Death Mask : Dari Firaun Hingga Napoleon

Death Mask : Dari Firaun Hingga Napoleon

Death Mask Napoleon Bonaparte

Death Mask Napoleon Bonaparte

Kematian menghampiri semua orang tak terkecuali. Namun, kematian disikapi berbeda oleh setiap orang dan setiap kebudayaan.

Di dunia Barat sendiri ada kebiasaan yang unik ketika seseorang meninggal. Terutama apabila yang meninggal tersebut adalah orang-orang terkenal, seperti tokoh politik, musikus, artis dan lainnya.

Beberapa saat setelah mereka dinyatakan meninggal, maka dibuatlah “death mask” atau topeng kematian untuk mengabadikan saat-saat terakhir mereka.

King Tut-death-Mask

Topeng kematian adalah topeng berbentuk wajah orang-orang yang sudah meninggal. Wajah yang ditampilkan topeng-topeng ini berdasarkan wajah orang mati sungguhan. Dibuat dari cetakan plester basah yang diletakkan di atas permukaan wajah orang yang baru meninggal dunia.

Topeng kematian pertama kalinya dikenal dalam kebudayaan Mesir. Penemuan topeng kematian paling terkenal adalah topeng kematian milik Firaun Tutanhkamun atau King Tut.

Topeng ini terbuat dari emas dan batu mulia. Pada zaman Mesir Kuna, topeng kematian dikubur besama dengan jasadnya. Dalam tradisi Mesir Kuna, topeng kematian dipercaya dapat membawa roh menemukan tubuhnya kembali di alam akhirat.

Topeng Kematian Abraham Lincoln

Topeng Kematian Abraham Lincoln

Di zaman pertengahan, topeng kematian mulai hilang sisi spiritualnya, namun lebih kepada memelihara ingatan kepada tokoh yang mati tersebut. Sebelum munculnya teknik fotografi, “death mask” menjadi praktek yang lazim ketika seseorang wafat.

Patung Musikus Beethoven

Patung Musikus Beethoven

Banyak tokoh besar, baik tokoh politik, artis, musikus terkenal yang wajah “kematiannya diabadikan lewat topeng kematian. Di antara tokoh-tokoh tersebut adalah : Napoleon Bonaparte. Pemimpin militer dan pemimpin Politik Perancis. Abraham Lincoln, Presiden Amerika Serikat, dan musikus, Ludwig van Beethoven. Adakah tokoh Indonesia yang wajahnya diabadikan saat meninggalnya ? Sepengetahuan penulis, ketika Sutan Syahrir wafat di Zurich Swiss, wajahnya diabadikan seperti tokoh-tokoh lainnya.

Disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Nasional

Polwan Iptu Dhayita Daneswari ini Jadi Kapolsek Termuda di Jawa

Polwan Iptu Dhayita Daneswari Ini Jadi Kapolsek Termuda di Jawa, Yang masih berusia 23 tahun. Semarang – Polwan ini masih sangat muda. Dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya, ia

Artikel 0 Comments

Cerita Unik & Lucu Seputar Konferensi Asia Afrika 1955

KAA Pada 1955 banyak mengguratkan sejarah yang hebat. Sehabis KAA, banyak negara-negara di Asia dan Afrika beroleh kemerdekaannya. Namun, KAA 1955 juga banyak meninggalkan cerita unik dan lucu. Cerita-cerita kecil

Gaya Hidup 0 Comments

Batu Akik Pancawarna, Mendunia Berkat KAA

Trend batu akik di Indonesia sedang naik daun. Dalam memperingati Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Kota Bandung, batu akik pun dijadikan sebagai souvenir. Batu akik Pancawarna nan cantik akan menjadi souvenir

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply