Ku Antar Ke Gerbang, Kisah Cinta Soekarno dan Inggit (1)

Ku Antar Ke Gerbang, Kisah Cinta Soekarno dan Inggit (1)

Satu pembelajaran penting setelah membaca buku ini. Kesuksesan seorang suami tak lepas dari dorongan isterinya, itulah Inggit bagi Soekarno.

Soekarno mencari pendamping hidup yang bisa mengisi tiga peran yakni kekasih, ibu, sekaligus teman. Dalam buku Kuantar ke Gerbang, Ramadhan K.H. menggambarkan dengan jelas bagaimana Ibu Inggit Garnasih bisa mengisi tiga peran tersebut dalam kehidupan Soekarno.

Ada kata-kata bagus yang diungkapkan Inggit Garnasih tentang suaminya, Soekarno :

“Ini tentang pengalamanku dengannya, dengan seseorang yang mementingkan segi membangkitkan semangat dan solidaritas bangsa untuk mencapai apa yang dicita-citakannya, apa yang sebenarnya kita cita-citakan bersama, yakni kemerdekaan bagi bangsa kita. Dibalik itu, ia pun adalah seorang yang sangat penuh romantika. Aku mengikutinya, melayaninya, mengemongnya, berusaha keras menyenangkannya , meluluhkan keinginan-keinginannya,.

Namun, pada suatu saat, setelah aku mengantarkannya sampai di gerbang apa yang jadii cita-citanya, berpisahlah kami, karena aku berpegang pada sesuatu yang berbenturan dengan keinginannya. Ia pun melanjutkan perjuangannya seperti yang tetap aku doakan. Aku tidak pernah berhenti mendoakannya

(Inggit Ganarsih, Kuantar ke Gerbang hlm 2)

Sosok Inggit Ganarsih termasuk istri yang kurang dikenal, dibanding istri-istri Soekarno lainnya. Masyarakat umumnya lebih mengenal Fatmawati, atau Dewi Soekarno dibanding Inggit Ganarsih. Tak banyak memang yang menulis tentang Inggit Ganarsih, dalam buku teks sejarah-sejarah resmi namanya ditulis selewat saja. Karenanya kita patut bersyukur karena penggalan kehidupan Inggit Ganarsih ketika masih bersama Bung Karno sempat dituliskan oleh Ramadhan KH dalam novel “Kuantar ke Gerbang” (Kisah cinta Ibu Inggit dengan Bung Karno)

Dalam novel ini kita akan mendapatkan kisah kehidupan seorang wanita Sunda yang menjadi pendamping Bung Karno saat ia menimba ilmu di ITB Bandung sambil merintis jalannya di bidang politik, masa-masa sulit ketika Bung Karno dipenjara dan diasingkan, hingga kepindahannya ke jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta beberapa bulan sebelum Proklamasi Kemerdekaan dibacakan oleh bung Karno (…bersambung).

disarikan dari beragam sumber

 

 

Comments

About author

You might also like

Hits

Racun Laba-Laba Bisa Mengobati Disfungsi Ereksi, Tertarik?

Korban pria menceritakan bahwa mereka mengalami ereksi yang sangat kuat selama beberapa jam pasca digigit laba-laba tersebut.

Makanan

Makan Tempe Membuat Orang Bahagia

Tempe merupakan salah satu makanan tradisional khas Indonesia. Harga yang murah, namun kaya akan kegunaan bagi tubuh manusia.

Jalan-Jalan 0 Comments

Dari Gasibu ke Pasar Monju

Lupakan kalau anda berniat berolahraga di minggu ini, bahkan minggu-minggu selanjutnya jika Anda mampir ke Gasibu. Dijamin, niat Anda akan berubah 180 derajat jika sudah sampai di sana. Yang jelas, Anda