Cerita-Cerita Lucu di Seputar Bung Karno (2-tamat)

Cerita-Cerita Lucu di Seputar Bung Karno (2-tamat)

Siapa yang tidak mengenal Bung Karno? ‘Founding Father’, proklamator, pahlawan nasional dan seabrek predikat yang melekat pada dirinya.

Tapi apakah kita mengenal kelucuan Bung Karno? Nah, hal ini yang masih jarang diketahui orang. Padahal, Bung Karno memang sosok yang suka melucu dihadapan rekan-rekan sejawatnya. Di balik pidatonya yang sering menggelegar dan mengguncang dunia, Bung Karno ternyata bisa melucu juga. Berikut di antara cerita-ceritanya.

 

Soekarno bisa galak juga
Pernah suatu hari di Jakarta, BK marah sekali. Delapan orang pengawal dikumpulkan lalu ditempeleng satu per satu.

“Saya mohon Bapak sabar dulu …,” kata Mangil, salah satu korban kemarahan.

Belum sampai habis bicara, BK membentak Mangil, “Diam!” Anggota pengawal yang baru saja menerima hadiah bogem mentah itu saling melihat satu sama lain dan semua ketawa kecil.

Setelah kembali ke istana, Bung Karno memanggil Mangil, dan berkata, “Mangil, kau mau tidak memaafkan Bapak? Bapak meminta maaf kepada anak buahmu. Ternyata Bapak berbuat salah kepada anak buahmu.”

“Tidak apa-apa, Pak,” jawab Mangil. Kemudian Bung Karno merangkul Mangil. Belakangan diketahui, BK telah menerima laporan yang salah dari orang lain mengenai salah satu anak buah Mangil.

Prihatin Yang Memprihatinkan
Biasanya, kalau BK sedang marah, tidak ada yang berani menghadap, kecuali Prihatin, salah seorang anggota Polisi Pengawal Pribadi Presiden.

Ketika makan bersama di Istana Tampaksiring di Bali, BK berkata, “Kamu orang itu terlalu. Kalau saya sedang marah, selalu Prihatin yang kau suruh menghadap. Dia sering saya semprot dan saya tahu dia tidak salah. Saya merasa kasihan sama Prihatin. Besok kalau saya ke luar negeri, Prihatin akan saya ajak.” BK melanjutkan, “Lha mbok kalau saya sedang marah, yang disuruh menghadap saya seorang wanita cantik dengan membawa map surat-surat yang harus saya tanda tangani, ‘kan saya tidak jadi marah. Jullie te erg, Lagi-lagi Prihatin yang datang!” Betul saja, waktu BK pergi ke Kanada, Prihatin diajak.

Tongkat Komando Bung Karno
Bung Karno tidak pernah lupa membawa tongkat kebesaran. Salah satu tongkat komandonya merupakan hadiah dari Presiden Filipina Quirino. Tongkat ini yang sering dia bawa ke mana-mana dalam acara resmi di Jakarta maupun ke luar kota, ke daerah-daerah, bahkan ke luar negeri.

Belakangan orang bilang, tongkat BK mempunyai kekuatan gaib. Berita burung itu sampai ke telinganya. Ia berkata, “Lo, ini ‘kan cuma dibuat dari kayu biasa, dan juga dibuat oleh manusia biasa yang doyan nasi juga.”

Sapu Yang Malang
Halaman istana banyak pohon besar dan rindang. Tetapi jangan sekali-kali memotong dahan atau rantingnya, sebab Bung Karno akan tahu. Semuanya diatur sendiri olehnya, termasuk tanaman-tanaman kecil di halaman istana.

Di sekitar tempat penjagaan Polisi Pengawal Pribadi Presiden, terdapat pohon besar. Dengan sendirinya, banyak daun kering jatuh di bawahnya. Melihat itu BK langsung berhenti dan menyuruh seorang polisi pengawal mencari sapu. Setelah sapu didapat, segera ia memerintahkan polisi pengawal itu untuk membersihkannya. BK kemudian meneruskan jalan kaki, dan mengitari halaman istana.

Sewaktu anggota polisi pengawal pribadi itu sedang menyapu, datang tukang kebun sambil meminta sapu itu. Sapu diserahkan oleh polisi pengawal kepada tukang kebun, dan secara kebetulan BK melihat adegan serah terima sapu itu. Ia segera kembali ke pos penjagaan dan meminta sapu dari tukang kebun sambil berkata kepada polisi pengawal tadi, “Baik, kalau kamu tidak mau membikin bersih tempatmu sendiri, Bapak yang akan membersihkannya.” Setelah Bung Karno selesai menyapu dan membersihkan tempat penjagaan, sapu dibanting sampai gagangnya patah.*   

 

(disarikan dari berbagai sumber).

 

Comments

About author

You might also like

Budaya

Sagu, Makanan Pokok yang Terlupakan

Sebagian besar masyarakat Nusantara mengandalkan beras sebagai makanan pokoknya. Tapi tidak semua, di beberapa tempat beras diganti Sagu.

Budaya

Mengapa Soekarno Layak Disebut Seniman ? (Bagian 1)

Sebagai Proklamator, sebagai Presiden, Sebagai Founding Father begitulah kita mengenal sosok Soekarno. Namun, sebagai seniman ?

Komunitas

Sejarah Awal Mula Scooter Vespa Piaggio

Sejarah mencatat ketika Enrico Piaggio secara tak sengaja berseru “Sambra Una Vespa” (terlihat seperti Tawon). Inilah cikal bakal penamaan Vespa.