Kiprah Awak U-Boat Nazi Jerman Bantu Pejuang RI

Kiprah Awak U-Boat Nazi Jerman Bantu Pejuang RI

Keperkasaan kapal selam U-Boat, Nazi Jerman, membuat Sekutu ketakutan

Keperkasaan kapal selam U-Boat, Nazi Jerman, membuat Sekutu ketakutan

Mumpung, Peringatan berakhirnya Perang Dunia 2 masih hangat di bulan Mei ini. Tak salah kiranya membahas sejarah yang terlupakan tentangnya.

Kita mungkin tidak pernah membayangkan, tentara Nazi Jerman pernah terlibat dalam peperangan di tanah Indonesia. Hal ini tidak pernah diajarkan dalam buku-buku sejarah di sekolahan.

Namun, justru fakta-fakta terbaru menunjukkan sebaliknya. Bahkan, yang cukup mengejutkan, dalam temuan-temuan sejarawan belakangan ditemukan bahwa mereka pernah membantu para pejuang RI dalam memertahankan kemerdekaan.

Kehadiran pasukan Nazi Jerman di Indonesia, secara umum melalui aksi sejumlah kapal selam (u-boat/u-boote) di Samudra Hindia, Laut Jawa, Selat Sunda, Selat Malaka, pada kurun waktu tahun 1943-1945.

u-boat-bagan-kapal

Sebanyak 23 u-boat mondar-mandir di perairan Indonesia, Malaysia, dan Australia, dengan pangkalan bersama Jepang, di Jakarta, Sabang, dan Penang, yang diberangkatkan dari daerah pendudukan di Brest dan Bordeaux (Prancis) Januari-Juni 1943.

Beroperasinya sejumlah u-boat di kawasan Timur Jauh, merupakan perintah Fuehrer Adolf Hitler kepada Panglima Angkatan Laut Jerman(Kriegsmarine), Admiral Karl Doenitz.

Tujuannya, membuka blokade lawan, juga membawa mesin presisi, mesin pesawat terbang, serta berbagai peralatan industri lainnya, yang dibutuhkan “kawan sejawatnya”, Jepang yang sedang menduduki Indonesia dan Malaysia.

Seperti diketahui, Nazi Jerman menjadi sekutu Jepang menghadapi Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Belanda dan negara sekutu.

Setelah Jepang kalah tahun 1945, Belanda kembali datang ke Indonesia. Mereka ingin kembali menjajah Indonesia. Belanda pun menangkap orang-orang Jerman yang masih berada di Indonesia.

Tak cuma tentara, warga sipil Jerman juga ditangkapi. Belanda kemudian menahan 260 orang Jerman di Pulau Onrust, Teluk Jakarta.

Beberapa awak kapal selam U-Boat Jerman pernah bergabung dengan gerilyawan Indonesia. Mereka berjuang bersama-sama karena merasa senasib, ditindas Belanda.

Para awak U-Boat Jerman yang membantu gerilyawan dan pejuang RI

Para awak U-Boat Jerman yang membantu gerilyawan dan pejuang Republik Indonesia

Peneliti soal Jerman dan Nazi di Indonesia, Alif Rafik Khan menjelaskan banyak mantan Kriegsmarine atau angkatan laut Jerman yang kemudian bergabung dengan gerilyawan Republik Indonesia untuk melawan Belanda.

Alif mencontohkan beberapa awak kapal selam U-195 berniat bergabung dengan pejuang Indonesia di Bogor. Sayangnya mereka ditangkap Belanda di Pasar Pesing, Jakarta Utara.

Beberapa awak U-Boat ada yang membantu para gerilyawan Indonesia. Namun, sebagian ada yang nasibnya sial. Mereka terbunuh oleh gerilyawan karena disangka orang Belanda. Maklum, tubuh serta bahasa Jerman dan Belanda hampir terdengar mirip.
Disarikan dari beragam sumber.

Comments

About author

You might also like

Artikel

Tabuik, Ritual Memeringati Gugurnya Cucu Nabi Muhammad Saw

Ada ritual unik ketika datang 10 Muharram setiap tahunnya. Ritual ini disebut juga “Tabuik” dan dilakukan di Pariaman setiap tahunnya.

Napak Tilas

Ditemukan, Mutiara Kuno Berusia 2000 Tahun

Peradaban manusia memang menakjubkan. Sudah beribu tahun lamanya, manusia mengenal perhiasan. Selain emas dan perak, mutiara menjadi salah satu ikon perhiasan manusia.

Artikel

Kilometer Nol, Awal Mula Kota Bandung

Menelusuri sejarah Kota Kembang Bandung, tak lengkap jika tidak membahas titik nol KM kota ini. Di manakah ia berada, dan bagaimana sejarahnya ? Penanda titik nol Bandung mungkin terlihat tidak