Kota Padang Bakal Jadi Tuan Rumah Festival Sate dan Soto Nusantara

Kota Padang Bakal Jadi Tuan Rumah Festival Sate dan Soto Nusantara

Bagi masyarakat Indonesia, sate dan soto menjadi kuliner khas yang tak boleh dilewatkan. Kuliner ini sudah menjadi ikon kuliner tradisional.

Sate dan soto sangatlah beragam di seantero Nusantara. Setiap daerah memiliki jenis sate dan soto khas yang membedakannya dari daerah lainnya. Ini memerkaya khazanah kuliner Indonesia.

Seperti dikutip dari laman jppn.com ada event menarik di bulan September nanti.  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menunjuk Kota Padang di Provinsi Sumatera Barat sebagai tuan rumah Festival Soto & Sate Nusantara 2015. Festival yang akan digelar September mendatang itu merupakan cara pemerintah menggenjot sektor pariwisata dari kuliner khas nusantara.

Asisten Deputi Pengembangan Segman Pasar Personal Kemenpar, Raseno Arya mengatakan, Kota Padang sebagai tuan rumah Festival Soto dan Sate Nusantara 2015 karena memiliki kuliner yang sangat beragam. Bahkan kuliner khas Sumatra Barat cocok dengan lidah masyarakat Indonesia.

“Kebetulan soto, sate bahkan rendang indentik dengan Kota Padang. Karena itu, Padang layak untuk jadi tuan rumah Festival Kuliner 2015 ini,” kata Raseno kepada wartawan di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).

Raseno menjelaskan, sate, soto dan rendang merupakan makanan yang sudah masuk dalam daftar 30 Ikon Kuliner Tradisional Indonesia (IKTI). Ia menjelaskan, pemilihan 30 IKTI itu merupakan langkah awal untuk mengembangkan  kuliner Indonesia yang mampu berkontribusi pada pemasukan industri pariwisata nasional sebesar 19,33 persen.

Raseno menambahkan, Indonesia sangat berpotensi menjadi tujuan wisata kuliner karena memiliki ragam budaya dengan kekhasan masing-masing. “Potensi itu merupakan peluang yang sangat besar bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan makanan dan minuman khas Indonesia ke mancanegara,” ujarnya.

Lebih lanjut Raseno mengaku optimistis wisata kuliner nusantara bisa berkembang. Melihat target 10 juta wisatawan mancanegara yang masuk Indonesia pada tahun ini, maka pasar wisata kuliner pun sangat besar.

Raseno memaparkan, rata-rata wisman saat di Indonesia menghabiskan USD 1000 per orang. Sedangkan wisatawan domestik mengeluarkan Rp 750 ribu per orang.

“Jumlah itu sangat mendorong produksi pasar wisata makanan yang akan dinikmati oleh para pecinta makanan dengan cita rasa khas,” jelasnya.

sumber : jppn.com

Comments

About author

You might also like

Hits

Ring Of Fire, Harta Karun Terpendam Kabupaten Garut

Nusantara adalah Negeri The Ring of Fire. Julukan ini wajar sebab jumlah gunung berapi di Indonesia sungguh luar biasa.

Gaya Hidup 0 Comments

Tjokroaminoto Sang Guru Bangsa

Awal April, tepatnya 9 April nanti jagad perfilman Indonesia bakal diramaikan kehadiran film Tjokroaminoto. Film bergenre sejarah yang menceritakan sosok Haji Oemar Said Tjokroaminoto ini dipastikan menarik. Film bergenre sejarah

Jalan-Jalan

Beauty of Indonesia-Magnificent Takabonerate.

Takabonerate, Sulawesi Selatan, gugusan kepulauan Atoll terbesar di Indonesia dan kedua terbesar di dunia.