Kalau Presiden RI Bengkak Kakinya (1)

Kalau Presiden RI Bengkak Kakinya (1)

Cerita ini adalah tentang keseharian Bung Karno yang diceritakan anaknya, Guntur Soekarnoputra dalam bukunya “Bung Karno Bapakku, Kawanku, Guruku.”

Pada suatu waktu di pagi hari Bapak (Bung Karno) dalam keisengannya mengorek-ngorek kuku ibu jari kakinya sambil membaca koran di beranda belakang Istana Merdeka.

Entah kena apa, barangkali karena keasikannya, kuku yang dikorek-korek tadi terkelupas di ujungnya sehingga terluka dan berdarah. Karena lukanya itu dianggap tidak serius dan hanya semacam lecet saja, maka oleh Bapak luka tadi tidak diobati dan dibiarkan terbuka, akibatnya luka tadi kemasukan kotoran-kotoran dan debu-debu sehingga menjadi infeksi.

Mula-mula tidak begitu terasa oleh Bapak akan tetapi lama kelamaan karena bengkaknya bertambah besar, akhirnya terasa juga “Senut-senutnya” oleh Bapak. Hingga saat itu Bapak masih saja membiarkan sang bengkak berjalan sebagaimana adanya tanpa diobati sedikitpun sampai pada suatu saat karena bengkak infeksinya sudah sangat parah maka kelenjar pangkal paha Bapak pun turut membengkak, akibatnya Bapak sulit untuk berjalan secara normal dan kalau Bapak berjalan tepaksa secara berjingkat-jingkat.

Bisa kita bayangkan bagaimana “menariknya” bila melihat Presiden RI yang notabene sebagai juga Pemimpin Besar Revolusi pada saat itu berjalan secara berjingkat-jingkat.

Yang pasti pada saat itu tidak seorangpun yang berani tertawa…termasuk aku sendiri !

Menghadapi keadaan yang demikian Bapak kemudian memerintahkan para dokter pribadinya agar segera mengatasi “kegawatan” ini.

Oleh para dokter Bapak disarankan agar mengobatinya dengan suntikan-suntikan anti biotika+vitamin penguat+kompres pada ibu jari kaki.

Guntur : Pak, jalannya kenapa pincang sih ?

BK           : Jempolnya bengkak

Guntur : Sudah diobatin ?

BK           : Dokter sudah mau kasih Bapak obat, tapi sembuhnya terlalu lama. Paling cepat menurut mereka seminggu;Bapak ingin segera sembuh…Kau tahu empat hari lagi aku harus terima surat kepercayaan duta besar asing !

Guntur : Tunda saja Pak, Credentialnya (Credential=upacara penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar asing).

BK           : Ndak, bisa !! Ini dubesnya negara sahabat, kalau ditunda aku malu !!

Guntur : Ya, habisnya gimana, kan namanya saja obat terang perlu waktu dong Pak !

BK           : Akh…Bapak mau suruh sudet saja biar lekas sembuh (sudet=operasi).

(BERSAMBUNG)

sumber : Bung Karno, Bapakku, Kawanku, Guruku

About author

You might also like

Nasional

Polwan Iptu Dhayita Daneswari ini Jadi Kapolsek Termuda di Jawa

Polwan Iptu Dhayita Daneswari Ini Jadi Kapolsek Termuda di Jawa, Yang masih berusia 23 tahun. Semarang – Polwan ini masih sangat muda. Dengan senyum yang selalu tersungging di bibirnya, ia

Tokoh

Wayne Rooney Kembali Menjadi Pemain Everton?

Rooney menjadi kejutan bagi fans Everton karena tampil dalam pertandingan testimonial salah satu mantan striker Everton, Duncan Ferguson.

Artikel

Mei ini, Perang Dunia 2 Berakhir 70 Tahun Lalu

Perang membawa kesengsaraan bagi banyak pihak. Kita mengalami dua kali perang dunia, dan semoga tidak akan terulang untuk ketiga kalinya. Perang dunia kedua seakan menjadi ajang balas dendam bagi pihak