lalu telah terjadi perang nuklir ? Kita ikuti saja sepak terjang ilmuwan dan para arkeolog dunia untuk membuktikan lebih lanjut.

Disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Napak Tilas

Maukah Bertemu Sosok Nyai Roro Kidul ? (1)

Siapakah sesungguhnya Nyai Roro Kidul? Apakah Ia pernah hidup ataukah hanya mitos belaka? Sosoknya menjadi misteri di Nusantara.

Artikel

Tato Dayak, Bukan Sekadar Gaya-Gayaan

Anda bertato ? Itu sepenuhnya hak Anda, namun bagi sebagian kebudayaan tato bukan gaya-gayaan, tetapi memiliki makna yang dalam.

Hits

UNPAD Menjadi Kampus Terfavorit

Universitas Padjadjaran selalu menyorot perhatian para pelajar sekolah menengah atas yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.