Jakarta dan Bandung : Kota Penggemar Vespa Terbesar di Dunia

Jakarta dan Bandung : Kota Penggemar Vespa Terbesar di Dunia

Jakarta-Bandung-Kota-Penggemar-Vespa-terbesar-Di-Dunia

Jakarta dan Bandung : Kota Penggemar Vespa Terbesar di Dunia


Pontedera-Tuscany, Italia, Kota paling bersejarah dalam pembuatan motor scooter Vespa Piaggio, tidak mampu menandingi Jakarta dan Bandung.

Fakta Indonesia sebagai negara penggemar Vespa terbesar kedua setelah Italia terpapar nyata di dunia maya. Hal ini terlihat dari tren selama beberapa dekade terakhir berdasarkan hasil dari pencarian di ‘Google Trend’.

Berdasarkan penilaian jumlah relatif tertinggi yaitu 100 point, Indonesia mendapat point 90 setelah Italia dengan point 100. Kemudian disusul oleh Austria (56), Vietnam (44), Belgia (40), Belanda (34), Swiss (31), Spanyol (31), Portugal (29), dan terakhir Jerman (27).

Indonesia Negara Penggemar Vespa Terbesar ke-2 Setelah Italia

Indonesia Salah Satu Negara Penggemar Vespa Terbesar di Dunia

Berikut penuturan Marco Noto La Diega, Managing Director Piaggio Indonesia, pada laman id.vespa.com:
“Vespa mempunyai sejarah panjang di Indonesia. Vespa mengambil alih dunia seperti badai, terutama di Indonesia, karena merek Vespa mewakili pergerakan global. Era tersebut adalah awal revolusioner dalam fesyen, kesenian dan segala bentuk kreatifitas yang dipimpin oleh kaum muda yang terdorong oleh kebebasan, mengejar impian dan mengikuti hasrat… Vespa mewujudkan semangat tersebut sehingga menjelma sebagai simbol kehidupan.”  

Jika melihat posisi negara penggemar vespa terbesar di dunia, Indonesia nomor dua. Tetapi, coba lihat Tren berdasarkan Kota. Jakarta mampu bertengger di puncak dengan point 100, mengalahkan Kota Milan yang hanya meraih point 87. Kemudian ditempel oleh Bandung dengan point 82, sisanya sampai posisi ke sepuluh, didominasi oleh kota-kota Italia seperti Palermo (81), Padua (78), Roma (77), Turin (71), Catania (70), naples (66), dan terakhir Bari (66). Pontedera-Tuscany sebagai tempat paling bersejarah dalam pembuatan scooter Vespa Piaggio malah tidak masuk dalam hitungan.

Fakta tersebut murni merupakan hasil pencarian di ‘Google Trend’ dengan kata kunci “VESPA”. Hal ini tidaklah mengherankan jika kita kembali menelaah perjalanan sejarah kedatangan vespa ke Indonesia serta animo masyarakat Indonesia yang sangat besar kala itu. Bahkan, di Tahun 1962 tercatat pernah ada Kontes Ratu Vespa yang menampilkan kemahiran kaum perempuan dalam menunggangi si skuter yang mirip dengan buntut lebah/Tawon tersebut.

Bandung: Kota Penggemar Vespa Terbesar Ke-3 di Dunia

Bandung, Kota Penggemar Vespa Terbesar Ke-3 di Dunia

Bandung sebagai Kota penggemar vespa terbesar ketiga setelah Jakarta dan Milan. Hal tersebut dapat kita lihat dari fakta bermunculannya komunitas-komunitas Vespa yang melegenda dari Kota berjuluk kota kembang ini. Siapa yang tidak mengenal nama Scooter Owner Group (SOG) yang didirikan Tahun 1995. Kiprah SOG sempat dimuat di majalah otomotif Inggris, setahun setelah pendiriannya (1996) dan dengan bergabungnya SOG Singapura dan SOG Malaysia pada waktu itu membuktikan kebesaran SOG.

Selain SOG, banyak pula komunitas Vespa yang bermunculan di Kota Bandung, seperti Vespa Antique Club (VAC), Vespa Club Bandung (VCB), Bhayangkara Vespa Club (BVC), Parahyangan Independent Scooter Association (PISA), Scooter Army Bandung (SAB), Bandung Immortal Scooter (BIS), Ikatan Scooter Pecinta Alam (Ikaspala), Zatinenzer Scooter Clob (Z-SOC), dan banyak lagi. Komunitas-komunitas Vespa yang kehadirannya menjamur bak cendawan ini menjadikan Kota Bandung pantas disebut sebagai salah satu Kota Penggemar Vespa terbesar di Dunia.

Dua semboyan yang selalu melekat di benak para penunggang Skuter karya Enrico Piaggio ini, “Lebih Baik Naik Vespa” dan “Satu Vespa Sejuta Saudara”.

Disarikan dari beragam sumber.

 

Comments

About author

You might also like

Budaya

Ketika Marinir AS Ikut Lomba Panjat Pinang

Setiap 17 Agustus masyarakat mengadakan perlombaan unik, salah satunya lomba panjat pinang, bagaimana jika Marinir AS ikut serta ?

Foto

Metamorfosa Alun-Alun Bandung.

  Masyarakat kota Bandung tampak menikmati suasana alun-alun. Menurut Kang Emil -sebutan Ridwan Kamil- pembuatan taman atau spot seperti ini adalah salah satu cara untuk meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat. Comments

Napak Tilas

Bandung, Kota Yang Lahir Tanpa Sengaja.

“Rome wasn’t built in a day” Pepatah itu bukannya tanpa pengecualian, kota Bandung contohnya. Semula Daendels tak pernah terpikir jika ambisinya membangun jalan raya pos malah melahirkan sebuah kota baru.