Di Gua Ini Terdapat Lukisan Tertua Di Dunia !

Di Gua Ini Terdapat Lukisan Tertua Di Dunia !

Lukisan gua tertua di dunia ada di Indonesia, Maros Sulsel

Lukisan gua tertua di dunia ada di Indonesia, Maros Sulsel

Di manakah lukisan tertua yang dibuat manusia ? Di Eropa, atau di benua Afrika, tempat manusia tertua ditemukan ? Jangan jauh-jauh mencarinya, ternyata lukisan itu ada di Indonesia !

Di buku-buku sejarah, tercatat selama ini lukisan stensil tangan dan binatang di dinding-dinding gua yang dianggap paling tua berada di Eropa, yaitu di gua El Castillo di utara Spanyol, yang diperkirakan berusia 37.300 tahun.

Namun, anggapan tersebut kemudian dibantah. Menurut penelitian terbaru, lukisan stensil tangan di dinding gua Maros di Sulawesi Selatan ternyata masih lebih tua lagi.

Penduduk purbakala diduga melukis gambar tangan itu sekitar 40.000 tahun lalu. Demikian hasil penelitian yang dilakukan tim ahli dari Australia dan Indonesia.

Seperti yang dilansir dari laman dw.de. Tim ahli yang dipimpin oleh Anthony Dosseto dari University of Wollongong, Australia, meneliti tujuh gua di Sulawesi dengan 12 lukisan, yaitu stensil tangan yang digambar dengan warna merah dan gambar binatang babirusa.

Lukisan tersebut sebenarnya sudah ditemukan lama sekali, yakni 50 tahun lalu. Tapi belum pernah dilakukan penelitian rinci untuk menentukan umurnya.

Para ahli sebelumnya beranggapan, lukisan-lukisan semacam itu yang dibuat di kawasan iklim tropis tidak akan bertahan lebih dari 10.000 tahun.

Lukisan binatang di Gua Maros

Lukisan binatang di Gua Maros

Tim peneliti dari Australia dan Indonesia lalu melakukan penelitian ulang. Hasil penelitian terbaru di gua Maros Sulawesi ini bisa mengubah pandangan tentang sejarah penyebaran dan peradaban manusia.

Lukisan stensil tangan itu lebih tua dibanding yang di Spanyol. Di Gua Maros diperkirakan berumur sedikitnya 40.000 tahun, sedangkan lukisan babirusa kemungkinan berumur lebih dari 35.000 tahun.

Tim ahli menyebutkan, inilah salah satu lukisan binatang tertua, “kalau bukan yang tertua” di dunia yang pernah ditemukan.

“Dengan ini bisa dibuktikan, bahwa manusia sekitar 40.000 tahun lalu menyebar ke berbagai arah”, kata Anthony Dosseto. “Eropa tidak bisa lagi mengklaim bahwa mereka pihak yang pertama yang mampu mengembangkan lukisan abstrak.”

Penentuan umur lukisan di gua itu dilakukan dengan metode pengukuran uranium. Penghitungan dilakukan berdasarkan peluruhan unsur-unsur radioaktif. Dengan metode itu bisa ditentukan umur minimal lukisan. Berarti lukisan-lukisan itu mungkin saja lebih tua lagi.

Penelitian tentang umur lukisan purbakala di gua-gua dianggap penting, karena lukisan itu menjadi indikator bahwa pelukisnya “punya kemampuan berpikir abstrak”, kata Thomas Sutikna, anggota tim peneliti dari University of Wollongong.

sumber : www.dw.de.

Comments

About author

You might also like

Hits

Hemat Energi, 35 Juta Lampu Jalan Diganti LED

Secara logis, budaya hemat energi listrik lebih ekonomis daripada menambah kapasitas produksi listrik.

Budaya

Arti Kujang Bagi Masyarakat Sunda

Sejak duduk di bangku sekolah dasar kita diajarkan bahwa masyarakat Nusantara memiliki senjata tradisional. Salah satunya yang terkenal adalah Kujang.

Budaya

Bagaimana Kesan Eddi Brokoli Kehilangan Rambut Khas-nya?

Apa yang latar belakangi Eddi Brokoli mencukur habis rambutnya menjadi botak di tahun 2013.