“EXODUS : GODS AND KINGS” (1)

“EXODUS : GODS AND KINGS” (1)

Siloka-Review-Exodus-film

Menikmati film besutan Ridley Scott ini mau tak mau kita membandingkannya dengan film bertema sama, yakni “The Ten Commandments.” Tapi jangan coba membandingkannya dari segi efek visual atau kejernihan gambar. Jarak setengah abad lebih (56 tahun) di antara kedua film itu menjadi alasan utamanya.
Baik, film “Exodus : Gods and Kings” atau “The Ten Commandments” keduanya mengangkat tema yang sama, yakni perjuangan kaum Yahudi melepaskan diri dari perbudakan Firaun Ramses. Yang menjadi tokoh utamanya adalah Nabi Musa. Sumber ceritanya berasal dari Bible yang di sana sini tentu berbeda dari versi agama wahyu lainnya, namun secara garis besarnya sama.
Meski bukan saudara , Musa (Christian Bale) dan Ramses (Joel Edgerton) dibesarkan bersama, dan hidup layaknya saudara kandung. Namun demikian, rivalitas di antara mereka tak terhindarkan. Ayahnya Ramses justru lebih memercayai Musa ketimbang anaknya sendiri. Singkat cerita, dalam sebuah kunjungan kerja ke Pitom, Musa mendapatkan kesadaran bahwa ia sesunguhnya berdarah Yahudi, bangsanya yang selama 400 tahun diperbudak Mesir. Ia pun mulai mendapatkan wahyu-wahyu berkenaan dengan tugasnya sebagai utusan Tuhan. Pembawa pesan dari Tuhan (atau bahkan Tuhan itu sendiri) dalam film tersebut menjelmakan diri dalam sosok seorang anak kecil. Uniknya, sosok Musa dan Tuhan tak jarang berdebat dan berbeda pendapat dalam berbagai hal. “Kau tidak selalu setuju dengan-Ku” ujar-Nya kepada Musa.
Transformasi Musa dari seorang Pangeran Mesir menjadi pembela kaumnya sungguh menarik. Ia kadang masih merasa menjadi bagian bangsa Mesir dan iba ketika Tuhan mengazab negeri itu dengan 10 tulah atau wabah. Firaun tetaplah Firaun. Ia tetap degil dan tidak mau melepaskan bangsa Yahudi meski berbagai bencana menimpa negerinya. Sampai suatu titik, bencana terakhir menimpanya. Ia harus kehilangan anak lelaki yang ia cintai. Ia segera menemui Musa dan mengusir Musa dan kaumnya dari tanah Mesir.

Akhmad Faizal Reza

Comments

About author

You might also like

Teknologi

Facebook Mengganti Logonya yang Sudah Berusia 10 Tahun

Tanpa terlalu gembar-gembor, ternyata facebook mengubah logonya. Perubahan ini nampak kecil, namun besar artinya bagi facebook sendiri.

Napak Tilas

Harta Karun di Perairan Indonesia Diperkirakan Bernilai 127,6 Triliun ! (1)

Sudah semenjak dulu perairan Nusantara banyak dikunjungi kapal-kapal dagang. Seperti tercatat di buku-buku sejarah, Nusantara menjadi tujuan pencarian rempah-rempah dan sumber alam yang menjadi incaran para pedagang dari Barat.

Tokoh 1Comments

Batu Akik : Dari Soekarno, Mandela Hingga Obama

  Demam batu akik tidak pernah mengenal kelas. Ia tidak kenal pejabat, pemimpin negara atau rakyat jelata. Bahkan dalam banyak hal, masyarakat awam seringkali melihat pejabat atau pemimpin negara sebagai