Kecap Blitar Nomor Satu Di Dunia (2-tamat)

Kecap Blitar Nomor Satu Di Dunia (2-tamat)

Tulisan ini merupakan tulisan wartawan senior Susanto Pudjomartono yang pernah dimuat di Majalah Gatra, 9 Juni 2001 :

Mula-mula Bung Karno melotot, lalu tertawa. Sambil meminta maaf pada kami, dia berkata : “Kalau begitu ambil piring, kita bagi nasi goreng untuk semua.” Lalu ia menambahkan “Tolong disediakan telur mata sapi untuk semuanya.”

“Tapi mohon maaf Pak, telurnya tinggal dua, kata sang kepala pelayan.

Kembali Bung Karno membelalakkan mata. “Ini istana presiden kan ?” Kenapa di istana presiden hanya ada sepiring nasi goreng dingin, dan dua telur ?” Katanya. Lagi-lagi, ia kemudian terbahak-bahak. “Ya, memang beginilah situasinya. Negara kita belum makmur. Apalagi Nekolim (neokolonialisme dan imperealis) masih terus ingin menghancurkan kita.” Lalu sambungnya : “Telurnya didadar saja, biar bisa dimakan beramai-ramai, “ perintahnya pada pelayan. Ia meminta maaf kepada kami, karena sudah mengajak sarapan ternyata makan tidak tersedia.

Kami makan nasi goreng berbasa-basi. Maklum, tiap orang cuma kebagian dua tiga sendok. Mendadak Bung Karno memanggil pelayan kembali, minta disediakan kecap agar nasi goreng terasa lebih enak.

Tak lama kemudian pelayan muncul dengan baki. Di atas baki, ada satu botol besar kecap. Waktu itu memang belum ada botol kecap kecil seperti sekarang.

“Ini kecap paling enak di dunia. Ini kecap dari Blitar, “ Kata Bung Karno yang, meski lahir di Surabaya, sejak kecil dibesarkan di Blitar, Jawa Timur. “Bagaimana ? Enak kan kecapnya ?” tanyanya setelah kami masing-masing mencicipi kecap tadi.

“Menurut saya, kecap paling enak dari Pati,” saya nyeletuk. Saya memang berasal dari Pati, Jawa Tengah.

“Menurut saya, kecap paling enak di dunia, ya dari Bogor, “ sambung Endang Achmadi, wartawan Suluh Indonesia yang berasal dari Bogor. Bung Karno ngotot: kecap paling enak di dunia adalah yang dari Blitar. Kami juga bersikeras, kecap paling enak adalah yang berasal dari daerah kami masing-masing.

Akhirnya, Bung Karno lagi-lagi tertawa terbahak-bahak. “Baik, Baik. Bapak tidak akan memaksakan pendapat. Buat kalian kecap dari daerah masing-masing yang paling enak. Tapi buat Bapak, kecap Blitar tetap yang paling enak di dunia.”

Sumber : Majalah Gatra, 9 Juni 2001

 

 

Comments

About author

You might also like

Napak Tilas

Jasa Soekarno Menemukan Makam Imam Bukhari, Perawi Hadits Terkenal

Keberanian Presiden Pertama kita menjadi buah bibir. Penyelamatan Mesjid Biru di Sovyet dan penemuan Makam Imam Bukhari adalah jasa-jasanya. Imam Bukhari bagi umat muslim merupakan tokoh perawi hadits shahih terkenal.

Artikel

Coretan di Bak Truk : Antara Rindu, Unik dan Lucu

Bagaimana perasaan Anda, jika di perjalanan kendaraan Anda berada di belakang Truk ? Saya yakin, jawabannya pasti beragam. Terkadang kita jengkel, jika posisi kendaraan kita di belakang truk. Apalagi di

Artikel

Keistimewaan Masjid Istiqlal Yang Tak Dipunyai Masjid Lain (2-tamat)

Masjid Istiqlal merupakan kebanggaan umat Islam Indonesia. Kemegahan dan arsitekturnya yang unik membuat Masjid satu ini begitu istimewa.