“EXODUS : GODS AND KINGS” (2)

“EXODUS : GODS AND KINGS” (2)

Siloka-review-film-Exodus

Namun, rupanya Firaun belum jera. Ketika 600 ribu kaum Yahudi pergi dari tanahnya, Ia dan pasukannya bergegas mengejar mereka. Tujuannya bukan mengembalikan mereka, namun justru ingin melumat mereka beserta Musa-nya sekalian. Sebaliknya Musa kebingungan. Antara tanah yang dijanjikan dan kaumnya kini terbentang lautan, yakni Laut Merah. Bagaimana cara mereka untuk menyeberang ? Sementara Ia tahu, Firaun dan pasukannya sedang mengejar di belakang. Malamnya ia tidur dalam suasana galau, dan terbangun melihat sebuah bintang jatuh melintasi lautan, seakan sebuah perintah bahwa ia harus menyeberanginya. Pagi harinya, ia melihat mukjizat. Lautan yang sebelumnya dalam, kini surut dan menjadi dangkal. Ia dan kaumnya bergegas menyeberang.
Ketika kaum Yahudi menyeberang, Firaun dan pasukannya semakin mendekat. Mereka panik dan takut Firaun berhasil menangkap mereka. Di sini pertolongan Tuhan datang lagi. Tiba-tiba ombak sangat besar –mungkin Tsunami- datang dan melumat pasukan Mesir bersama dengan Sang Firaun. Hampir sebagian besar pasukan Firaun tewas, sementara Firaun sendiri terdampar ke pantai, namun selamat.
Cerita selanjutnya berkisar tentang perjalanan kaum Yahudi setelah selamat dari kejaran Firaun. Diceritakan juga tentang pembuatan sepuluh perintah Tuhan. Tidak seperti film pendahulunya “The Ten Commandments” Persoalan mukjizat tidak dimunculkan secara royal dalam film ini. Malahan ada kesan, film “Exodus : Gods and Kings” merasionalisasi kejadian-kejadian yang selama ini dianggap mukjizat. Misal, sungai nil yang memerah. Dalam film ini, merahnya sungai nil dikarenakan ribuan buaya memangsa sesamanya, dan juga para nelayan di sana. Musibah-musibah selanjutnya, seperti kemunculan katak, lalat, belalang dan lain sebagainya adalah akibat rentetan bencana sebelumnya.
Laut merah yang membelah ketika Musa menghunjamkan tongkatnya juga tidak akan kita temukan di sini. Atau adegan Tuhan mendeskripsikan langsung dan mengirimkan cahaya seperti sinar laser ke kepingan batu untuk menuliskan perintah-Nya tidak pernah ada. Yang ada justru Musa sendiri menatahkan pahat ke permukaan batu, mendiktekan perintah dari-Nya.

Akhmad Faizal Reza

About author

You might also like

Artikel

Foto-Foto Selfie Paling Gila dan Ekstrem di Dunia

Dengan meningkatnya kualitas kamera smartphone, hobi berselfie ria semakin semarak. Bahkan, lokasi ekstrem pun dipilih menjadi background selfie.

Kesehatan

Daftar Negara Dengan Tingkat Kepuasan Seksual Tertinggi

Seberapa puaskah kehidupan seksual Anda dengan pasangan ? Nah, ternyata puas atau tidaknya kehidupan seksual Anda tidak lagi diukur per individu, melainkan sampai tingkat negara. Belakangan muncul-lah sebuah survey, negara

Gaya Hidup 0 Comments

Denyut Pasar Andir

Jangan tanyakan jam normal di sini. Ketika sebagian besar masyarakat Bandung masih terlelap dan diselimuti mimpi indah atau mungkin mimpi buruk, Pasar Andir menghadirkan suasana sebaliknya. Denyut aktivitas manusia mulai