Cikuray; Pendakian Dengkul Ketemu Dada Di Swiss Van Java

Cikuray; Pendakian Dengkul Ketemu Dada Di Swiss Van Java

Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi ke-empat di Jawa Barat, setelah tiga gunung lainnya yaitu; Gunung Ciremai, Gunung Pangrango dan Gunung Gede.

Cikuray terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 2.821 meter diatas permukaan laut (mdpl). Dari kejauhan, gunung ini nampak seperti kerucut sempurna dengan ukuran raksasa yang menjulang di selatan Kota Garut. Pemandangan alam yang luar biasa indahnya akan disuguhkan dari gunung yang berada di kabupaten yang di juluki ‘Swiss Van Java’ ini.

Untuk tiba di Cikuray, biasanya para pendaki menggunakan kendaraan umum menuju terminal Guntur. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan angkutan kota atau angkot, menuju salah satu dari tiga jalur pendakian yang tersedia, yaitu; Cikajang, Bayongbong dan Cilawu (Dayeuh Manggung). Ketiga jalur tersebut menawarkan medan yang sangat menarik dengan karakteristik masing-masing. Jalur Bayongbong adalah jalur yang paling terjal namun dapat sampai dipuncak lebih cepat.

Jalur Pendakian

Jika pendakian dilakukan melalui jalur Cilawu, maka titik awal pendakian dilakukan dari Pemancar untuk terlebih dahulu melakukan registrasi ulang. Setelah itu para pendaki dapat menuju Pos 1 dengan jalur melewati kebun teh. Perjalanan melewati kebun teh ini ditempuh sekitar 30 menit. Kemudian pendaki akan memasuki hutan yang lebih teduh. Jika kamu mendaki ketika musim kemarau, maka kondisi tanah pada jalur ini akan terlihat gersang dan berdebu bila ditapaki.

Perjalanan dari Pemancar ke Pos 1 dapat ditempuh sekitar 50 menit, kemudian ditambah sekitar 50 menit lagi untuk menuju Pos 2. Waktu tempuh Pos 2 ke Pos 3 sedikit lama karena medannya yang terjal. Kira-kira waktu tempuhnya akan satu setengah kali lebih lama dibanding waktu tempuh dari pos 1 ke pos 2. Di pos 3 pendaki hanya dapat mendirikan satu atau dua tenda saja, sementara di pos 4 terdapat tempat yang lebih luas untuk mendirikan tenda dan beristirahat.

Perjalanan dari pos 4 menuju Pos 5 membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kemiringan jalur yang lebih terjal lagi. Setelah itu pendakian dilanjutkan menuju pos puncak bayangan yang memiliki lahan yang lebih luas dari lima pos sebelumnya, dengan keadaan yang lebih datar tanpa adanya semak belukar.

Selepas dari pos puncak bayangan, pendaki akan menemukan Pos 6 yang luasnya hampir sama dengan pos puncak bayangan. Di Pos ini, pepohonan tinggi sudah tidak terlalu rapat yang menandakan bahwa pendaki sudah mendekati puncak Gunung Cikuray. Hanya membutuhkan waktu 15 menit saja dari Pos 6 untuk sampai ke puncak.

Pemandangan dari puncak Gunung Cikuray

Pemandangan dari puncak Gunung Cikuray

Negeri di Atas Awan

Puncak Gunung Cikuray bagai ‘negeri di atas awan;’ lebih tinggi dari awan dan dikelilingi olehnya. Dari sini, pendaki dapat melihat beberapa gunung ‘pencakar langit’ lainnya yang berada di Jawa Barat seperti Gunung Papandayan dan Ciremai, bahkan Gunung Slamet yang ada di Jawa Tengah. Tentunya itu bisa terlihat kalau cuacanya sedang bagus.

Bersahabat dengan alam dapat membuat jiwa dan raga kita menjadi sehat. Oleh karenanya, kita juga harus menjaga kelestarian alam yang luar biasa ini, yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita. Jadi, kapan kamu mau bertamu ke Gunung Cikuray?*

About author

You might also like

Napak Tilas 0 Comments

Motor Antik: Legenda, Jati Diri dan Investasi (1)

  Motor antik atau motor klasik merupakan sebutan bagi motor-motor yang sudah berumur ujur. Walaupun sebenarnya tidak ada batasan apa yang disebut antik atau klasik tersebut hanya diukur dari tahun

Gaya Hidup

Adakah Superhero Made in Indonesia ? (2 -tamat)

Tidak kalah dengan negeri Paman Sam, komikus Indonesia, khususnya semenjak era 1970-an banyak melahirkan tokoh-tokoh superhero. Dalam era tersebut, seiring dengan maraknya komik nasional, kehadiran superhero-superhero lokal tak kalah dengan

Lingkungan 0 Comments

Magnet Itu Bernama Garut, Swiss van Java

Membincangkan Garut seakan tak pernah habis. Garut memang sudah menjadi tujuan pelancong sejak zaman “baheula.” Iklimnya yang sejuk, suasananya yang asri, pemandangannya yang elok serta seni tradisinya yang kuat membuat