Masih Makan di Waktu Imsak, Batalkah Puasaku ?

Masih Makan di Waktu Imsak, Batalkah Puasaku ?

Salah satu masalah yang seringkali diperdebatkan ketika bulan puasa adalah waktu Imsak. Betulkah waktu imsak merupakan batas awal kita berpuasa ?

Sewaktu kecil, kita sering diwanti-wanti untuk memerhatikan waktu imsak. Seakan-akan waktu imsak adalah batas seseorang untuk tidak melakukan aktivitas makan dan minum. Jika kita masih melakukan aktivitas makan dan minum ketika melewati batas imsak, maka puasa kita dianggap batal, namun benarkah demikian ?

Di Indonesia, jadwal imsakiyah– yang merupakan jadwal sholat harian dan memuat waktu imsak selama bulan puasa – biasa kita temui. Di negeri-negeri lain, ternyata tidak demikian. Apakah kemudian waktu imsak hanyalah kreativitas budaya orang Indonesia saja? Ataukah ia memiliki dasar praktek dalam agama islam?

Sebagian kaum muslimin mengingatkan bahwa makan sahur itu (makan ataupun minum) tetap diperbolehkan hingga waktu shubuh tiba. Itulah batas yang telah ditetapkan Allah dan dipraktekkan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya.

“Makan dan minumlah kalian sampai jelas bagi kalian benang putih dari benang hitam, yaitu waktu fajar.” [Al Qur’an, surat Al Baqarah (2):187]

“Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata : Sesungguhnya Bilal mengumandangkan adzan di malam hari, maka makan dan minumlah sampai mendengar adzannya Ibnu Ummi Maktum.” [HR.Muslim hadits no.37-1092]

“Makan dan minumlah sampai Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan karena dia tidak mengumandangkannya kecuali jika telah terbit fajar.” [Al-Bukhari Kitabush Shaum bab 17 hadits no. 1918, 1919]

Selain tulisan di bawah ini, ada satu hadits yang menyatakan bahwa Nabi saw. berhenti makan sahur dengan jarak selama pembacaan 50 ayat sebelum menunaikan shalat Shubuh:

Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anha berkata :

تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِي r ثُمَّ قَامَ إلى الصَّلاةِ.

قُلْتُ : كمْ كانَ بَيْنَ الأذانِ وَالسَّحُورِ قال قَدْرَ خَمْسِيْنَ آيَــة

“Kami makan sahur bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam kemudian beliau berdiri untuk shalat shubuh. Saya (Anas bin Malik) bertanya kepadanya : Berapa jarak antara adzan dengan sahur? Zaid bin Tsabit radhiallahu ‘anha menjawab : kurang lebih selama bacaan lima puluh ayat.” (Al-Bukhari Kitabush Shaum bab 21 hadits no. 1921 Muslim Kitabush shiyaam hadits no. 47-[1097])

Sebagian orang mungkin mengambil jarak 50 ayat itu sebagai waktu imsak. Namun sebagian ulama menafsirkan adzan di atas sebagai iqomah (adzan ke dua dalam shalat berjamaah) yang menandakan sholat segera dimulai.

Jadi, jangan menganggap waktu imsak sebagai waktu dimulainya puasa. Waktu imsak hanyalah ikhtiar kehati-hatian atau dalam bahasa Arabnya (Ikhtiyat -kehati-hatian) dan peringatan bahwa waktu fajar yang membuat makan dan minum terlarang sudah hampir tiba.
Hakikatnya, jadwal waktu imsak dibuat untuk digunakan sebagai pedoman menentukan awal dan akhir berpuasa setiap harinya. Lafadz imsak sendiri merupakan bentuk isim zaman dari lafadz masaka yang berarti menahan.
Dari beragam sumber

 

About author

You might also like

Nasional

10 Tips Perawatan Ban Mobil Untuk Persiapan Mudik Lebaran 2015

Kendaraan pribadi, baik itu mobil maupun sepeda motor, masih menjadi moda favorit yang digunakan para pemudik untuk pulang kampung pada lebaran 2015 ini. Tidak saja mereka yang mudik dari Jakarta menuju ke

Artikel

Candi Jiwa dan Candi Blandongan, Usianya Melebihi Borobudur

Di Jawa Barat tidak banyak peninggalan Candi, selain yang sudah dikenal, yakni Candi Cangkuang. Namun, ternyata Jawa Barat pun gudangnya Candi.

Artikel

Kenali Pencak Silat, Seni Bela Diri Nusantara

Sejak zaman pra-sejarah, sudah lahir ilmu bela diri yang sederhana guna mempertahankan hidup dari ganasnya alam.