Di Manakah Mahkota Kerajaan Pajajaran Berada ?

Di Manakah Mahkota Kerajaan Pajajaran Berada ?

Kerajaan Sunda Pajajaran merupakan kerajaan terkenal di Nusantara. Keberadaaanya dapat disejajarkan dengan kerajaan seperti Majapahit atau Sriwijaya. Pada masanya, kerajaan ini merupakan kerajaan besar yang disegani, dengan rajanya yang terkenal Prabu Siliwangi.

Namun, tidak banyak peninggalan kerajaan Pajajaran yang masih ada.  Salah satu peninggalan yang masih ada adalah Mahkota Binokasih. Mahkota Binokasih yang kini merupakan icon dari Museum Prabu Geusan Ulun dan menjadi primadona Kota Sumedang dahulunya adalah sebuah mahkota yang menjadi lambang kebesaran kerajaan-kerajaan di tanah sunda pada masa itu. Sebelum diwariskan atau diberikan kepada kerajaan Sumedang Larang dan menjadi Pusaka Sumedang, Mahkota Binokasih merupakan lambang kebesaran kerajaan Pajajaran.

Menurut sumber turun-temurun, mahkota ini dibuat atas prakarsa Sanghyang Bunisora Suradipati, raja Galuh (1357-1371). Mahkota ini digunakan oleh raja-raja Sunda selanjutnya dalam upacara pelantikan raja baru dan menjadi benda pusaka kerajaan hingga kerajaan Sunda runtuh.

Kerajaan Galuh  merupakan sebuah Kerajaan besar pecahan dari Kerajaan Tarumanegara. Dikisahkan ketika Kerajaan Padjadjaran dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja dengan sebutan Prabu Siliwangi. Kerajan Padjadjaran diserang oleh gabungan pasukan Islam dari Cirebon, Banten, dan Demak. Saat itu, Kerajaan Padjadjaran terdesak dan hampir jatuh akibat serangan tersebut. Sebelum Kerajaan Padjadjaran benar-benar runtuh, Prabu Siliwangi mengutus 4 orang Kandaga Lante kepercayaannya untuk membawa Mahkota Binokasih beserta perlengkapannya ke Sumedang Larang dengan harapan Sumedang Larang dapat meneruskan kejayaan Kerajaan Padjadjaran.

Karena pada waktu itu Sumedang Larang merupakan sebuah Kerajaan bawahan dari Kerajaan Padjadjaran, jadi mungkin dikatakan bahwa kekuasaan Kerajaan Padjadjaran ini diturunkan atau diwariskan kepada Sumedang Larang, dari atasan kepada bawahan. Alasan kenapa dipilih Sumedang Larang sebagai penerus adalah karena pada saat itu kerajaan Sumedang Larang telah menganut agama Islam.

Selain itu Sumedang juga dipimpin oleh seorang pemuda yang dikenal cerdas dan berwibawa bernama Pangeran Angkawijaya atau dengan nama Pangeran atau Prabu Geusan Ulun, yang dikemudian hari Pangeran Angkawijaya ini menjadi seorang raja yang fenomenal karena berkat kepemimpinannya beliau mampu menjadikan Kerajaan Sumedang Larang disegani hingga dikenal ke semua penjuru.

Dari beragam sumber.

About author

You might also like

Artikel

“Cintamu yang Selalu Menjiwai Rakyat.Cinta Fat”

Saat Bung Karno meninggal, pada 21 Juni 1970, Fatmawati tidak hadir. Ia hanya mengirimkan karangan bunga dan tulisan itu.

Artikel

Legenda Sumur Bandung

Aura mistis sering melingkupi cerita seputar Sumur Bandung. Di sana-sini banyak dibumbui hal-hal takhayul. Namun, bagaimana sesungguhnya fakta dari Sumur Bandung itu sendiri ? Pertanyaan yang mesti diajukan pertama kali adalah,

Tokoh

Jasa Soekarno Menemukan Makam Imam Bukhari, Perawi Hadits Terkenal

Keberanian Presiden Pertama kita menjadi buah bibir. Penyelamatan Mesjid Biru di Sovyet dan penemuan Makam Imam Bukhari adalah jasa-jasanya. Imam Bukhari bagi umat muslim merupakan tokoh perawi hadits shahih terkenal.