Lupakan Cerita Superhero Dan Lihatlah Atraksi Debus

Lupakan Cerita Superhero Dan Lihatlah Atraksi Debus

Penikmat film-film Superhero ? Daripada berkhayal, mendingan berkunjung saja ke Banten dan saksikan pertunjukan Debus.

Di Indonesia, Superman itu, bukan sekadar fiksi. Nggak percaya? Saksikan saja atraksi Debus yang ada di provinsi Banten.

Mereka memperlihatkan kemampuan super mereka dengan atraksi-atraksi seperti menyayat atau mengoleskan api di kulit sendiri, berguling di atas serpihan beling, menginjak paku atau bara api menyala, bahkan sampai menyiram tubuh dengan air keras.

Hebatnya, mereka sama sekali tidak terluka atau merasakan sakit. Praktisi debus ini gak cuma terdiri dari orang-orang dewasa, ada remaja dan anak-anaknya juga. Hebatnya mereka memang tidak terluka, tapi atraksinya membuat ngeri yang melihatnya.

Debus merupakan kesenian bela diri dari Banten yang mempertunjukan kemampuan manusia yang luar biasa. Misalnya kebal senjata tajam, kebal air keras dan lain- lain. Kesenian ini berawal pada abad ke-16, pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin (1532-1570).

Pada zaman Sultan Ageng Tirtayasa (1651—1692) Debus menjadi sebuah alat untuk memompa semangat juang rakyat banten melawan penjajah Belanda pada masa itu. Kesenian Debus saat ini merupakan kombinasi antara seni tari dan suara.

Debus sangat mungkin berasal dari kata Arab dablus, yang berarti sejenis senjata penusuk berupa besi runcing. Debus sebagai kata benda yang dimaksud disini juga berupa alat tusuk dari besi panjang antara 50 – 60 cm yang ujungnya runcing, sedangkan pada pangkal-nya diberi tangkai kayu yang sangat besar. Tangkai itu bentuknya silinder (garis tengahnya ± 20 cm), dihias dengan rantai besi dan berfungsi sebagai tempat pemukul. Alat pemukulnya dari kayu yang disebut gada.

Namun ada juga versi lain yang mengatakan debus berasal dari bahasa Sunda. A Sastrasuganda, pensiunan Kepala Seksi Kebudayaan Kandepdikbud paten Serang, mengatakan bahwa Debus berasal dari bahasa Sunda. Kata debus “tembus” (Sandjin Aminuddin, 1997 :153). Debus yang berarti tembus menunjukkan bahwa alat-alat yang diperagakan adalah benda-benda tajam dalam permainan tersebut dapat menembus badan para pemainnya.

disarikan dari beragam sumber.

About author

You might also like

Artikel

Ditemukan, Mutiara Kuno Berusia 2000 Tahun

Peradaban manusia memang menakjubkan. Sudah beribu tahun lamanya, manusia mengenal perhiasan. Selain emas dan perak, mutiara menjadi salah satu ikon perhiasan manusia.

Artikel

Harta Karun di Perairan Indonesia Diperkirakan Bernilai 127,6 Triliun ! (2)

Besarnya potensi harta karun dari kapal-kapal yang tenggelam di perairan Nusantara cukup Fantastik. Hal ini tidaklah aneh, karena semenjak berabad-abad lalu, Nusantara menjadi salah satu pusat perdagangan dan persaingan kapal-kapal dagang dari berbagai negara Eropa.

Artikel 0 Comments

Dutch Wife, Beda di Indonesia dan di Jepang

Budaya di Indonesia, tidur rasanya kurang lengkap tanpa guling, atau jaman dahulu disebut Dutch Wife yang tidak bisa kentut, jika dutch wife yang kita kenal adalah guling, dutch wife dijepang lebih dikenal