Kemiripan Candi Sukuh Dengan Piramida Chichen Itza di Mexico

Kemiripan Candi Sukuh Dengan Piramida Chichen Itza di Mexico

Pernah berkunjung ke Candi Sukuh ? Jika diperhatikan, candi ini tidak seperti candi-candi lainnya, ia bahkan mirip dengan Piramida Itza di Mexico.

Keberadaan Candi Sukuh bukan di mancanegara. Ya, candi ini berada di Indonesia. Candi Sukuh yang berlokasi di  Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah ini, memang sering disebut mirip dengan kuil piramida Chichen Itza yang ada di Meksiko. Sepintas dilihat memang desainnya memang hampir sama, hanya saja secara ukuran memang Chichen Itza lebih megah dan besar.

Candi Sukuh adalah salah satu kompleks candi peninggalan masa Hindu-Buddha, didirikan pada tahun 1437 oleh masyarakat Hindu Tantrayana.

Arsitektur candi ini cukup unik karena tidak mirip dengan gaya candi Hindu di daerah-daerah lain di Indonesia. Bangunan utama di kompleks candi ini memiliki struktur serupa punden berundak, mirip dengan piramida Maya. Hanya saja ukurannya jauh lebih kecil.

Di pertengahan abad ke-15, Kerajaan Majapahit mulai mengalami kemunduran, dengan masuknya agama Islam yang menyebabkan makin berkurangnya penganut agama Hindu di Jawa. Tapi di saat itu para penguasa Majapahit mendirikan Candi Sukuh di kaki Gunung Lawu, yang dianggap sebagai tempat sakral untuk memuja para arwah leluhur dan sebagai perlambang kesuburan. Maka tidak heran apabila di Candi Sukuh ditemukan banyak relief lingga dan yoni, perlambang alat kelamin pria dan wanita.

Selain menampilkan ornamen orang bersenggama secara vulgar, di lantai pelataran Candi Sukuh juga terpampang jelas relief yang menggambarkan secara utuh alat kelamin pria yang sedang ereksi, berhadap-hadapan langsung dengan vagina. “Lantaran situasinya seperti itu, masyarakat setempat kadang menyebut Candi Sukuh sebagai Candi Rusuh (saru atau tabu).

Awalnya, di puncak Candi Sukuh terdapat sebuah patung lingga berukuran sekitar 1,8 meter. Patung ini kemudian dipindahkan untuk ditampilkan di Museum Nasional di Jakarta.

Di sisi sayap utara gapura pintu masuk Candi Sukuh terdapat relief raksasa yang menggigit ekor ular. Relief ini merupakan lambang dari sengkalan memet (lambang tahun pembuatan) yaitu tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi. Tahun itu dianggap sebagai tahun diselesaikannya pembuatan Candi Sukuh. Sementara itu, di sisi selatan terdapat relief raksasa memakan manusia, yang juga merupakan sangkalan memet dengan arti yang sama dengan gapura sisi utara.

Selain bangunan candi, di Candi Sukuh juga dapat ditemui berbagai relief, seperti relief Bima yang menempa keris bersama Ganesha dan Arjuna. Lalu ada pula relief Dewi Kala yang berubah jadi raksasa yang ingin memangsa Sadewa yang berada dalam keadaan terikat. Selain itu, ada beberapa patung berbentuk garuda yang berukuran cukup besar, serta beberapa patung dengan bentuk pria yang sedang menggenggam (maaf) alat kelaminnya.

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Budaya

Kota London Merayakan Idul Fitri.

Tanpa pawai, pesta kembang api dan pukul beduk di malam takbiran, bagaimana Idul Fitri di London?

Artikel

Kesaksian Seorang Ajudan, “Lalat pun Tak Dibunuhnya”

Cerita ini diambil dari buku “Sewindu Dekat Bung Karno” cerita seorang ajudan yang menemani keseharian Bung Karno.

Nasional

Keistimewaan Masjid Istiqlal Yang Tak Dipunyai Masjid Lain (2-tamat)

Masjid Istiqlal merupakan kebanggaan umat Islam Indonesia. Kemegahan dan arsitekturnya yang unik membuat Masjid satu ini begitu istimewa.