Inilah Dampak Merokok Didekat Anak

Inilah Dampak Merokok Didekat Anak

Menjadi perokok pasif memang lebih berbahaya daripada perokok aktif. Berdasarkan survei terbaru yang dikutip oleh Boldsky.com, lebih dari 1000 orang perokok pasif meninggal dunia setiap tahunnya disebabkan karena terpapar asap rokok di sekitar mereka.

Bagi orang dewasa maupun anak-anak, menjadi perokok pasif sangat berbahaya. Anak yang menjadi perokok pasif memiliki resiko tinggi pada kesehatan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Budaya merokok ini seringkali tidak disadari orang dewasa terutama yang memiliki anak, mereka tetap saja merokok didepan anak-anaknya.

Berikut efek buruk jika orang tua sering merokok di depan anak :

• Sindrom kematian mendadak pada bayi.
Sindrom kematian mendadak pada bayi atau sudden death infant syndrome (SDIS) ini biasanya terjadi pada bayi berusia dibawah 1 tahun. Dimana asap rokok dikhawatirkan mengganggu jalan nafas sang anak.

• Pneumonia dan bronkhitis
Bronkhitis merupakan peradangan yang terjadi di saluran udara primer pada paru-paru. Bronkhitis dapat berkembang menjadi pneumonia. Pneumonia merupakan radang pada bagian paru-paru yang lebih dalam. Bronkitis dan pneumonia sering dialami pada anak yang ibunya perokok atau  sering terpapar asap rokok baik dari ibu atau ayah.

• Menghambat pertumbuhan paru-paru
Masa anak-anak merupakan masa pertumbuhan yang sangat penting, sehingga kesehatannya perlu dijaga dengan baik. Ketika seorang anak sering terpapar asap rokok, maka pertumbuhan paru-parunya dapat terhambat. Zat-zat berbahaya dari rokok mudah masuk ke dalam paru-paru melalui saluran pernafasan sang anak. Itulah sebabnya mengapa jika sehabis merokok sebaiknya mengganti pakaian terlebih dahulu sebelum menggendong bayi. Karena kandungan berbahaya pada rokok tersebut melekat pada pakaian. Bahkan jika merokok dalam rumah, kandungan itu dapat melekat pada sofa.

• Infeksi telinga
Ternyata infeksi telinga tak hanya beresiko tinggi bagi para perokok, tetapi juga pada anak yang menjadi perokok pasif. Resiko ini dapat meningkat disaat para orang tua mengisi udara dalam rumah dengan asap rokok.

• Masalah pernafasan ketika dewasa
Anak yang sering terpapar asap rokok akan lebih sering batuk-batuk dan lebib beresiko terkena asma. Dampak buruknya kadang tidak terlihat pada masa kecil, namun pada saat dewasa anak dapat memiliki permasalahan pada pernafasan apabila lingkungan sekitarnya adalah perokok.

• Anak menjadi perokok
Kemungkinan besar jika orang tua sering merokok depan anak adalah kemungkinan sang anak akan menjadi perokok juga ketika dewasa nanti. Dan semakin muda usianya, semakin buruk juga masalah kesehatannya.

Demi masa depan bangsa, budayakan untuk tidak merokok didepan anak. Tentu akan lebih baik jika kita mampu berhenti merokok demi kesehatan diri sendiri juga.
Sumber: nationalgeographic

 

Comments

About author

You might also like

Jalan-Jalan 0 Comments

Denyut Pasar Andir

Jangan tanyakan jam normal di sini. Ketika sebagian besar masyarakat Bandung masih terlelap dan diselimuti mimpi indah atau mungkin mimpi buruk, Pasar Andir menghadirkan suasana sebaliknya. Denyut aktivitas manusia mulai

Gaya Hidup

Apakah Anda Mengalami Lethargy Syndrome?

Saat kita menjalankan aktifitas sehari-hari, mungkin kita pernah merasa tidak bertenaga, lemas, lesu, mengantuk atau letih. Gejala-gejala ini memicu rendahnya konsentrasi otak untuk berpikir bahkan dapat menyebabkan hilang mood, sehingga

Jalan-Jalan

Villa Sibentang, Private Villa Eksotik di Cipanas Garut

Garut nan elok dan cantik, yang semenjak zaman baheula memiliki julukan “Swiss van Java” senantiasa menjadi magnet.