Ditemukan Jam Swiss di Kuburan Kuno Berusia 400 Tahun?

Ditemukan Jam Swiss di Kuburan Kuno Berusia 400 Tahun?

Sungguh aneh bin ajaib! Sebuah artefak mirip jam swiss ditemukan di pekuburan kuno berusia 400 Tahun! Benarkah demikian?

Sekelompok arkeolog dan dua orang jurnalis sedang membuat film dokumenter¬†di sebuah lokasi kuburan di kota Shangsi, Tiongkok. Namun di tempat itu mereka menjumpai sebuah penemuan yang luar biasa aneh. Mereka menemukan sebuah cincin batu berbentuk “Jam Swiss.” Yang membuat penemuan itu menjadi aneh adalah karena kuburan itu adalah sebuah kuburan yang berasal dari Zaman Dinasti Ming dan diperkirakan telah berusia 400 tahun.

Dinasti Ming sendiri memerintah Tiongkok dari tahun 1368 hingga 1644 masehi.

“Ketika kami berusaha memindahkan tanah yang menutupi peti mati, sebuah pecahan batu tiba-tiba jatuh ke tanah dengan suara benturan seperti logam.” Kata Jiang Yanyu, bekas kurator Guangxi Autonomous Region Museum.

“Kami mengambil obyek itu dan menemukan ternyata benda itu adalah sebuah cincin. Setelah membersihkannya dari tanah yang menutupinya, kami terkejut ketika kami melihat benda tersebut berbentuk persis seperti sebuah jam swiss.

“Waktu pada jam itu menunjukkan pukul 10:06. Dan yang luar biasa adalah, pada bagian belakang benda itu, tertulis ‘Swiss’,” tulis koran Poeple’s Daily.

Para ahli lokal menjadi sangat bingung karena mereka mempercayai bahwa kuburan tersebut tidak pernah tersentuh oleh manusia sejak pembangunannya 400 tahun yang lalu. Saat ini mereka sedang menunggu para ahli dari Beijing untuk membantu menyingkap rahasia tersebut.

Sejak penemuan pada 2008 lalu itu banyak kabar yang beredar. Sebagian kalangan menganggap bahwa ini semacam hoax. Namun, sebagian memercayai penemuan ini dan menganggap bahwa ini adalah salah satu bukti adanya ‘time travel’ atau perjalanan waktu. Bagaimana sebuah artefak masa kini ditemukan pada masa lalu, di negara Tirai Bambu pula? Hal ini masih menjadi misteri.

 

(disarikan dari berbagai sumber).

 

 

About author

You might also like

Komunitas

Cari Teman Traveling? Gabung Couchsurfing!

Menjelajahi tempat-tempat baru, merasakan kehidupan sosial budaya di tempat lain mampu membuka pola pikir kita.

Tokoh

Kecap Blitar Nomor Satu Di Dunia (1)

Tulisan ini merupakan tulisan wartawan senior Susanto Pudjomartono yang pernah dimuat di Majalah Gatra, 9 Juni 2001

Hits

Death Mask Dari Tujuh Orang Terkenal (Bagian I)

Kehidupan setelah kematian memang selalu akan menjadi, dikarenakan tidak pernah ada satu orangpun yang pernah kembali dan menceritrakan bagaimana gambaran kehidupan setelah kematian. di budaya barat ada beberapa kebiasaan bagi orang