Karena Batu Akik, Anak-Anak SD Di Kampung Ini Sudah Bisa Kredit Motor

Karena Batu Akik, Anak-Anak SD Di Kampung Ini Sudah Bisa Kredit Motor

Mungkin kita tidak pernah mendengar Kampung Garduh, di manakah kampung itu ? Apa hebatnya ? Namun nama kampung ini ternyata telah mendunia.

Siapa yang menyangka, wilayah yang dihuni hampir 800 Kepala Keluarga (KK) ini sudah terkenal di kancah internasional. Dan siapa yang menyangka juga, keterkenalan mereka adalah akibat batu akik.

Memang, polesan batu akik lah yang membuat daerah yang 95 persen warganya tersebut berprofesi sebagai pengrajin batu akik terkenal.

Lalu di manakah Kampung Garduh itu ? Kampung Garduh, Desa Datarnangka, kecamatan Sagaranten terletak di Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Batu akik asal Sagaranten, ternyata mampu menguasai pasar batu perhiasan mancanegara, karena sudah diekspor ke seluruh benua di dunia.

Seperti yang dikatakan oleh pengrajin batu akik Sagaranten yang juga pusat dari kerajinan batu tersebut, Syarif Hidayatullah, kerajinan batu akik dari Sagaranten ini sudah diekspor hampir ke seluruh benua seperti ke Benua Amerika, Asia, Eropa dan sebagian Afrika.

Hingga saat ini, batu akik tersebut sudah diekspor seperti ke Cina, negara-negara di Afrika, Arab Saudi, Amerika Serikat dan Australia dan Inggris.

Usut punya usut, memang keahlian masyarakat di daerah tersebut merupakan keahlian turun temurun. Makanya tak heran, jika masalah kualitas polesan batu akik juga batu untuk aksesoris lainnya, tak bisa diragukan lagi.

Sementara, Kepala Desa Datarnangka, Kecamatan Sagaranten, Aris Slamet mengatakan sudah puluhan tahun mayoritas warga di desanya menjadi pengrajin batu akik.

Bahkan, hingga saat ini sedikitnya 300 kepala keluarga usahanya berasal dari batu mulia ini. Selain itu, omset bersih yang didapat dari pengrajin kecil minimalnya Rp4,5 juta/bulan.

Bahkan, Anak-anak SD di daerah tersebut berani diadu, dalam hal memoles batu dengan orang dari luar kampung tersebut.Berkat keahlian itulah, kesejahteraan masyarakat juga ikut terangkat.

Alhasil, dengan mendunianya polesan batu akik, membuat beban para orang tua di kampung tersebut berkurang.
Kalau biasanya ingin mengkredit kendaraan semisal motor, tentu orang tuanya ikut memutar otak.

Entah itu memikirkan biaya uang muka ataupun setorannya. Tapi bagi warga di kampung ini, mereka yang masih duduk di bangku kelas V SD pun sudah mampu memiliki motor idamannya sendiri.

Memang kehidupan anak-anak di Kampung Gaduh tak seperti kebanyakan orang. Setelah mereka pulang sekolah, langsung bergegas ke tempat pemolesan batu. Setiap harinya, tak kurang dari satu kodi batu akik yang mereka hasilkan.

Di sini Anak-anak tak merasa dipaksa. Mereka memilih sendiri jalan hidupnya. Begitupun dengan dunia pendidikan. Anak-anak di kampung tersebut tak ada yang putus sekolah, meski nyambi bekerja sebagai kuli poles batu akik.

Disarikan dari beragam sumber

Comments

About author

You might also like

Nasional

UNPAD Menjadi Kampus Terfavorit

Universitas Padjadjaran selalu menyorot perhatian para pelajar sekolah menengah atas yang akan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Gaya Hidup

“Shave for Hope”, Gerakan Sosial Untuk Anak-Anak Pengidap Kanker

Keterbatasan finansial menyebabkan orangtua enggan membawa anaknya yang menderita kanker ke Rumah Sakit untuk menjalani perawatan.

Gaya Hidup

Face-kini yang Mengejutkan Dunia Fashion

Face-kini ini pertama kali terlihat digunakan oleh beberapa warga Tiongkok yang melewatkan liburan musim panas di pantai Qindao