Di Bawah Pohon Ini, Tercetuslah Pancasila

Di Bawah Pohon Ini, Tercetuslah Pancasila

Pohon Sukun, di Ende, Flores, tempat BK merenungkan tentang Pancasila

Pohon Sukun, di Ende, Flores, tempat BK merenungkan tentang ideologi Pancasila

Proses melahirkan ide atau gagasan terkadang aneh, tak jarang unik. Ia bisa saja muncul di sembarang tempat.

Ide tidak selalu muncul di laboratorium, kelas-kelas kuliah atau perpustakaan. Begitu juga dengan Pancasila.

Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara kita, tercetus dari buah pikiran Bung Karno (BK), Founding Father dan Presiden pertama kita.

Namun proses perjalanan sehingga tercetusnya Pancasila terbilang unik.
Untuk menciptakan Pancasila, sang proklamator tidak membaca buku atau bertukar pendapat dengan negarawan lain.

Dari sebatang pohon Sukun yang menghadap teluk Ende, Flores, Bung Karno mendapat pencerahan tentang Pancasila. Di bawah pohon Sukun itu Bung karno gemar melamun sembari menikmati indahnya sajian panorama di teluk tersebut.

Dalam biografinya, Soekarno, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, dituliskan mengenai proses tercetusnya Pancasila. Menurut si Bung,

“Tempat untuk menyendiri yang ku senangi itu di bawah pohon sukun yang menghadap ke laut. Pohon sukun itu berdiri di atas sebuah bukit kecil menghadap teluk. Di tempat itu dengan pemandangan yang tidak ada batasnya dan langit biru serta awan putih, aku duduk melamun selama berjam-jam.” kata BK.

Didukung dengan lingkungan seperti itu, pikiran tentang negara menjadi kian membesar. Bagai kekuatan gaib, pohon Sukun itu seperti menghipnotis Soekarno agar terus tetap di situ.

“Sering pula aku menggigil saat udara tidak berasa dingin. Tapi aku duduk dengan tenang. Suatu kekuatan gaib memaksaku ke tempat itu hari demi hari,” ceritanya.

Kekuatan gaib itulah yang juga berperan melahirkan inspirasi lahirnya dasar negara, Pancasila. Hal itu disampaikan Bung Karno di hadapan sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945, atau tepat 70 tahun lalu.

“Di Pulau Flores yang sepi, di mana aku tidak memiliki kawan, aku telah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon di halaman rumahku, merenungkan ilham yang diturunkan oleh Tuhan, yang kemudian dikenal sebagai Pancasila,” cetus Bung Karno .

Konon lima dahan pohon Sukun itu jugalah yang melahirkan lima sila Pancasila yang disebut Soekarno dengan lima mutiara indah. Bahkan kata ‘Esa’ dari butir sila pertama ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’ juga ia dapatkan dari bahasa setempat.

Kini pohon Sukun tersebut telah mati dimakan usia. Tunas dari pohon itu ditanam kembali dan tumbuh dengan nama pohon Pancasila. Dan tempat di mana pohon tersebut tumbuh, diberi nama Lapangan Pancasila.

Dari beragam sumber.

About author

You might also like

Hits

Racun Laba-Laba Bisa Mengobati Disfungsi Ereksi, Tertarik?

Korban pria menceritakan bahwa mereka mengalami ereksi yang sangat kuat selama beberapa jam pasca digigit laba-laba tersebut.

Artikel 0 Comments

Setahun Tak Terdengar, Olga Syahputra Dikabarkan Wafat.

Dunia¬†hiburan nusantara dirundung duka. Olga Syahputra dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura, Jumat 27 Maret 2015.   Kabar duka tersebut pertama disiarkan oleh NET TV pada¬†acara Breaking

Artikel

Inilah Negara-Negara Dengan Waktu Puasa Paling Singkat Di Dunia

Setiap Ramadhan, umat muslim menjalankan ibadah puasa. Tetapi, lama atau singkatnya ibadah puasa di berbagai pelosok dunia berbeda-beda. Misalnya, di belahan bumi Eropa, seperti Belanda kaum muslimin menjalankan ibadah puasa