Eureka ! Ayam Goreng Rp9000-an

Eureka ! Ayam Goreng Rp9000-an

Ayam Goreng Sunda Mandiri

Ayam Goreng Sunda Mandiri

Jika Archimides berkata Eureka ! karena bahagia berkat penemuannya, Saya pun merasakan perasaan yang serupa, meski penemuan saya kali ini sama sekali tidak untuk dibandingkan.

Bayangkan saja, setelah penat bekerja selama 8 jam setiap hari dan ditambah jarak tempuh pulang dari kantor ke rumah sekitar 1 jam lebih, perut rasanya tidak bisa berkompromi lagi.

Jalanan dari Cileunyi hingga Soekarno Hatta kurang bersahabat bagi para pengendara. Selain kemacetan, yang tak kalah menjengkelkan adalah durasi lampu merahnya yang sangat lama. Rutinitas inilah yang mau tidak mau dilakoni demi tuntutan hidup yang tidak bisa menunggu.

Begitu juga kondisi perut saya tidak bisa menunggu. Untung saja, beberapa minggu ke belakang hal ini cukup terobati. Adalah seorang pedagang kaki lima penjaja ayam goreng di sekitar Jalan Kiaracondong (Jl.Ibrahim Adjie) yang menjadi obatnya. Mungkin kedengarannya tidak aneh. Hampir di setiap sudut Bandung, pedagang ayam goreng melimpah ruah. Namun, bagi saya ayam goreng dengan nama “Sunda Mandiri” ini cukup istimewa. Si Mang penjualnya memanfaatkan hampir semua badan ayam untuk dijual. Tidak ada yang percuma ! Dan ini sesungguhnya jeli. Setiap orang memiliki selera berbeda-beda, bahkan untuk sekadar menikmati ayam goreng.

Beragam “aksesoris” ayam di jual di sini. Mulai, dari kepala, ceker, usus, brutu (ekor), usus, kulit, ati ampela. Semuanya digoreng habis ! Selain itu, tahu dan tempe juga tersedia. Nasi hangat dan sambal sepuasnya siap menemani. Tentu, bagi Orang Sunda, tak lengkap jika tidak ditemani lalap-lalapan seperti kol dan daun selada.

Hebatnya lagi, harganya sangat terjangkau. Saya sendiri bosan menikmati yang itu-itu juga, seperti paha dan dada, namun justru lebih tertarik pada aksesorisnya. Menu andalan saya adalah tiga tusuk kulit, brutu dan usus, serta satu tusuk ati ampela. Tak lupa tahu tempe dan nasi hangat yang porsinya lumayan banyak. Untuk sambal, silakan nambah sepuasnya. Dengan segitu banyak yang di ambil, saya hanya membayar Rp.9.000,-an saja, murah kan ? Silakan mampir, kalau Anda penasaran.

About author

You might also like

Gaya Hidup 0 Comments

Definisi Cantik Menurut Budaya (2)

  Sementara bagi bangsa Cina kuno, mereka mempunyai mitos bahwa perempuan yang cantik adalah perempuan yang memiliki kaki mungil atau yang dikenal dengan kaki seroja (lotus feet).   Karena itu,

Gaya Hidup 0 Comments

Melacak Industri Perak di Kota Gede, Yogyakarta

  Munculnya kerajinan perak di Kotagede bersamaan dengan berdirinya Kotagede sebagai ibu kota Mataram Islam pada abad ke-16. Ada bukti yang menunjukkan bahwa seni kerajinan perak, emas, dan logam pada

Hits

Ku Antar Ke Gerbang, Kisah Cinta Soekarno dan Inggit (1)

Satu pembelajaran penting setelah membaca buku ini. Kesuksesan seorang suami tak lepas dari dorongan isterinya, itulah Inggit bagi Soekarno.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply