DJUANDA DAN HARI NUSANTARA

DJUANDA DAN HARI NUSANTARA

Kita mengenal Djuanda sebagai nama lapangan terbang di Surabaya. Di Bandung sendiri, nama Djuanda diabadikan menjadi nama sebuah jalan dan sebuah nama hutan raya yang terletak di Dago Pakar, yaitu taman Ir.H.Djuanda. Namun, siapakah sebenarnya Djuanda itu ?
Lahir di Tasikmalaya pada 14 Januari 1911, Djuanda adalah sosok penting di negeri ini. Pria lulusan Technische Hogeschool (Sekolah Tinggi Teknik) yang sekarang jadi ITB ini beberapa kali menjabat sebagai menteri. Menteri Perhubungan, Menteri Pengairan, Menteri Kemakmuran, Menteri Pertahanan, Perdana Menteri dari 1957-1959 dan jabatan terakhir yang Ia emban adalah sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Kerja 1 hingga Ia wafat pada 7 November 1963.
Sumbangsih terbesar Djuanda bagi negeri ini adalah deklarasinya ketika Ia menjabat sebagai Perdana Menteri. Ia melahirkan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 yang sejak 2001 dikenal sebagai Hari Nusantara. Dalam deklarasi itu –seperti ditulis Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS- Djuanda dengan berani menyuarakan kepada dunia bahwa lautan Indonesia adalah termasuk laut di sekitar, di antara, dan di dalam Kepulauan Indonesia. Berdasarkan Deklarasinya, wilayah laut Indonesia menjadi sangat luas, yaitu 5,8 juta km persegi atau tiga perempat dari keseluruhan wilayah Indonesia. Kita mempunyai lebih dari 17.500 pulau dan dikelilingi 81 ribu km garis pantai. Karena itu Indonesia dikenal dengan negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia. Sementara garis pantainya adalah yang terpanjang kedua di dunia setelah Kanada.
Deklarasi ini pada mulanya mendapat penentangan dari Negara adidaya seperti Amerika dan Australia. Namun akibat perjuangannya yang gigih serta diteruskan penerus-penerus selanjutnya, konsepsi negara nusantara tersebut diterima dan ditetapkan dalam Konvensi Hukum Laut PBB, United Nation Convention on Law of the Sea (UNCLOS) pada 1982.

Akhmad Faizal Reza

Comments

About author

You might also like

Artikel

Si Jalak Harupat

Fotonya memang menghiasi uang pecahan Rp.20.000,- Namun, sepak terjang Pahlawan satu ini seolah terlupakan. Padahal Ia adalah tokoh besar pada masanya. Siapakah Ia sebenarnya ? Selepas Proklamasi, Ia pernah didapuk

Napak Tilas

Perintah Pertama Bung Karno Ketika Jadi Presiden

Negara baru saja merdeka. Presiden dan Wakil Presiden baru saja terpilih, suasana masih genting, namun Bung Karno berhasil mencairkannya.

Artikel

Glenn Fredly Bernyanyi Untuk Angeline

Publik Indonesia tadi malam terguncang dengan pemberitaan ditemukannya jasad Angeline yang dikubur di pekarangan rumah didekat kandang ayam dan tumpukan sampah, penyanyi Glen Fredly pun tersentuh hatinya dan menyanyikan lagu untuk Angeline.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply