Ini Dia Pemegang Rekor Onani Sejak 2008 !

Ini Dia Pemegang Rekor Onani Sejak 2008 !

Masanobu Sato, Sang juara onani

Masanobu Sato, Sang Juara Dunia onani

Lomba Marathon, lomba senam? Mungkin tidak terdengar aneh. Pernah terbayangkan jika onani dilombakan ?

Bagi kita hal ini tentu masih tabu. Belum lagi, beberapa ajaran agama melarangnya tapi ceritanya lain di mancanegara.

Adalah Masanubo Sato. Dia adalah sang juara bertahan “Masturbate-a-thon Championship” dimana Sato ini mempunyai rekor selama 9 jam 58 detik !

Bayangkan, selama 8 tahun rekor ini tetap berdiri kokoh tanpa ada yang bisa mengalahkannya. Sato dinobatkan sebagai juara dalam kontes tahunan “Masturbate-a-thon”, lomba masturbasi terlama di dunia yang saat itu diadakan di San Fransisco, AS.

Seperti dilansir Huffington Post, titel ini pertama kali diraih Masanobu di tahun 2008 setelah bermasturbasi selama 9 jam 33 menit non-stop. Rekor ini dipecahkannya sendiri, setahun kemudian, setelah bermasturbasi selama 9 jam 58 menit! Fantastis.

Masanobu sedang "berlatih" ditemani pacarnya

Masanobu sedang “berlatih” ditemani pacarnya

Bagaimana kiat agar bertahan lama seperti itu ? Masanobu memberikan beberapa tips. Menurutnya, agar dapat melakukan “seks swalayan” selama berjam-jam tanpa ejakulasi, Masanobu berlatih selama dua jam setiap hari. Dia sesekali pergi ke toko DVD atau toy sex untuk membeli film porno dan alat bantu seks untuk menemani sesi latihannya.

Apa Masanobu tidak punya pasangan sampai harus bermasturbasi setiap hari? Tentu saja punya, namun diakui Masanobu, kekasihnya tidak terlalu senang berhubungan intim.

Sang pacar selalu menemani Masanobu bermasturbasi sambil melakukan rutinitas sehari-hari, seperti memasak atau menjahit.

Tak jarang pula, Masanobu memintanya untuk menghitung lamanya sesi masturbasi dengan fitur stopwatch di ponsel.

Apa lagi yang dilakukan Masanobu untuk melatih ketahanan ‘anu’ dan tangannya? “Saya berenang dua kali seminggu dan menambah otot di badan saya sampai 5 kilogram. Hal ini sangat membantu meningkatkan stamina saya,” ungkapnya pada San Fransisco Weekly.

Apa sisi positif dari si Sato ini ? Semuanya berpulang pada Anda, para pembaca. Namun, ketekunan dan kegigihan Sato meraih cita-citanya tidak bisa dianggap remeh, meski “kegiatannya yang tak biasa” ini masih kontroversial di tengah masyarakat kita.

 

Disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Budaya

Tradisi Bakar Batu, Tradisi Unik Masyarakat Papua

Dari Sabang hingga Merauke tidak hanya gugusan pulau-pulau. Di dalamnya terdapat beragam budaya dan tradisi unik masyarakatnya.

Napak Tilas 0 Comments

Melacak Industri Perak di Kota Gede, Yogyakarta

  Munculnya kerajinan perak di Kotagede bersamaan dengan berdirinya Kotagede sebagai ibu kota Mataram Islam pada abad ke-16. Ada bukti yang menunjukkan bahwa seni kerajinan perak, emas, dan logam pada

Gaya Hidup 0 Comments

30 Maret, Hari Film Nasional.

Hari ini, tanggal 30 Maret diperingati sebagai “Hari Film Nasional”.   Tepat tanggal 30 Maret 1950, merupakan hari pertama proses pengambilan gambar film berjudul “Darah dan Doa” atau “Long March of