Kuburan-Kuburan Paling Unik di Nusantara

Kuburan-Kuburan Paling Unik di Nusantara

Kuburan di Trunyan, Bali

Kuburan di Trunyan, Bali

Kematian. Moment kesedihan ini ditanggapi secara beragam oleh berbagai kebudayaan.

Jika di Mesir sana, jenazah seorang Fir’aun di balsam dan di mummi-kan, maka di belahan dunia lain moment tersebut di ritualkan dengan cara yang berbeda. Setiap kebudayaan memiliki keunikan yang boleh jadi berbeda dengan ditempat lainnya.

Siklus hidup manusia tidak bisa lepas dari budaya di mana manusia itu hidup. Mulai dari lahir, akil baligh, dewasa, pernikahan, kelahiran anak hingga kematian dikelilingi oleh ritual dan adat setempat di mana ia tinggal. Belum lagi kalau kita berbicara Nusantara. Nusantara yang begitu kaya, bahkan sangat kaya akan budaya dan adat istiadatnya memiliki keunikan yang tak kalah menariknya perihal peristiwa kematian seseorang, lebih tepatnya pemakaman seorang yang telah meninggal.

Berikut ulasan beberapa pemakaman atau pekuburan unik di sudut-sudut Nusantara kita.

 

Pemakaman Imogiri, Bantul Yogyakarta

Pemakaman Imogiri, Bantul Yogyakarta

1. Kompleks Makam Raja – Raja Imogiri, Yogyakarta. Mungkin tidak terlalu aneh kelihatannya, namun kompleks pemakaman ini dianggap keramat dan suci. Penyebabnya, tidak lain karena pemakaman ini adalah tempat peristirahatan terakhir raja-raja dan keluarga dari Kesultanan Mataram.

Sultan Pertama Mataram, Sultan Agung Hanyokrokusumo memilih tempat yang berlokasi di Imogiri, Bantul Yogyakarta ini sebagai tempat peristirahatan khusus bagi Sultan beserta keluarganya. Masuk ke area ini tidak boleh sembarang orang, ada beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi, semisal tidak boleh memakai alas kaki, tidak boleh membawa kamera dan yang terpenting, kita harus memakai baju khas Jawa.

Kuburan Suku Dayak Benuaq, Kalimantan Timur

Kuburan Suku Dayak Benuaq, Kalimantan Timur

2. Kuburan Dayak Benuaq, Kalimantan Timur. Suku Dayak Benuaq atau Suku Dayak Bentian tidak mengubur anggota sukunya ke dalam tanah seperti suku-suku lainnya. Keunikannya, kuburan-kuburan tersebut berbentuk seperti kotak yang disangga menggunakan tiang atau digantung dengan tali. Jika kita berkunjung ke sana, kita akan dengan mudahnya menemukan kuburan-kuburan tersebut di sepanjang jalan menuju perkampungan Suku Dayak Benuaq. Kuburan-kuburan ini bukan kuburan permanen. Setelah jenazah itu menjadi tulang-belulang, keluarganya akan memindahkan ke peti yang lebih permanen.

 

Kuburan di Trunyan, Bali

Kuburan di Trunyan, Bali

3. Pemakaman Trunyan, Bali. Siapa sih yang tidak mengenal Bali ? Selain keindahan alamnya, Bali kaya akan budayanya yang memesona. Salah satu kekhasan atau keunikannya terletak di Desa Trunyan, Kintamani Bali. Yang unik di sini adalah pemakamannya. jenazah seseorang yang sudah meninggal tidak diletakkan dalam peti atau layaknya pemakaman lainnya, melainkan diletakkan begitu saja di bawah pohon yang mengeluarkan bau harum.

Trunyan di sini berasal dari kata Taru dan Menyan. Hal ini berasal dari pohon yang mengeluarkan harum seperti bau kemenyan. Ya, karena harum, sehingga jasad-jasad tersebut meski dibiarkan tetapi tidak mengeluarkan bau busuk layaknya di tempat lain yang terbuka.

 

Kuburan Tebing, Tana Toraja

Kuburan Tebing, Tana Toraja

4. Batu Lemo dan Batu Karang Terjal Londa, Tana Toraja. Keunikan Tana Toraja adalah pemakaman di atas tebing yang sudah menjadi ciri khas Tana Toraja yang terkenal ke mancanegara. Warga di Tana Toraja percaya letak kuburan yang tinggi akan semakin mendekatkan dengan Tuhan. Di tebing-tebing ini juga ada Tao-Tao, yakni patung manusia berbentuk manusia utuh yang terlihat hidup di atas tebing tempat jenazah disemayamkan.

 

Kuburan Pohon, Tana Toraja

Kuburan Pohon, Tana Toraja

5. Kuburan Bayi Kambira, Tana Toraja. Keunikan ini masih berasal dari Tana Toraja, tepatnya di Kampung Kambira, Sulawesi Selatan. Di sini terdapat pemakaman unik lainnya. Kuburan di sini diperuntukkan bagi bayi. Namun, tidak seperti kebiasaan yang diletakkan di tebing batu atau terkubur di dalam tanah, Jenazah bayi yang meninggal dan belum memiliki gigi dikuburkan dalam batang pohon Tarra.

Batang pohon Tarra sebelumnya dilubangi sebagai tempat menyimpan bayi. Jenazah bayi yang ingin dikubur sebelumnya diberi balsem terlebih dahulu. Tanpa memakai pembungkus apapun, bayi tersebut disemayamkan di lubang yang sudah tersedia dan ditutup menggunakan ijuk pohon enau. Suku Toraja menganggap ritual ini sama seperti mengembalikan bayi ke dalam rahim sang ibu. Semakin tinggi status sosial keluarganya, maka semakin tinggi juga lubangnya.

Sumber : Dari berbagai sumber

Comments

About author

You might also like

Gaya Hidup 0 Comments

Motor Antik: Legenda, Jati Diri dan Investasi (2)

Artikel ini lanjutan dari artikel sebelumnya, all about motor antik dan klub MACI. Nah, catatan tentang legenda motor antik dan klasik menjadikan para penggemar terus berburu selain karena nilai sejarah,

Kesehatan

Coba Ukur, Normalkah Ukuran Mr.P Anda ?

Iklan jasa dan alat pembesaran alat kelamin pria memang bombastis. Ia ada di mana-mana, hampir di setiap media massa dari yang besar hingga abal-abal.

Napak Tilas

Mengapa Soekarno Layak Disebut Seniman ? (Bagian 1)

Sebagai Proklamator, sebagai Presiden, Sebagai Founding Father begitulah kita mengenal sosok Soekarno. Namun, sebagai seniman ?

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply