Fotografi Levitasi : Bagai Mengambang di Udara

Fotografi Levitasi : Bagai Mengambang di Udara

Natsumi Hayashi, Fotografer Wanita Jepang sedang beraksi

Natsumi Hayashi, Fotografer Wanita Jepang sedang beraksi

Salah satu impian manusia adalah terbang. Mampukah kita terbang ? Tanpa bantuan apapun, tanpa sayap atau bahkan pesawat.

Melalui fotografi hal itu mungkin dilakukan. Kita bisa nampak “seolah-olah” terbang. Dengan pesatnya perkembangan dunia fotografi saat ini, kreativitas kita menjadi tak terbendung lagi.

Itulah yang dilakukan Natsumi Hayashi. Setidaknya melalui karya foto-foto dengan teknik yang ia beri judul “levitasi” membuat manusia seakan dapat melayang dan mengambang di udara.

Fotografi-levitasi-2

Natsumi Hayashi suka melayang. Natsumi Selalu di temani kamera foto Canon EOS 5D Mark II untuk mengambil foto dirinya mengambang di sekitar Tokyo.

Lantas, apa itu levitasi fotografi ? Levitasi adalah teknik fotografi yang membuat sesuatu atau seseorang tampak seolah-olah melayang tanpa menggunakan alat bantu.

fotografi-levitasi-5

Teknik ini sebenarnya bukan hal baru. Namun, mesti diakui Natsumi Hayashi berhasil mengembangkan dan memopulerkannya.

Teknik foto ini sudah pernah dilakukan oleh Jacques Henri Lartigue pada tahun 1905 dengan karyanya yang berjudul “Cousin “Bichonade” in Flight.”

Melakukan fotografi Levitasi bukan sembarang teknik yang bisa dilakukan banyak orang. Memotret dan mengatur model, agar bisa pas tertangkap kamera, dan hasilnya tampak seperti ‘melayang’adalah kunci utama dari keberhasilan fotografi Levitasi.

Foto karya Lartigue, Tahun 1905 ini dianggap karya pertama Fotografi Levetasi

Foto karya Lartigue, Tahun 1905 ini dianggap karya pertama Fotografi Levetasi

Berikut adalah beberapa tips cara membuat fotografi levitasi tanpa editing:

Fotografi-levitasi-4

• Fotografi levitasi berbeda dengan Jump Shoot. Levitasi harus memperlihatkan model yang seakan-akan melayang alami tanpa terlalu banyak ekspresi wajah.

• Foto Levitasi tanpa editing dapat dilakukan dengan kamera professional (DSLR) maupun kamera biasa (kamera ponsel, kamera pocket).

• Foto levitasi dengan kamera DSLR dapat memanfaatkan Burst Mode ( Continuous Shooting). Dengan sekali menekan tombol shutter, langsung menghasilkan beberapa jepretan sekaligus.

Foto- foto hasil jepretan dengan Burst Mode dari kamera DSLR dapat dipilih mana yang pas mendapatkan momen ‘melayang’.

• Foto levitasi dapat dapat dilakukan dengan kamera non-professional, namun lebih tricky karena mengandalkan ketepatan menekan tombol rana saat model melompat.

• Pastikan cahaya cukup, agar bayangan terbentuk sehingga efek model sedang melayang lebih terlihat.

• Gunakan shutter speed tinggi untuk menangkap model yang melayang dengan lebih focus (freeze motion).Cahaya yang cukup sangat berperan untuk mendapatkan shutter speed yang tinggi.

• Gunakan low angle, agar model terlihat lebih tinggi melayang

Disarikan dari berbagai sumber dan www.levitasihore.net.

Comments

About author

You might also like

Gaya Hidup 0 Comments

Suatu Sore Bersama Gandhi, MLK dan Mandela (2)

Mandela menimpali : “Perjuangan Anda Tuan Gandhi, melintasi ruang dan waktu. Kami di Afrika Selatan juga tidak bisa dipisahkan dari pengaruh Tuan. Ini saya tegaskan dalam artikel saya “The Sacred

Gaya Hidup 1Comments

The Imitation Games

Jika saja mesin sandi Nazi “Enigma” tidak terpecahkan maka jalannya sejarah akan lain. Film “The Imitation Games” menceritakan kisah nyata lika-liku ilmuwan Inggris, Alan Turing (Benedict Cumberbatch) dalam memecahkan sandi

Artikel

Tato Dayak, Bukan Sekadar Gaya-Gayaan

Anda bertato ? Itu sepenuhnya hak Anda, namun bagi sebagian kebudayaan tato bukan gaya-gayaan, tetapi memiliki makna yang dalam.