Cerita-Cerita Lucu Seputar Bung Karno (1)

Cerita-Cerita Lucu Seputar Bung Karno (1)

Siapa yang tidak mengenal Bung Karno? ‘Founding Father’, proklamator, pahlawan nasional dan seabrek predikat yang melekat pada dirinya.

Tapi apakah kita mengenal kelucuan Bung Karno? Nah, hal ini yang masih jarang diketahui orang. Padahal, Bung Karno memang sosok yang suka melucu dihadapan rekan-rekan sejawatnya. Di balik pidatonya yang sering menggelegar dan mengguncang dunia, Bung Karno (BK) ternyata bisa melucu juga. Berikut di antara cerita-ceritanya.

Pesta Yang Memalukan
Pernah dalam suatu resepsi di Istana Merdeka, seorang pejabat tinggi membisiki Bung Karno dan meminta beliau untuk mengambil saputangan kecil berwarna putih yang menghiasi saku jas Jusuf Muda Dalam. Karena itu bukan saputangan asli, tetapi palsu! Tentu saja BK ingin tahu dan terus berusaha mendekati Jusuf Muda Dalam. Pak Jusuf sendiri tidak menaruh curiga ketika didekati BK dengan tersenyum. Setelah dekat sekali, BK tiba-tiba mengambil hiasan putih yang menyerupai setrip putih di atas saku jas Pak Jusuf.

Pak Jusuf terperanjat dan berusaha mempertahankannya. Tetapi sudah terlambat karena benda itu sudah di tangan BK. Ketika BK membuka kain putih itu, orang-orang tertawa terbahak-bahak. Mereka melihat sebuah pakaian dalam perempuan, bersih, putih, dan masih baru. Tetapi itu celana dalam untuk boneka kecil.

Pohon Sawo Berbuah Polisi
Di halaman Istana Yogyakarta yang luas, tumbuh beberapa pohon buah-buahan, antara lain mangga, jambu, kedondong dan sawo. Kalau sedang panen buah-buahan, Ibu Fatmawati sering membagi-bagi buah-buahan itu.

Pada suatu hari, Bung Karno memergoki seorang anggota Polisi Pengawal Pribadi, Sudiyo, sedang berada di atas pohon sawo. Anggota polisi itu tahu kalau BK mendekati pohon sawo dan mengira tidak melihatnya. Saking ketakutannya, dia diam di atas pohon tanpa bergerak dengan harapan tak diketahui BK. Bung Karno sengaja tak mau melihat ke atas pohon sawo itu. Kepada polisi yang ada didekatnya, ia berkata, “itu buah sawonya kok tambah?”

Anggota pengawal yang diajak bicara kontan tertawa, pengawal yang ada di atas pohon pun ikut tertawa, tapi dengan nada ketakutan. Lalu Bung Karno berkata lagi, “Bapak ‘kan sudah bilang, biar buahnya tua dan matang dulu. Nanti kamu orang juga dibagi. Kalau kamu tidak sabar, pindahkan saja pohon sawo ini ke dekat asramamu itu….”

Bung Karno kemudian meninggalkan pohon sawo itu. Setelah BK tidak kelihatan lagi, polisi yang ada di atas pohon baru berani turun. Kawan-kawannya pun mengejek, “rasain lu!” Dengan gemetar Sudiyo langsung berdiri dan dengan sikap sempurna, menghadap dan melapor; “Siap Pak, Sudiyo mohon maaf.” BK tersenyum dan meneruskan jalan pagi sambil mengontrol kebersihan serta kerapian tanaman di halaman. Sejak saat itu, tidak ada lagi yang berani memanjat pohon buah-buahan.

 

(disarikan dari berbagai sumber).

Comments

About author

You might also like

Gaya Hidup 0 Comments

5 Tujuan Wisata di Yogyakarta (2)

  Cinderamata Banyak sekali barang-barang souvenir atau cinderamata etnik Yogyakarta yang sering diburu pengunung, yakni perak di Kota Gede.Dengan biaya yang terjangkau dan beraneka ragam model dengan kualitas terjamin, menjadikan

Budaya

Anda Sudah Dewasa ? Silakan Lompati Batu Setinggi 2 Meter

Satu lagi tradisi unik yang dimiliki Nusantara, tepatnya di Pulau Nias adalah Fahombo, atau tradisi lompat batu bagi yang sudah dewasa.

Jalan-Jalan

Pulau Onrust : Benteng VOC, Karantina Haji dan Tawanan Nazi

Jika Anda kebetulan berwisata ke Kepulauan Seribu, kurang lengkap apabila tidak berkunjung ke Pulau Onrust. Sebuah Pulau yang kaya cerita dan sejarah. Pulau Onrust merupakan salah satu pulau di Kabupaten