Harta Karun di Perairan Indonesia Diperkirakan Bernilai 127,6 Triliun ! (3-tamat)

Harta Karun di Perairan Indonesia Diperkirakan Bernilai 127,6 Triliun ! (3-tamat)

Kapal-kapal dagang dari berbagai negara di Eropa menyemuti perairan Nusantara

Kapal-kapal dagang dari berbagai negara di Eropa menyemuti perairan Nusantara

Potensi kelautan Indonesia sungguh menakjubkan. Selain ikan, minyak bumi, satu hal yang seringkali luput, yakni muatan dari harta karun dari kapal-kapal karam yang disinyalir jumlahnya ratusan !

Harga Mahal, Perawatan Juga Mahal

Meski Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) sudah diakui Pemerintah dan menjadi potensi ekonomi yang bisa dikembangkan, namun KKP hingga saat ini mengaku masih belum berani memanfaatkannya dengan baik.

Hal itu, karena BMKT ditengarai memerlukan perawatan ekstra dengan biaya sangat mahal. Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) KKP Sudirman Saad mengatakan, nilai ekonomis dari BMKT memang diakui sangat tinggi dan itu diminati oleh banyak orang. Namun, perawatan BMKT ternyata juga sama mahalnya dan itu masih belum bisa dilakukan di Indonesia.

“BMKT ini bernilai tinggi namun juga perawatannya bernilai mahal. Jadi cukup menyulitkan juga. Walau ada yang berhasil mengangkat BMKT ke daratan, namun perawatannya masih diragukan bisa dilakukan,” tutur Sudirman Saad.

Karena bernilai tinggi, Sudirman mengakui hingga saat ini banyak orang yang mengincar untuk mengeksplorasinya. Bahkan, walau tidak mendapatkan izin dari Pemerintah, kata dia, ada sejumlah orang yang berlaku curang dengan menjualbelikan barang dari BMKT.

“Saya tidak tahu apakah barang tersebut diambil dari bangkai kapal langsung atau dengan cara lain. Yang jelas, dengan memperdagangkan ke pihak lain tanpa izin, itu jelas sudah menjadi pencurian,” tegasnya.

Meski menurut APP BMKTI ada 646 titik lokasi kapal tenggelam, namun menurut Sudirman, jumlah tersebut diperkirakan jauh lebih banyak. Pasalnya, menurut hasil penelitian lembaga PBB, UNESCO, terdapat sekitar 20 ribu kapal dari berbagai negara di dunia pernah berlayar ke Selat Malaka dan diketahui tidak pernah kembali ke negara asalnya.

“Menurut UNESCO, kapal-kapal tersebut diduga kuat tenggelam di perairan Indonesia. Jika memang benar, itu sudah pasti jumlah kapal tenggelam dan BMKT yang ada bisa membengkak lagi. Ini memang potensial,” jelas dia.

Meskipun saat ini belum ada izin yang dikeluarkan untuk pengangkatan bangkai kapal, Sudirman mengungkapkan, pihaknya pernah mengeluarkan izin survei pengangkatan dan pemanfaatan BMKT di 75 lokasi. Izin tersebut dikeluarkan sepanjang 2000-2011.

“Sejak 2011 hingga 2014, moratorium diberlakukan untuk BMKT karena memang barangnya tidak laku. Namun, sekarang sudah dimulai lagi. Kita harapkan perkembangannya lebih bagus lagi,” pungkas Sudirman.

Sumber : www.mongabay.co.id

Comments

About author

You might also like

Napak Tilas

Sejarah Hari Buku Sedunia Berasal Dari Bunga Mawar ?

Romantika kaum muda melalui pemberian bunga mawar dibalas dengan pemberian buku menjadi cikal bakal lahirnya Hari Buku sedunia.

Napak Tilas 0 Comments

Gunung Padang: Sebuah Mahakarya

Karya Siapa Publik digemparkan dengan penemuan situs Gunung Padang. Mulai dari mantan Presiden RI, para pemangku jabatan politik/pemerintahan hingga musisi/seniman sekaliber Iwan Fals pun angkat bicara. Situs Gunung Padang hingga

Hits

7 Gunung Terindah di Dunia (2-tamat)

Dari atas gunung seringkali kita dapat melihat awan-awan bagaikan domba-domba terbang.