Jelang 60 Tahun KAA

Jelang 60 Tahun KAA

Suasana KAA pada 1955

Suasana KAA pada 1955

Jelang April 2015 nanti, Kota Bandung sedang berbenah menghadapi satu perhelatan besar. Puluhan Petinggi Negara dari benua Asia dan Afrika direncanakan akan hadir.

Tujuan mereka satu, yakni memeringati 60 tahun Konferensi Asia Afrika. Tak berlebihan kiranya, Perdana Menteri India waktu itu, Jawaharlal Nehru menjuluki Bandung sebagai Ibu Kota Asia Afrika. Pada tahun 1955, Bandung menjadi kota yang pertama kali menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika. Ada 29 pemimpin negara yang menghadiri konferensi ini, yaitu: Nehru dari India, Nasser dari Mesir, Tito dari Yugoslavia, Nkrumah dari Ghana, U Nu dari Myanmar, dan beberapa negara lainnya. KAA dikenal dengan nama Konferensi Bandung.

Perhelatan ini berlangsung dari 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka Bandung. Gedung ini dulunya bernamama Societat Concordia. Pada saat itu, Gedung ini adalah gedung pertemuan paling besar dan paling megah di Bandung dan berada di pusat kota. Para Petinggi Negara yang menjadi peserta Konferensi menginap di Hotel Savoy Homann yang letaknya tidak jauh dari Gedung ini. Jadi ketika menghadiri acara konferensi, mereka berjalan kaki menuju Gedung Merdeka. Acara jalan kaki para Petinggi negara ini menjadi “historical Walk” yang selalu diulang pada ritual peringatan Konferensi KAA.

Konferensi Asia Afrika menghasilkan Dasasila Bandung. Yakni 10 point hasil pertemuan tersebut. Dasasila ini berisi tentang “pernyataan mengenai dukungan bagi kedamaian dan kerjasama dunia”. Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Jawaharlal Nehru. Pengaruh KAA cukup besar. Banyak Negara di kontinen Asia dan Afrika berhasil memerdekakan dirinya setelah KAA ini

Comments

About author

You might also like

Artikel 0 Comments

Benarkah Tim Arkeolog Menemukan “Kujang” Di Gunung Padang ?

Penelusuran di Gunung Padang semakin hari semakin memunculkan banyak temuan yang masih menjadi misteri. Setelah penemuan makam-makam tua di sekitaran Gunung Padang (lihat artikel : Ada Makam Kabayan di Situs

Artikel

Miracle in Cell No.7 : Cinta Seorang Ayah Terhadap Putrinya

Film Korea ini berhasil menguras air mata penontonnya, itulah kesan setelah menonton film ini. Genre film Miracle in Cell No.7 adalah drama, dengan sedikit diselipkan komedi. Ceritanya berkisar hubungan antara

Artikel

Yunani Pasca Referendum; Kontraksi Pasar Saham Eropa dan Asia

61% rakyat Yunani menolak persyaratan Uni Eropa, Bank Sentral eropa dan IMF.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply