“Cintamu yang Selalu Menjiwai Rakyat.Cinta Fat”

“Cintamu yang Selalu Menjiwai Rakyat.Cinta Fat”

Saat Bung Karno meninggal, pada 21 Juni 1970, Fatmawati tidak hadir. Ia hanya mengirimkan karangan bunga dan tulisan itu.

“Cintamu yang selalu menjiwai rakyat.Cinta Fat.” Siapakah Fatmawati ? Beliau merupakan Ibu Negara Pertama dari Presiden Pertama Indonesia yaitu Presiden Soekarno dan juga dikenal sebagai penjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Fatmawati Soekarno lahir pada hari Senin, 5 Pebruari 1923 Pukul 12.00 Siang di Kota Bengkulu, sebagai putri tunggal keluarga H. Hassan Din dan Siti Chadidjah. Fatmawati sendiri berarti “bunga teratai.”

Pertemuan Bung Karno dan Fatmawati terjadi di Bengkulu ketika Bung Karno diasingkan Belanda ke daerah Bengkulu.

“Fat, sekarang terpaksa aku mengeluarkan perasaan hatiku padamu. Dengarkan baik-baik”. Tanpa menunggu jawabanku, bapak melanjutkan pertanyaan,

“Begini Fat….sebenarnya aku jatuh cinta padamu pertama kali aku bertemu denganmu, waktu kau ke rumahku dahulu pertama kali. Saat itu kau terlalu muda untuk menerima pernyataan cintaku. Oleh sebab itu aku tidak mau mengutarakan. Nah baru sekarang inilah aku menyatakan cinta padamu Fat?”

Bapak diam sejenak dan terus memandangku dengan penuh perasaan, bertanya, “Apakah kau cinta padaku?”

“Bagaimana Fat cinta pada Bapak, bukankah Bapak mempunyai anak dan istri?” jawabku sambil dirundung keheranan dan emosi.

Kutipan dialog cinta Soekarno kepada Fatmawati itu tertulis dalam buku otobiografi berjudul “Fatmawati Catatan Kecil Bersama Bung Karno” yang diterbitkan pertama kali pada 1978.

Pada 1 Juni 1943, Fatmawati menikah dengan Soekarno. Dari pernikahan itu, ia dikarunia lima orang putra dan putri, Yaitu, Guntur Soekarnoputra, Megawati Soekarnoputri, Rachmawati Soekarnoputri, Sukmawati Soekarnoputri dan Guruh Soekarnoputra.

Pada tahun 1980, Ibu Fatmawati meninggal dunia akibat serangan jantung ketika dalam perjalanan pulang umroh dari mekah. Beliau dimakamkan di Karet Bivak, Jakarta. Pada tanggal 4 November 2000, Presiden Abdurrahman Wahid memberikan gelar pahlawan nasional kepada Ibu Fatmawati.

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Artikel

7 Gunung Terindah di Dunia (2-tamat)

Dari atas gunung seringkali kita dapat melihat awan-awan bagaikan domba-domba terbang.

Napak Tilas

Charlie Chaplin Pernah Mampir Ke Garut Dua Kali

Garut ternyata sudah kesohor sejak zaman baheula. Pemandangan alamnya nan eksotik telah memukau banyak orang, salah satunya Charlie Chaplin.

Artikel

Benarkah Kiamat akan Jatuh Pada 28 September 2015 Nanti ?

Teori tentang kiamat datang silih berganti. Terakhir yang cukup menghebohkan pada 2012 lalu dengan berakhirnya kalender Maya, lalu kapan lagi prediksinya ?