Indonesia Termasuk Negara dengan Performance Ekonomi Terbaik?

Indonesia Termasuk Negara dengan Performance Ekonomi Terbaik?

Di tengah krisis moneter dunia akibat kejatuhan ekonomi Yunani, Ekonomi Indonesia tetap yang terbaik.
Bloomberg merilis hasil survey economist dan prediksi performance ekonomi pada akhir tahun 2015 yang menempatkan Indonesia pada posisi ke-5 dibawah China, India, Vietnam dan Filipina.

Rilis tersebut didasarkan pada survey yang dilakukan oleh Bloomberg pada bulan Juni 2015 kecuali untuk negara-negara seperti Yunani dan Kroasia yang menggunakan hasil survey pada bulan April dan Serbia didasarkan pada hasil survey pada bulan Mei.

Bloomberg memprediksi Ukrania dan Rusia akan menjadi negara-negara yang disebut sebagai ‘the biggest looser of GDP growth’ pada akhir tahun 2015. Hal ini disebabkan oleh konflik di kawasan Eropa Timur tersebut yang mendorong sanksi dari negara-negara lain serta tekanan harga minyak yang terus menurun. Kondisi terss mengakibatkan GDP dikawasan tersebut menyusut hingga 3.5%.

Sementara kawasan Amerika latin akan mengalami tekanan akibat pengangguran dan inflasi pada tahun 2015. Berdasarkan analisa Bloomberg, Brazil merupakan negara yang mengalami penurunan paling buruk dari 28 negara dengan pertumbuhan ekonomi paling pesat pada tahun-tahun sebelumnya.

Daftar prediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia yang disurvey oleh Bloomberg, dari yang terburuk ke yang terbaik

Daftar prediksi pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia yang disurvey oleh Bloomberg, dari yang terburuk ke yang terbaik

Indonesia diprediksi oleh Bloomberg akan menjadi salah satu dari lima negara dengan performance ekonomi terbaik didunia dengan pertumbuhan GDP sebesar 5.44 % pada akhir tahun.

Ditengah-tengah ancaman krisis  yang dipicu oleh kondisi ekonomi Yunani dan harga minyak dunia yang terus menerus mengalami tekanan, Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan GDP yang cukup signifikan.

Hal senada juga ditunjukkan dari data IMF World Economic Outlook (WEO), April 2015 yang menempatkan indonesia pada rangking ke 8 berdasarkan purchasing power parity atau PPP*.

Kondisi ini tentu saja sangat menarik ditengah-tengah kritikan keras terhadap kinerja team ekonomi pemerintahan Jokowi. Kondisi mikro ekonomi Indonesia saat ini tengah melambat, selain akibat krisis ekonomi yang melanda Eropa juga diakibatkan belanja pemerintah yang belum maksimal.

Sampai saat ini penyerapan anggaran total pemerintahan hanya mencapai 10% dari total rencana APBN. Sementara masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menghadapi lebaran dan tahun ajaran baru sehingga belanja sektor pemerintahan diharapkan dapat menggerakan roda ekonomi di masyarakat.

*PPP atau daya beli paritas antara dua negara -misalkan negara A dan B, rasio jumlah unit dalam mata uang negara A untuk membeli barang atau jasa di negara B. PPP dapat dihitung berdasarkan mata uang salah satu negara, namun PPP biasanya dihitung berdasarkan US dollar (US$) sebagai dasar ‘numeraire’ currency .

 

Comments

About author

You might also like

Artikel

Ruarr Biasa, Timnas Indonesia U-23 Lolos ke Semifinal Sikat Singapura !

Perjuangan skuad Garuda Muda tidaklah sia-sia. Setelah kurang greget di babak pertama di bawah tekanan tim tuan rumah, di babak kedua permainan mereka mulai berkembang dan membuahkan hasil.

Artikel 0 Comments

Benarkah Tim Arkeolog Menemukan “Kujang” Di Gunung Padang ?

Penelusuran di Gunung Padang semakin hari semakin memunculkan banyak temuan yang masih menjadi misteri. Setelah penemuan makam-makam tua di sekitaran Gunung Padang (lihat artikel : Ada Makam Kabayan di Situs

Makanan

Sagu, Makanan Pokok yang Terlupakan

Sebagian besar masyarakat Nusantara mengandalkan beras sebagai makanan pokoknya. Tapi tidak semua, di beberapa tempat beras diganti Sagu.